Bayi lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya!

Bayi lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya!

Gerakan tutup mulut atau GTM biasanya terjadi pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Bagaimanakah cara mengatasi GTM pada bayi tanpa membuatnya semakin rewel? Simak tipsnya di bawah ini.

Salah satu fase tumbuh kembang yang paling membuat ibu khawatir adalah ketika bayi dikenalkan MPASI namun ia malah melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Tentunya ibu menjadi bingung bagaimana caranya mengatasi GTM pada bayi.

Sebelum mencari tahu cara mengatasi GTM pada bayi, Bunda perlu tahu apa saja yang menyebabkan bayi melakukan gerakan tutup mulut.

Penyebab GTM pada bayi

Mengatasi GTM pada bayi

1. Sakit di bagian mulut

Beberapa kondisi mulut seperti sariawan, sakit gigi, sakit tenggorokan, gusi luka atu tumbuh gigi bisa membuat anak malas makan. Hingga dia melakukan gerakan tutup mulut. Cara mengatasinya dengan menangani masalah kesehatan tersebut hingga sembuh, supaya bayi mau makan lagi.

2. Trauma pada makanan

Kebiasaan orangtua memaksa anak makan, atau menggunakan cara yang kasar saat memberi makan. Bisa membuat anak trauma sehingga proses makan dianggap sebagai sesuatu yang buruk dan membuatnya trauma.

3. Anoreksia Fisiologis

Anoreksia fisiologis adalah penyebab GTM yang meresahkan karena anak terlihat tidak mau makan dan semakin kurus. Namun, anak tidak terlihat mengalami gejala yang aneh-aneh seperti lemas dan tidak bersemangat hanya saja dia tidak mau makan.

Artikel terkait: Bayi lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya

Anoreksia fisiologis ini kerap membuat pusing orangtua karena mereka merasa bahwa anaknya sedang sakit padahal tidak!

4. Bosan dengan cita rasa makanan

Kalau anak melakukan GTM disebabkan oleh bosan dengan rasa makanan ini paling gampang untuk diatasi. Biasanya bosan dengan makanan bukan berarti bosan dengan makanan yang itu itu saja, tetapi karena bosan dengan cita rasanya.

Misalnya, Bunda membuat sop ayam, sop jagung, sop daging, dan berbagai variasi sop sop lainnya tetapi takaran bumbunya sama saja, inilah yang bisa membuat bayi bosan dengan rasa makanan yang Bunda buat.

Cara-cara mengatasi GTM pada bayi

Mengatasi GTM pada bayi

Bila bayi tidak mau makan, coba dudukkan bayi di baby chair, lalu letakkan makanan berupa bubur atau potongan buah di depannya. Biarkan dia bermain dengan makanan tersebut, lambat laun dia akan mencoba memasukkan makanannya ke mulut dengan sendirinya.

Apabila bayi hanya melihat saja ke makanannya, dorong dia untuk menyentuh makanannya, berikan demonstrasi. Bila dia tetap menolak, teruslah mencoba hingga berhasil.

Proses ini tidak hanya penting untuk membuatnya mau makan, tapi juga membantu tumbuh kembang sensoris anak. Jangan mencemaskan kursi kotor atau wajah dan badan bayi belepotan. Jadikan waktu makan ajang bersenang-senang sehingga anak menyukai makanan apapun yang Anda sajikan.

mengatasi gtm pada bayi

Ketika bayi memiliki makanan di tangan mereka namun mereka tidak kunjung menyantapnya, Bunda baiknya menunjukkan pada mereka cara membawa makanan tersebut ke mulut mereka.

Ulangi cara ini beberapa kali. Setelah mereka sudah makan dari tangan mereka, tawarkan mereka beberapa makanan padat dari sendok.

Bunda juga bisa memberi mereka wortel mentah utuh atau tangkai seledri sebelum mereka makan. Intinya wortel atau seledri tersebut bukan untuk makanan utama bayi, tetapi agar mereka memasukkannya ke dalam mulut mereka.

Ketika bayi memasukkan wortel atau batang seledri tersebut ke dalam mulutnya, maka bayi akan menggigit, mengunyah, dan menggerakkan lidah mereka. Kegiatan ini akan membantu mengurangi rasa sakit dan refleks muntah bayi. Sehingga diharapkan bayi mau makan setelah itu.

Jika cara di atas tidak kunjung berhasil. Bunda bisa mencoba untuk menggosok gigi bayi. Menggosok gigi bayi dapat membantu untuk menurunkan kepekaan mulut dan meningkatkan koordinasi mulut bayi, karena lidah bayi dapat bergerak ke berbagai arah saat giginya digosok.

Cobalah menggosok gigi bayi satu hingga tiga kali sehari menggunakan sikat gigi khusus untuk bayi.

Orangtua harus bisa bersabar dalam mengatasi GTM pada bayi

Konsisten dan bersabar dalam menghadapi anak yang susah makan sangatlah dibutuhkan. Ulangi langkah-langkah di atas dengan rutin sampai bayi mau mengunyah makanannya sendiri.

Menjadikan waktu makan sebagai proses bermain dan belajar akan memudahkan orangtua dalam membujuk anak untuk makan di kemudian hari. Tapi, jangan paksa anak menghabiskan makanannya jika dia tidak mau. Kenali juga ciri-ciri bayi sudah kenyang, supaya asupannya tidak berlebihan.

Semoga bermanfaat.

Sumber referensi: MPASI, Your Kid’s Table

Baca juga:

15 Trik Membujuk Bayi Susah Makan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner