TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Bacaan 4 menit
Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Kadar keton yang tinggi dalam tubuh bisa menimbulkan komplikasi diabetes yaitu ketoasidosis diabetik. Apa saja gejalanya dan bagaimana mengobatinya?

Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi diabetes yang ditandai dengan jumlah kadar keton yang tinggi di dalam tubuh. Keton adalah asam yang dihasilkan ketika tubuh mulai bakar lemak untuk menghasilkan energi, bukan glukosa atau karbohidrat.

Ketoasidosis diabetik muncul jika seseorang tidak menghasilkan cukup banyak insulin untuk membuat sel tubuh menyerap glukosa. Jika tidak ditangani dengan baik maka ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma sampai dengan kematian.

Melansir laman Alodokter, berikut gejala, penyebab, diagnosa, dan pengobatan ketoasidosis diabetik.

Gejala Ketoasidosis Diabetik

ketoasidosis diabetik

Sama seperti penyakit pada umumnya, ketoasidosis juga bisa memunculkan gejala sebagai berikut:

  • Tingkat gula darah tinggi
  • Sering buang air kecil
  • Merasa haus yang berlebihan
  • Tingkat keton dalam urine tinggi
  • Mual atau muntah
  • Nafas cepat dan dalam
  • Nyeri perut
  • Linglung
  • Mulut dan kulit kering
  • Lelah
  • Bau nafas yang khas, seperti bau buah yang manis
  • Penurunan kesadaran sampai pingsan
  • Dehidrasi
  • Mual dan muntah
  • Otot nyeri dan kaku

Artikel terkait: Gejala awal diabetes yang seringkali tidak disadari, waspada!

Penyebab Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Glukosa adalah sumber energi yang utama bagi tubuh. Insulin akan membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel untuk kemudian diolah menjadi energi.

Ketika mengalami diabetes, seseorang akan mengalami kekurangan insulin atau cukup insulin namun tidak bisa bekerja dengan normal. Ini menyebabkan glukosa di dalam darah menumpuk atau tidak bisa digunakan sedangkan sel-sel tubuh tetap membutuhkan bahan makanan agar bisa menghasilkan energi.

Agar bisa memenuhi kebutuhan energi, sel tubuh akhirnya mengolah lemak. Salah satu hasil dari pengolahan lemak ini yaitu keton atau zat yang bersifat asam. Jika ini terus terjadi maka keton akan menumpuk dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih asam.

Penyebab paling umum antara lain:

  • Tidak menjalani terapi insulin dengan baik
  • Mengalami infeksi atau penyakit lain yang menyebabkan tubuh memproduksi hormon tingkat tinggi seperti adrenalin
  • Penyalahgunaan obat dan zat terlarang, terutama kokain
  • Kehamilan
  • Obat-obatan seperti steroid
  • Kecanduan alkohol
  • Trauma fisik atau emosional
  • Serangan jantung
  • Stres

Artikel terkait: Faktor-faktor Penyebab Diabetes Tipe 2 Pada Anak

Faktor Risiko Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan

Penderita diabetes melitus 1 lebih beresiko mengalami ketoasidosis diabetik daripada penderita diabetes melitus 2. Tetapi tidak semua penderita diabetes melitus akan mengalami ketoasidosis diabetik. Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya ketoasidosis diabetik:

  • Mengalami penyakit infeksi, seperti flu, infeksi saluran kemih, atau pneumonia
  • Lupa menyuntik insulin atau menggunakan dosis insulin yang terlalu rendah
  • Tidak mengikuti program pengobatan diabetes yang diberikan oleh dokter
  • Mengalami serangan jantung
  • Mengalami cedera atau trauma emosional
  • Mengalami kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA, terutama kokain
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan diuretik
  • Sedang hamil dan menstruasi

Diagnosis Pasien

ketoasidosis diabetik

Jika pasien datang dengan kesadaran yang menurun, dokter akan menanyakan riwayat dan gejala pada orang yang datang dengan pasien. Sambil melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan kondisi umum pasien, mengalami dehidrasi, kondisi aroma nafas yang seperti buah, maka dokter akan melakukan pertolongan pertama.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut ini untuk memastikan diagnosis:

  • Rontgen dada, untuk melihat kemungkinan infeksi, seperti pneumonia
  • Tes elektrokardiogram (EKG), untuk melihat apakah kondisi pasien disebabkan oleh serangan jantung
  • Tes darah, untuk mengetahui kadar gula darah, kadar keton darah, tingkat keasaman darah (analisis gas darah), dan kadar elektrolit darah
  • Tes urine, untuk melihat kadar keton urine dan kemungkinan infeksi saluran kemih

Artikel terkait: Apakah penderita diabetes mellitus dilarang hamil karena berisiko?

Pengobatan Ketoasidosis Diabetik

ketoasidosis diabetik

Pengobatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya melibatkan berbagai kombinasi untuk menormalkan kadar gula darah sekaligus terapi insulin. Jika Parents mengalami ketoasidosis, namun pernah mendapatkan diagnosis diabetes, maka dokter akan melakukan perawatan supaya kondisi ini tidak berulang.

Infeksi juga bisa meningkatkan resiko terjadinya diabetes jenis ini. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Parents adalah akibat infeksi bakteri, maka dokter juga akan memberikan antibiotik.

Beberapa pengobatan ketoasidosis diabetik antara lain:

1. Terapi Insulin

Penderita akan mendapatkan terapi insulin melalui pembuluh vena. Ketika kadar gula sudah berada pada tingkat 200 mg/dl dan darah sudah tidak asam lagi, maka kemungkinan penderita bisa menghentikan terapi insulin. Setelah itu, Parents tetap bisa melanjutkan terapi suntik insulin biasa.

2. Penggantian Cairan

Penderita akan mendapatkan cairan baik melalui mulut atau pembuluh vena sampai dehidrasi hilang. Cairan akan menggantikan cairan yang hilang lewat buang air kecil yang berlebihan dan membantu mengeluarkan keton dari darah.

4. Elektrolit

Elektrolit merupakan mineral di dalam darah. Ada yang membawa muatan elektrik seperti klorida, kalium. Ketiadaan insulin bisa menurunkan kadar elektrolit dalam darah. Penggantian elektrolit bisa dilakukan lewat pembuluh vena agar jantung, saraf dan otot bisa berfungsi dengan normal.

Itulah berbagai gejala hingga cara mengobati Ketoasidosis diabetik. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

****

Artikel telah ditinjau oleh:
dr.Gita PermataSari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

17 Makanan Minuman untuk Penderita Diabetes, Bantu Jaga Kadar Gula Darah

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Makanan yang Bisa Bantu Atasi Gula Darah, Cek 5 Daftar Ini!

Tak Cuma Beri Aroma Masakan, 8 Rempah Ini Bisa Turunkan Gula Darah

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Ketoasidosis Diabetik: Penyebab, Gejala, Faktor Resiko, Diagnosis dan Pengobatan
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti