TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Bacaan 4 menit
Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Kadar keton yang tinggi dalam tubuh bisa menimbulkan komplikasi diabetes yaitu ketoasidosis diabetik. Apa saja gejalanya dan bagaimana mengobatinya?

Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi diabetes yang ditandai dengan jumlah kadar keton yang tinggi di dalam tubuh. Keton adalah asam yang dihasilkan ketika tubuh mulai bakar lemak untuk menghasilkan energi, bukan glukosa atau karbohidrat.

Ketoasidosis diabetik muncul jika seseorang tidak menghasilkan cukup banyak insulin untuk membuat sel tubuh menyerap glukosa. Jika tidak ditangani dengan baik maka ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma sampai dengan kematian.

Melansir laman Alodokter, berikut gejala, penyebab, diagnosa, dan pengobatan ketoasidosis diabetik.

Gejala Ketoasidosis Diabetik

ketoasidosis diabetik

Sama seperti penyakit pada umumnya, ketoasidosis juga bisa memunculkan gejala sebagai berikut:

  • Tingkat gula darah tinggi
  • Sering buang air kecil
  • Merasa haus yang berlebihan
  • Tingkat keton dalam urine tinggi
  • Mual atau muntah
  • Nafas cepat dan dalam
  • Nyeri perut
  • Linglung
  • Mulut dan kulit kering
  • Lelah
  • Bau nafas yang khas, seperti bau buah yang manis
  • Penurunan kesadaran sampai pingsan
  • Dehidrasi
  • Mual dan muntah
  • Otot nyeri dan kaku

Artikel terkait: Gejala awal diabetes yang seringkali tidak disadari, waspada!

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Glukosa adalah sumber energi yang utama bagi tubuh. Insulin akan membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel untuk kemudian diolah menjadi energi.

Ketika mengalami diabetes, seseorang akan mengalami kekurangan insulin atau cukup insulin namun tidak bisa bekerja dengan normal. Ini menyebabkan glukosa di dalam darah menumpuk atau tidak bisa digunakan sedangkan sel-sel tubuh tetap membutuhkan bahan makanan agar bisa menghasilkan energi.

Agar bisa memenuhi kebutuhan energi, sel tubuh akhirnya mengolah lemak. Salah satu hasil dari pengolahan lemak ini yaitu keton atau zat yang bersifat asam. Jika ini terus terjadi maka keton akan menumpuk dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih asam.

Penyebab paling umum antara lain:

  • Tidak menjalani terapi insulin dengan baik
  • Mengalami infeksi atau penyakit lain yang menyebabkan tubuh memproduksi hormon tingkat tinggi seperti adrenalin
  • Penyalahgunaan obat dan zat terlarang, terutama kokain
  • Kehamilan
  • Obat-obatan seperti steroid
  • Kecanduan alkohol
  • Trauma fisik atau emosional
  • Serangan jantung
  • Stres

Artikel terkait: Faktor-faktor Penyebab Diabetes Tipe 2 Pada Anak

Faktor Risiko Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Penderita diabetes melitus 1 lebih beresiko mengalami ketoasidosis diabetik daripada penderita diabetes melitus 2. Tetapi tidak semua penderita diabetes melitus akan mengalami ketoasidosis diabetik. Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya ketoasidosis diabetik:

  • Mengalami penyakit infeksi, seperti flu, infeksi saluran kemih, atau pneumonia
  • Lupa menyuntik insulin atau menggunakan dosis insulin yang terlalu rendah
  • Tidak mengikuti program pengobatan diabetes yang diberikan oleh dokter
  • Mengalami serangan jantung
  • Mengalami cedera atau trauma emosional
  • Mengalami kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA, terutama kokain
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan diuretik
  • Sedang hamil dan menstruasi

Diagnosis Pasien

ketoasidosis diabetik

Jika pasien datang dengan kesadaran yang menurun, dokter akan menanyakan riwayat dan gejala pada orang yang datang dengan pasien. Sambil melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan kondisi umum pasien, mengalami dehidrasi, kondisi aroma nafas yang seperti buah, maka dokter akan melakukan pertolongan pertama.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut ini untuk memastikan diagnosis:

  • Rontgen dada, untuk melihat kemungkinan infeksi, seperti pneumonia
  • Tes elektrokardiogram (EKG), untuk melihat apakah kondisi pasien disebabkan oleh serangan jantung
  • Tes darah, untuk mengetahui kadar gula darah, kadar keton darah, tingkat keasaman darah (analisis gas darah), dan kadar elektrolit darah
  • Tes urine, untuk melihat kadar keton urine dan kemungkinan infeksi saluran kemih

Artikel terkait: Apakah penderita diabetes mellitus dilarang hamil karena berisiko?

Pengobatan Ketoasidosis Diabetik

ketoasidosis diabetik

Pengobatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya melibatkan berbagai kombinasi untuk menormalkan kadar gula darah sekaligus terapi insulin. Jika Parents mengalami ketoasidosis, namun pernah mendapatkan diagnosis diabetes, maka dokter akan melakukan perawatan supaya kondisi ini tidak berulang.

Infeksi juga bisa meningkatkan resiko terjadinya diabetes jenis ini. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Parents adalah akibat infeksi bakteri, maka dokter juga akan memberikan antibiotik.

Beberapa pengobatan ketoasidosis diabetik antara lain:

1. Terapi Insulin

Penderita akan mendapatkan terapi insulin melalui pembuluh vena. Ketika kadar gula sudah berada pada tingkat 200 mg/dl dan darah sudah tidak asam lagi, maka kemungkinan penderita bisa menghentikan terapi insulin. Setelah itu, Parents tetap bisa melanjutkan terapi suntik insulin biasa.

2. Penggantian Cairan

Penderita akan mendapatkan cairan baik melalui mulut atau pembuluh vena sampai dehidrasi hilang. Cairan akan menggantikan cairan yang hilang lewat buang air kecil yang berlebihan dan membantu mengeluarkan keton dari darah.

4. Elektrolit

Elektrolit merupakan mineral di dalam darah. Ada yang membawa muatan elektrik seperti klorida, kalium. Ketiadaan insulin bisa menurunkan kadar elektrolit dalam darah. Penggantian elektrolit bisa dilakukan lewat pembuluh vena agar jantung, saraf dan otot bisa berfungsi dengan normal.

Itulah berbagai gejala hingga cara mengobati Ketoasidosis diabetik. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

****

Artikel telah ditinjau oleh:
dr.Gita PermataSari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

17 Makanan Minuman untuk Penderita Diabetes, Bantu Jaga Kadar Gula Darah

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Makanan yang Bisa Bantu Atasi Gula Darah, Cek 5 Daftar Ini!

Tak Cuma Beri Aroma Masakan, 8 Rempah Ini Bisa Turunkan Gula Darah

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan
Bagikan:
  • Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

    Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

    Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

  • Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

    Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

    Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti