TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Fogging Nyamuk Berbahaya untuk Pernapasan? Cek Faktanya Yuk!

Bacaan 4 menit
Fogging Nyamuk Berbahaya untuk Pernapasan? Cek Faktanya Yuk!

Fogging nyamuk bertujuan untuk mencegah penualaran virus dengue penyebab demam berdarah. Lantas, bagaimana efeknya jika gas fogging terhirup?

Banyak orang bertanya-tanya, apa efeknya jika gas fogging terhirup? Benarkah fogging nyamuk berbahaya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasannya tentang fogging berikut ini, ya, Parents!

Fogging atau pengasapan biasa dilakukan di daerah pemukiman padat penduduk, terutama pada saat musim demam berdarah. Fogging ini berfungsi untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa yang bisa menularkan virus dengue pada manusia. Saat penyemprotan, gas tersebut mungkin akan ikut terhirup oleh manusia. 

Fogging Nyamuk Berbahaya?

fogging nyamuk berbahaya

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), obat untuk fogging nyamuk DBD sudah diracik sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan. Kandungan insektisida dalam gas tersebut sangat minim sehingga hanya mampu membunuh serangga sekecil nyamuk.

Di Indonesia, Insektisida yang biasa digunakan dalam fogging nyamuk adalah jenis pirethroid, misalnya deltamethrin, permethrin, alpha-cypermethrin, cyfluthrin, dan lambdacyhalothrin. Bahan aktif yang terdapat dalam insektisida ini dapat menembus lapisan kulit tubuh nyamuk, bisa juga membunuh serangga.

fogging nyamuk berbahaya

Gigitan nyamuk dapat menyebabkan demam berdarah

Pirethroid  juga banyak digunakan pada pembasmi nyamuk semprot rumahan yang dijual di supermarket. Hanya saja pada proses fogging, insektisida melalui proses tertentu dan menggunakan alat khusus, sehingga akan keluar dalam bentuk droplet yang sangat kecil.

Dalam jumlah kecil, asap yang terhirup tidak menimbulkan efek samping pada manusia. Akan tetapi, jika terhirup dalam jumlah besar, gas fogging bisa mengganggu kesehatan manusia.

Artikel terkait: Demam berdarah renggut nyawa 8 anak di Blitar, peringatan untuk Parents!

Efek Samping Fogging jika Terhirup dalam Jumlah Besar

fogging nyamuk berbahaya

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul jika Parents terpapar asap fogging dalam jumlah besar:

  • Mata perih dan berair
  • Batuk-batuk
  • Sulit bernapas
  • Sakit kepala
  • Iritasi kulit
  • Lemas

Selain itu, dampak negatif fogging nyamuk juga bisa dialami jika cairan racun mengenai kulit atau tidak sengaja tertelan. Tak hanya beberapa gejala di atas, paparan insektisida dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan keracunan insektisida yang ditandai dengan munculnya beberapa gejala, antara lain:

  • Gangguan penglihatan
  • Keringat berlebih
  • Produksi air liur berlebih
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Detak jantung dan tekanan darah menurun

Jika mata iritasi karena gas fogging, cuci mata dengan air bersih yang mengalir selama kira-kira 15 menit. Begitu juga jika kulit Parents bereaksi terhadap gas fogging. Segera bilas dengan air bersih yang mengalir dan ganti pakaian.

Lakukan Ini Jika Hendak Fogging Nyamuk di Rumah!

fogging nyamuk berbahaya

Apabila fogging dilakukan di dalam atau area sekitar rumah Parents, lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi:

  • Keluarlah dari rumah jika rumah hendak di fogging, tinggalkan beberapa jam setelah fogging dilakukan, agar Parents dan si kecil tidak menghirup gas fogging.
  • Kosongkan bak mandi atau wadah penampungan air sebelum penyemprotan dilakukan.
  • Tutupi barang-barang di rumah dengan koran dan simpan alat makan, baju, atau handuk, di tempat yang rapat.
  • Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka.
  • Gunakan masker selama fogging dilakukan dan beberapa saat setelahnya.
  • Bersihkan permukaan furniture atau perabot rumah tangga yang terkena asap.

Artikel terkait: Angkak, obat demam berdarah yang ampuh tingkatkan trombosit

Apakah Fogging Efektif Memberantas Nyamuk?

Fogging Nyamuk Berbahaya untuk Pernapasan? Cek Faktanya Yuk!

Hingga saat ini, fogging nyamuk masih direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai langkah mencegah wabah demam berdarah. Fogging dapat membunuh nyamuk dewasa pembawa penyakit demam berdarah (DBD).

Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan fogging, seperti:

  1. Gunakan dosis insektisida yang tepat. Penggunaan dosis yang tepat tidak akan membahayakan kesehatan manusia.
  2. Perhatikan arah angin saat fogging. Penyemprotan harus dilakukan dengan melihat arah angin, agar gas fogging nyamuk tidak mengganggu pandangan atau kenyamanan dalam beraktivitas.
  3. Fogging nyamuk sebaiknya dilakukan pada pagi (jam 7-10) atau sore (jam 15-17). Pada siang hari, nyamuk sedang tidak beraktivitas dan gas fogging mudah menguap karena teriknya udara.

Apa yang Parents Bisa Lakukan untuk Mencegah DBD?

fogging nyamuk berbahaya

Petugas sedang melakukan fogging

Salah satu cara yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah 3M Plus, yaitu:

  1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, drum, ember, dan sebagainya.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air untuk menghindari nyamuk bersarang di dalamnya.
  3. Memanfaatkan limbah dan barang bekas (daur ulang) agar tidak menjadi tempat nyamuk DBD berkembang biak.
  4. Menggunakan obat antinyamuk
  5. Membersihkan lingkungan rumah
  6. Memberikan larvasida ke dalam penampungan air yang sulit dibersihkan atau dikuras. 

Selain itu menurut penelitian, pencegahan DBD dapat dilakukan dengan beberapa teknik kimia, biologi dan fisik. Secara kimia yaitu pengasapan dan abatisasi. Pencegahan biologi dengan memelihara jenis ikan nila merah, ikan guppy dan ikan cupang.

****

Jadi, fogging nyamuk berbahaya jika digunakan dalam dosis yang tidak tepat. Sebaliknya, tergolong aman apabila digunakan sesuai petunjuk. Jangan lupa, tetap perhatikan berbagai langkah untuk meminimalisir efek sampingnya, ya, Parents.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

 

Baca juga:

Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) Agar Anak-anak Terhindar Darinya

7 Obat demam berdarah dari bahan alami ini bisa Bunda buat di rumah

Cerita mitra kami
Lebih Tipis dan Bisa Jerawatan, Ini Fakta Unik tentang Kulit Bayi yang Harus Parents Tahu
Lebih Tipis dan Bisa Jerawatan, Ini Fakta Unik tentang Kulit Bayi yang Harus Parents Tahu
5 Masakan Berkuah yang Ikonik dan Wajib Bunda Masak Saat Lebaran, Ikuti Tipsnya!
5 Masakan Berkuah yang Ikonik dan Wajib Bunda Masak Saat Lebaran, Ikuti Tipsnya!
Remehkan Hepatitis A pada Anak? Ini Risikonya!
Remehkan Hepatitis A pada Anak? Ini Risikonya!
Zwitsal Meriahkan Mombee World 2025 di Medan, Acara Terbesar Parenting di Sumatera!
Zwitsal Meriahkan Mombee World 2025 di Medan, Acara Terbesar Parenting di Sumatera!

Terkena demam berdarah saat hamil, ibu dan bayinya ini hampir kehilangan nyawa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Cek Fakta
  • /
  • Fogging Nyamuk Berbahaya untuk Pernapasan? Cek Faktanya Yuk!
Bagikan:
  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

  • 5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

    5 Fakta Menarik Pink Moon, Bulan Purnama Terbesar Hingga Bulan Paskah

  • 10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

    10 Mitos dan Fakta Seputar Sindrom Down, Jangan Sampai Salah!

  • Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

    Sejarah Kartu Pos di Dunia, Diciptakan Demi Alasan Efisiensi

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti