Mirip seperti pilek, penyakit ini bisa merenggut nyawa bayi jika tidak segera ditangani!

Mirip seperti pilek, penyakit ini bisa merenggut nyawa bayi jika tidak segera ditangani!

Bayi yang berusia di bawah 2 tahun sangat rentan terkena infeksi RSV (Respiratory Syncytial Virus), di mana gejalanya mirip seperti common cold.

Beragam penyakit akan lebih mudah menyerang seseorang saat memasuki musim penghujan, salah satunya yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus RSV. Parahnya lagi, infeksi RSV  ini lebih sering menyerang bayi dan anak-anak, daripada orang dewasa.

Apabila tidak segera diatasi, si kecil yang terlanjur terkena infeksi RSV bisa berisiko mengalami kondisi penyakit yang lebih berbahaya. Untuk itu, para petugas medis sangat mengimbau orangtua agar waspada terhadap bahaya RSV (Respiratory Syncytial Virus).

Setidaknya, apa yang dialami bayi berusia 3 bulan, yang berasal dari Smithfield, Virginia bisa dijadikan pelajaran penting dan mengingatkan kita semua agar tidak menyepelekan virus ini.

Artikel terkait : Cystic Fibrosis, Kelainan Bawaan yang Mengganggu Saluran Pernapasan Bayi

infeksi rsv

Infeksi RSV pada bayi yang patut Parents ketahui

Adalah Cameron, bayi 3 bulan ini  dinyatakan positif menderita RSV pada 23 Desember 2019. Kemudian dua hari setelah itu, Cameron langsung dirawat di rumah sakit. Leann Tate, ibu Cameron menyatakan jika anaknya dirawat selama 6 hari menggunakan tabung oksigen untuk membantunya bernapas.

“Saat itu Cameron sangat dehidrasi bahkan sempat tidak sadar. Hal ini, membuat Cameron harus mendapatkan perawatan darurat,” kenang Leann, yang dikutip dari situs ‘Good Morning America’.

Sang ibu mengatakan jika gejala RSV sama dengan penyakit commond cold, yaitu berupa pilek dan batuk.

infeksi rsv

Keadaan Cameron yang terkena infeksi RSV (Sumber foto: Good Morning America)

Lantas, sebenarnya apa RSV atau Respiratory Syncytial Virus itu? Apakah sebelumnya Bunda pernah mengetahui jenis gangguan kesehatan ini?

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs WebMD, RSV merupakan sebuah virus yang sangat menular dan menginfeksi saluran pernapasan sebagian besar anak di bawah usia 2 tahun. Infeksi RSV dapat menyebabkan masalah serius, terkadang hingga mengancam jiwa, seperti pneumonia atau bronchiolitis, peradangan saluran udara kecil paru-paru.

Sementara itu, CDC melaporkan jika setiap tahunnya ada sekitar 2,1 juta anak di bawah usia 5 tahun didiagnosis menderita RSV. Jika terlanjur menderita RSV, orangtua harus segera membawa sang anak ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan tindakan yang tepat.

“Kami harus memastikan bahwa bayi masih dapat bernapas, mereka dapat tetap terhidrasi dan tidak memiliki demam tinggi yang dapat membuat mereka dalam kesulitan,” kaya Dr. Edith Bracho-Sanchez, seorang dokter anak di Colombia University.

Leann Tate bukan satu-satunya orangtua yang anaknya menderita RSV. Pada bulan Agustus 2019, Ariana DiGrigorio, ibu 4 orang anak dari New Jersey ini pun berbagi foto putranya bernama Antonio (8 bulan) yang tubuhnya terhubung ke mesin, dengan harapan untuk mengingatkan orang lain agar tidak mendekati bayinya yang sedang sakit.

“Itu menakutkan. Sebelum dia dipindahkan ke ICU, dia berada di kamar biasa dan dia mengalami gangguan pernapasan,” ungkap DiGriorio.

infeksi rsv

Kondisi Antonio saat mendapatkan perawatan akibat infeksi RSV

Faktor penyebab dan gejala infeksi RSV

Faktor penyebab:

Disebabkan oleh virus RSV yang menyebar melalui udara, seperti setelah batuk dan bersin. Lalu, bisa juga melalui kontak fisik langsung dengan pembawa virus.

Kemungkinan tertinggi bayi yang mengalami infeksi ini yaitu:

  • Bayi lahir prematur
  • Anak-anak di bawah usia 2 tahun yang dilahirkan dengan penyakit jantung maupun paru-paru
  • Bayi dan anak kecil yang sistem kekebalan tubuhnya lemah karena penyakit atau perawatan medis
  • Bayi di bawah usia 8 hingga 10 minggu

Gejala RSV

Infeksi RSV dapat menyebabkan gejala seperti common cold, termasuk batuk dan pilek. Biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu.

Mirip seperti pilek, penyakit ini bisa merenggut nyawa bayi jika tidak segera ditangani!

Pencegahan RSV yang bisa dilakukan

Langkah-langkah yang dapat Bunda ambil untuk mencoba menghindari dan mencegah RSV meliputi:

  • Hindari mencium bayi jika Bunda atau orang lain memiliki gejala pilek.
  • Jaga lingkungan sekitar tetap bersih.
  • Jangan biarkan siapa pun merokok di sekitar bayi.
  • Jika memungkinkan, jauhkan bayi dari siapa pun yang terserang gejala flu.
  • Jauhkan bayi dari keramaian.
  • Minta orang untuk mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.
  • Batasi waktu bayi berada di luar rumah, terutama saat musim hujan.
  • Sering mencuci tangan, terutama setelah bersentuhan dengan siapa saja yang memiliki gejala flu.

Artikel terkait : Penelitian: Bayi bisa ‘divaksinasi’ terhadap Asma dengan Probiotik

Kapan harus menghubungi dokter?

Segera bawa si kecil ke dokter jika mengalami kondisi seperti ini:

  • Muncul suara mengi saat ia bernapas.
  • Tubuhnya lemas.
  • Batuk dengan lendir berwarna kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Sulit bernapas atau bahkan berhenti bernapas.
  • Menolak untuk menyusu.
  • Timbul tanda-tanda dehidrasi, seperti : kurang air mata saat menangis, produksi air seni yang sedikit atau tidak sama sekali buang air kecil selama 6 jam, dan kulit yang kering.
  • Jika tubuh bayi terasa sangat lemah, bernapas cepat, atau timbul warna biru di bibir atau di kuku mereka, segera bawa ke UGD untuk mendapat penanganan yang tepat.

Itulah informasi terkait infeksi RSV pada bayi yang patut Parents waspadai, serta contoh kasus yang pernah terjadi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi : GMA dan WebMD

Baca juga :

Gangguan pernafasan pada bayi baru lahir, kenali penyebab dan gejalanya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner