Tidak minum susu saat hamil, adakah efeknya bagi janin? Ini penjelasannya

Tidak minum susu saat hamil, adakah efeknya bagi janin? Ini penjelasannya

Simak 3 makanan pengganti susu ibu hamil yang bisa menjadi alternatif.

Susu merupakan minuman pelengkap nutrisi bagi ibu hamil. Namun, bagaimana jika saat hamil tidak bisa atau tidak suka minum susu? Tenang Bunda, ada kok makanan pengganti susu ibu hamil.

Dilansir dari Livestrong, meskipun produk susu bisa menjadi sumber protein, kalsium, dan vitamin D yang baik, banyak makanan lain mengandung nutrisi hampir serupa. Jika Anda laktosa intoleran, vegan, atau tidak menyukai produk susu, Anda dapat mengonsumsi makanan yang kandungan gizinya setara dengan produk susu.

Artikel terkait: Apakah Bumil Perlu Minum Susu Ibu Hamil? Dokter Menjawabnya Untuk Anda

Makanan pengganti susu ibu hamil #1: Makanan kaya kalsium

makanan pengganti susu ibu hamil

Ibu hamil membutuhkan 1.000 – 1.300 miligram kalsium setiap harinya untuk tulang dan gigi ibu dan janin kuat. Produk kedelai, jus jeruk yang diperkaya kalsium, sayuran berdaun hijau, seperti brokoli dan bayam, merupakan sumber kalsium non dairy (bukan berasal dari susu).

Makanan pengganti susu ibu hamil #2: Asupan kaya vitamin D

makanan pengganti susu ibu hamil

Vitamin D bekerja dengan kalsium untuk meningkatkan kekuatan tulang. Bumil membutuhkan 600 IU vitamin D sehari.

Tubuh Anda dapat mensintesis vitamin D dari sinar matahari. Tetapi di musim penghujan, Anda harus mendapatkan vitamin D dari sumber makanan atau suplemen. Ikan, jus yang diperkaya vitamin D, telur dan asparagus adalah sumber vitamin D non-susu yang baik.

Namun memang, akan sangat sulit mendapatkan asupan vitamin D yang cukup hanya dari sumber makanan, jadi suplemen mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Umumnya dokter akan memberikan suplemen vitamin D yang sesuai kebutuhan Anda.

Makanan pengganti susu ibu hamil #3: Makanan kaya protein

makanan pengganti susu ibu hamil

Banyak produk nondairy dapat menyediakan 71 gram protein harian yang Anda butuhkan saat hamil, termasuk daging, telur, produk kedelai dan kacang-kacangan.

Risiko jika Bumil tidak mengonsumsi susu sama sekali

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Canadian Medical Association Journal, konsumsi susu mencegah janin lahir dengan berat lahir rendah.

Jika Anda memilih tidak mengonsumsi susu saat hamil, berhati-hatilah dengan risiko janin akan lahir dengan berat lahir rendah. Untuk mencegah hal ini, berkonsultasi pada dokter untuk memastikan asupan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan Anda dan janin.

Jika diet Anda tidak mengandung zat gizi mikro, dokter dapat merekomendasikan vitamin prenatal.

Manfaat Minum Susu Selama Kehamilan

Ada berbagai pendapat soal minum susu selama hamil, tetapi susu bisa sangat bermanfaat bagi Bunda selama kehamilan. Susu dapat memberi Anda sejumlah nutrisi yang diutuhkan untuk perkembangan bayi.

Menurut Parenting First Cry, berikut ini manfaat yang bisa Bunda dapatkan ketika minum susu saat hamil:

  1. Susu sangat bergizi dan merupakan sumber penting kalsium dan vitamin D. Bunda sangat membutuhkan vitamin D selama kehamilan sebab dapat menurunkan risiko bayi terkena alergi di masa depan. Selain itu, wanita hamil juga membutuhkan antara 1.000 dan 1.300 mg kalsium setiap hari untuk memberi makan tubuh dan bayi yang sedang berkembang.
  2. Minum susu selama kehamilan dapat memenuhi sebagian kebutuhan kalsium Bunda. Bunda dapat mengonsumsi suplemen kalsium yang disarankan oleh dokter dan minum susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium Anda.
  3. Minum susu selama kehamilan juga dapat memiliki efek pertumbuhan pada janin dan dapat membantu bayi tumbuh tinggi. Bayi mungkin juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi dalam darahnya selama remaja akhir yang dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
  4. Susu kaya akan protein, asam amino, dan asam lemak – yang semuanya penting untuk perkembangan sistem saraf bayi. Karena kaya akan kalsium dan zat besi, susu membantu dalam pembentukan dan perkembangan tulang bayi dan untuk mengangkut oksigen ke bayi. Susu juga memiliki semua vitamin A, B, dan D yang diperlukan untuk perkembangan janin intrauterin.
  5. Susu bertindak sebagai antasid efektif yang dapat meringankan mulas dan penyakit lambung lainnya, yang merupakan masalah umum selama kehamilan.
  6. Kandungan yodium dalam susu telah terbukti meningkatkan perkembangan otak janin dan meningkatkan IQ anak-anak. Konsumsi susu pada kehamilan juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit seperti multiple sclerosis, ricket neonatal, dan osteoporosis.

Baca juga:

Perlukah Bumil mengonsumsi susu khusus ibu hamil? Begini penjelasannya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner