TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penelitian: Layanan Telemedisin Terbukti Bantu Pasien Diabetes Kelola Gula Darah 

Bacaan 4 menit
Penelitian: Layanan Telemedisin Terbukti Bantu Pasien Diabetes Kelola Gula Darah 

Penggunaan telekonsultasi ternyata dapat membantu pasien diabetes mengelola gula darah.

Di tengah berkembang pesatnya dunia digital, sektor kesehatan merupakan salah satu bidang yang memiliki perkembangan yang menjanjikan. Tengok saja, masyarakat kini semakin akrab dengan layanan telemedisin, misalnya konsultasi dengan dokter secara online.

Hal ini sangat membantu masyarakat luas untuk memperoleh layanan kesehatan secara cepat. Para pasien penyakit kronis, termasuk penyandang diabetes, pun dapat memperoleh manfaat dari penyediaan layanan kesehatan berbasis digital.

Artikel terkait: Waspada! Penderita Diabetes Berisiko Mengalami Kebutaan 25 Kali Lebih Tinggi 

Tingginya Jumlah Penyandang Diabetes di Indonesia

layanan telemedisin

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kenaikan gula darah yang tidak terkontrol. Oleh masyarakat luas, penyakit ini disebut juga dengan nama kencing manis.

Secara umum, diabetes tipe 2 adalah yang paling banyak diderita. Kondisi ini dapat dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang tidak seimbang dan malas berolahraga.

Tahukah Parents, angka penyandang diabetes di Indonesia cukup besar. Bahkan, berada di posisi kelima sebagai negara dengan jumlah pengidap diabetes terbanyak.

Data dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 menunjukkan bahwa jumlah pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 19.47 juta orang. Jumlah penyandang diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun. IDF pun memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 28,57 juta pada tahun 2045.

Data tersebut tentunya menjadi warning bagi semua pihak. Namun, bukan hanya berfokus pada perawatan pasien dengan diabetes, penting juga untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

Artikel terkait: 17 Makanan Minuman untuk Penderita Diabetes, Bantu Jaga Kadar Gula Darah

Layanan Telemedisin Bermanfaat bagi Pasien Diabetes

layanan telemedisin

Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) belum lama ini melakukan sebuah studi percontohan dalam kerangka sketsa Prolanis (Program Layanan Penyakit Kronis). Studi percontohan tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan telemedisin dalam penanganan penyakit kronis.

Studi percontohan ini dilakukan di beberapa klinik daerah Bekasi dan Depok dengan peserta yang memiliki rentang usia dari 24 tahun hingga 79 tahun. Dalam studi tersebut, klinik BPJS mendapatkan dukungan dari penyedia telemedisin Good Doctor. 

Tujuannya untuk mengukur efektivitas telekonsultasi dalam pemantauan glukosa darah pasien diabetes di klinik BPJS. Dukungan yang diberikan meliputi pengingat/pemberitahuan otomatis secara reguler, kontak/tindak lanjut secara reguler, konsultasi online, dan informasi edukatif yang telah dikurasi.

Dalam kurun waktu tiga bulan, pasien mendapat pengingat dari platform telehealth untuk memeriksa dan mengukur glukosa darahnya. Hasil studi percontohan ini mendapati temuan yang menarik. Ternyata, ada perbedaan antara pasien yang menggunakan telemedisin dan yang tidak.

Penggunaan telekonsultasi dinilai dapat meningkatkan kepatuhan pasien selama masa observasi. Hal itu pun memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien secara signifikan.

“Dari hasil uji percontohan ini, kami dapat melihat pentingnya peran strategis telemedisin dalam pengelolaan kesehatan. Maka dari itu, kami mendorong telemedisin untuk mendapat dukungan berupa regulasi yang menyeluruh, terutama dalam penanganan penyakit kronis,” kata ketua Pengurus Besar IDI, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH dalam acara Diskusi Publik Layanan Tatalaksana Penyakit Kronis Terintegrasi dan Inovatif yang diselenggarakan secara daring, Rabu (15/12/21).

Artikel terkait: 4 Jenis Senam Diabetes, Lancarkan Peredaran Darah dan Menyehatkan Neuropatik

Pentingnya Rutin Cek Gula Darah

Penelitian: Layanan Telemedisin Terbukti Bantu Pasien Diabetes Kelola Gula Darah 

Cek gula darah seharusnya menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala. Terutama, bagi mereka yang berusia di atas 30 tahun dan memiliki faktor risiko.

Apalagi bagi penyandang diabates, cek gula darah rutin adalah sebuah keharusan. Pasalnya, kadar gula darah yang terkontrol merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mencegah timbulnya komplikasi akibat penyakit diabetes.

Ada sejumlah tes yang dapat dilakukan untuk mengukur kadar gula darah. Selain dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit, Parents juga bisa melakukan tes gula darah mandiri di rumah dengan menggunakan alat cek gula darah yang disebut glukometer.

Hanya saja, cek gula darah mandiri tidak boleh dilakukan sembarangan, ya, Parents. Wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Salah satu metode pemeriksaan gula darah yang banyak dipakai adalah tes gula darah sewaktu (GDS). Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja tanpa harus mempertimbangkan waktu makan terakhir. Apabila hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan angka di bawah 200 mg/dL, itu artinya kadar gula termasuk kategori normal. 

Parents, layanan telemedisin terbukti meningkatkan kepatuhan pasien dalam memantau kadar gula darah. Tentunya, agar gula darah bisa terkontrol, maka pola hidup sehat adalah kunci. Konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga rutin, kelola stres, serta menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Baca juga:

Waspada! Ini Tanda dan Gejala Awal Diabetes yang Sering Tak Disadari

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Bolehkah penderita diabetes makan buah termasuk pisang?

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Penelitian: Layanan Telemedisin Terbukti Bantu Pasien Diabetes Kelola Gula Darah 
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti