TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

10 Film Kartun Dewasa yang Tidak Boleh Ditonton Anak

Bacaan 8 menit
10 Film Kartun Dewasa yang Tidak Boleh Ditonton Anak

Selalu dampingi si Kecil saat menonton kartun anak ya, Parents.

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Film kartun dewasa adalah tontonan yang tidak baik bagi anak, beberapa di antaranya karena memuat konten dewasa yang kurang pantas ditonton oleh si Kecil.

Tayangan kartun anak sejatinya adalah hiburan bagi anak-anak, beberapa film dan serial kartun memiliki pengajaran yang baik kepada mereka.

Selain itu, ada pula tayangan kartun yang tampaknya tidak memiliki konten negatif, tapi ternyata bisa menimbulkan kebiasaan buruk bagi anak yang menontonnya.

Berikut ini adalah film kartun dewasa yang bisa menanamkan sifat buruk pada anak.

Artikel terkait: 11 Film Kartun Disney Terbaru Paling Populer, Cocok Ditonton Bareng Keluarga!

Daftar isi

  • Film Kartun Dewasa yang Memberi Dampak Negatif
  • Pentingnya Pendampingan Orang Tua Saat Menonton Kartun Anak

Film Kartun Dewasa yang Memberi Dampak Negatif

1. Sakamoto Days, Adegan Pembunuhan dan Kekerasan

Sakamoto Days

Sakamoto Days mengisahkan tentang Tarou Sakamoto, seorang pembunuh bayaran legendaris yang ditakuti dan dihormati di dunia kriminal, namun memutuskan pensiun setelah jatuh cinta dan berkeluarga.

Kini, ia menjadi seorang pria bertubuh tambun yang menjalankan toko kelontong, hidup damai bersama istri dan anaknya.

Namun, masa lalu kelamnya kembali menghantui ketika mantan rekan dan musuh-musuhnya datang untuk membalas dendam atau memaksanya kembali ke jalan lama.

Sakamoto, dengan sumpah untuk tidak membunuh lagi, harus menggunakan keahlian bertarung dan kecerdasannya untuk melindungi keluarganya dari ancaman.

Series ini menciptakan perpaduan aksi, komedi, dan dilema moral dalam petualangannya sehari-hari.

Adegan pembunuhan yang ditampilkan dalam kartun ini cukup realistis sehingga orang tua perlu berhati-hati terhadap anak-anak yang menontonnya.

2. Pokemon, Menanamkan Sifat Agresif pada Anak

kartun anak negatif

Beberapa ahli psikologi telah menganalisa tingkat kekerasan pada beberapa program televisi, temasuk tayangan kartun Pokemon.

Mereka yakin bahwa kartun dengan maskot Pikachu ini bisa membuat anak menjadi agresif, bahkan salah satu studi yang dilakukan pun menyatakan demikian.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak menganggap tokoh animasi di dalamnya sama seperti karakter di dunia nyata.

Menilik dari konten tayangan yang selalu berisi pertarungan antar Pokemon ini, tentunya Anda juga menyadari bahwa kartun ini memiliki banyak adegan perkelahian, yang kurang baik jika dicontoh oleh anak.

Prof. Douglas Gentile mengingatkan para orang tua, “Memberi label fantasi pada tayangan yang berisi kekerasan adalah keliru, hal ini bisa meningkatkan akses anak-anak pada konten yang buruk dengan mengurangi pengawasan orang tua.”

3. Spongebob Squarepants, Perpindahan Adegan yang Cepat Pengaruhi Ingatan Jangka Pendek

kartun anak berdampak negatif

Bila Anda sering menemani anak menonton tayangan kartun dengan setting di dalam laut ini, tentu sering melihat bahwa antara adegan satu dan lainnya sering berubah dalam hitungan detik.

Ternyata, hal ini kurang baik bagi anak.

Bahkan sebuah studi menyatakan bahwa terlalu sering menonton Spongebob bisa membuat anak menjadi lamban dalam berpikir.

Para ahli psikologi anak memberi peringatan bahwa menonton adegan mondar mandir yang cepat meski hanya beberapa menit bisa menghalangi kemampuan berpikir abstrak.

Selain itu juga memengaruhi ingatan jangka pendek, bahkan pengendalian gerak (impuls).

Sebuah penelitian yang dilakukan melalui eksperimen terhadap anak-anak, menunjukkan bahwa anak kecil yang terlalu sering menonton Spongebob memiliki tingkat pencapaian yang lebih buruk secara signifikan pada tes yang mereka ikuti.

Bahkan pemimpin dalam studi ini juga mencatat bahwa kartun Spongebob punya dampak negatif langsung pada anak-anak.

Kartun Spongebob yang berpindah adegan setiap 11 detik bisa membuat anak terganggu, dan mematikan kemampuan rentang perhatian atau konsentrasi anak-anak.

4. Calliou, Kartun Anak yang Mengajarkan Perilaku Negatif

kartun anak berdampak negatif

Kartun ini memang kurang populer di Indonesia, namun bagi Anda yang berlangganan TV kabel, kemungkinan akan menemukan tayangan ini di saluran khusus anak.

Kartun ini menceritakan seorang balita bernama Calliou yang selalu merengek, mengamuk dan bersikap manja. Namun tak pernah mendapat hukuman dari kedua orang tuanya.

Dia juga tidak mau berbagi dengan teman atau adiknya, kebiasaan makan yang buruk, tidak punya sopan santun, bahkan membentak pada orang tua. Tokoh Calliou selalu bersikap semau sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Menonton tayangan ini bisa membuat anak meniru perilaku buruk Calliou, sehingga anak menjadi pribadi yang egois dan memperlakukan orang lain seenaknya.

Jauhkan tayangan ini dari anak Anda, karena bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang manja.

5. Winx Club, Pakaian dan Perilaku yang Tidak Pantas

kartun berdampak negatif

Berhati-hatilah jika Anda menemukan tayangan kartun ini, karena kebiasaan anak yang suka meniru apa yang ia lihat, bisa berbahaya jika ia menonton kartun yang seharusnya untuk orang dewasa ini.

Kartun ini menceritakan tentang beberapa orang peri dengan kekuatan bertarung yang istimewa, untuk menyelamatkan dunia. Akan tetapi pakaian yang dikenakan terlalu minim dan menampilkan keseksian tubuh perempuan.

Cerita mitra kami
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella

Kartun ini menyasar penonton usia anak-anak hingga remaja, dan ada beberapa adegan tokohnya mencium bibir sang pacar dengan sangat mesra.

Ada sebuah studi yang menyatakan bahwa anak-anak yang melihat banyak konten yang mengarah ke seksualitas di televisi.

Anak-anak akan cenderung terlibat dalam kegiatan seksual lebih dini, dibandingkan rekan mereka yang tidak menonton acara bermuatan seksual secara eksplisit.

Artikel Terkait: Benarkah Kartun Peppa Pig Berdampak Buruk pada Anak?

6. Ben and Holly’s Little Kingdom, Memanggil Orang Lain dengan Sebutan Bodoh

Kartun anak berdampak negatif

Kartun ini bercerita tentang kerajaan peri dan elf yang hidup secara harmonis.

Bila dilihat sekilas, serial kartun ini terlihat aman untuk ditonton oleh anak-anak, karena tidak mengandung muatan kekerasan maupun seksualitas.

Akan tetapi, salah satu karakter dalam kartun ini seringkali menyebut binatang atau karakter lain dengan panggilan bodoh.

Padahal, karakter yang melakukan hal tersebut justru merupakan tokoh yang jadi panutan karakter lainnya dalam kartun ini.

Sebagai pencegahan, sebaiknya hindari anak kita menonton kartun ini agar anak tidak meniru memanggil orang di sekitarnya dengan sebutan bodoh.

7. Dora The Explorer, Pendidikan yang Salah

10 Film Kartun Dewasa yang Tidak Boleh Ditonton Anak

Serial kartun yang satu ini cukup interaktif, karena mengajak anak-anak ikut berpetualang dengan Dora dan sahabat setianya si monyet biru.

Selalu ada adegan saat Dora dan temannya akan bertanya pada penonton, kemudian mereka diam sejenak sebelum meneriakkan bahwa penonton menjawab dengan benar.

Meski kelihatannya hal ini baik, karena mampu mengajak anak untuk interaktif, namun dengan cara karakter Dora yang selalu membenarkan jawaban setelah terdiam.

Hal ini akan membuat anak meyakini bahwa jawabannya selalu benar, padahal ia bisa saja salah.

8. Peppa Pig, Mengajarkan Anak Makan Berlebihan

10 Film Kartun Dewasa yang Tidak Boleh Ditonton Anak

Beberapa tahun lalu, serial kartun anak ini sempat menuai kontroversi.

Karena dinilai bisa menyebabkan anak menjadi autis.

Sebuah studi pada tahun 2015 menyatakan, anak yang terlalu sering menonton kartun dengan karakter yang gemuk dan suka makan, akan memiliki kecenderungan untuk makan lebih banyak dan mengalami obesitas.

Meski penyebab obesitas pada anak sangatlah beragam, namun alangkah baiknya jika orang tua menanamkan pola pikir yang sehat, dan mendorong anak untuk selalu aktif bergerak, melakukan olahraga, dan memilih makanan yang sehat.

9. Happy Tree Friends, Kekerasan yang Sangat Eksplisit

Film Kartun Dewasa - Happy Tree Friends

Kartun ini menampilkan karakter hewan-hewan lucu dengan visual yang menggemaskan.

Namun, jangan terkecoh dengan penampilan luarnya.

Happy Tree Friends adalah serial yang sangat kontras dengan penampilan karakternya, karena hampir setiap episode dipenuhi dengan adegan kekerasan ekstrem dan eksplisit.

Adegan yang ditampilkan meliputi kecelakaan berdarah, pemotongan anggota tubuh, luka parah, dan pembunuhan brutal yang disajikan dengan gaya komedi gelap.

Paparan kekerasan yang sangat grafik dan berdarah-darah ini dapat menormalisasi kekejaman dan menyebabkan trauma visual atau emosional pada anak.

Anak-anak yang meniru bisa menganggap tindakan kekerasan sebagai sesuatu yang lucu atau wajar.

Kartun ini memiliki peringatan keras bahwa tontonan ini hanya untuk dewasa.

9. The Simpsons, Humor Dewasa, Sarkasme, dan Perilaku Buruk

Film Kartun Dewasa - The Simpsons

Meskipun sangat populer dan berumur panjang, serial The Simpsons pada dasarnya adalah komedi satir yang ditujukan untuk penonton dewasa.

Kartun ini berfokus pada keluarga disfungsi di Amerika.

Serial ini sering menampilkan humor yang kasar, sarkasme, dialog yang tidak senonoh, dan sindiran terhadap isu-isu sosial, politik, dan agama yang sulit dipahami anak-anak.

Karakter seperti Homer Simpson sering menunjukkan perilaku tidak bertanggung jawab, seperti minum alkohol berlebihan, kemalasan, dan sikap apatis.

Menonton karakter panutan yang menunjukkan perilaku negatif, ketidakpatuhan, dan penggunaan bahasa kasar dapat memengaruhi anak untuk meniru tindakan tersebut.

Selain itu, perilaku yang ditunjukan dapat mengembangkan pandangan yang salah atau sinis tentang hubungan keluarga dan otoritas.

Artikel terkait: 3 Kartun yang Aman Ditonton oleh Si Buah Hati

Pentingnya Pendampingan Orang Tua Saat Menonton Kartun Anak

Tumbuh kembang otak dan psikologis anak sangat dipengaruhi oleh apa yang ia lihat dan dengar.

Oleh karena itu, panduan orang tua dalam memilih tayangan yang berkualitas sangatlah penting.

Ada banyak pilihan jenis kartun yang aman untuk ditonton oleh anak, dan memiliki nilai edukasi yang lebih tinggi dibandingkan kartun anak lainnya.

Saat akan atau sedang menonton film atau tayangan televisi dengan anak, cobalah melakukan beberapa hal ini:

  • Tonton dulu tayangan, games atau aplikasi apa pun sebelum membolehkan anak menonton atau memainkannya. Lebih baik lagi, mainkan atau tonton bersama si Kecil.
  • Pilihlah tayangan yang bersifat interaktif yang melibatkan anak, bukan tayangan yang hanya membuat si Kecil menontonnya dengan pasif.
  • Gunakan “parental control” untuk memblokir tayangan di internet.
  • Pastikan Anda berada di dekat anak ketika dia menonton sesuatu sehingga Anda dapat mengawasinya.
  • Secara berkala, tanyakan kepada anak program, mainan dan aplikasi apa yang ditontonnya.
  • Ketika sedang menonton sesuatu dengan anak, diskusikan tentang apa yang Anda tonton dan edukasi si Kecil tentang tayangan.

Setiap orang tua memiliki cara yang berbeda dalam metode pengasuhan anak mereka, termasuk dalam memilih tayangan yang akan ditonton oleh anak mereka.

Namun tentu semuanya sepakat, bahwa tayangan yang baik dan mendidik akan lebih dipilih, daripada kartun yang memberi dampak negatif pada anak.

Jangan lupa untuk mengawasi dan mendampingi anak saat menonton, terlebih ketika masuk kategori film kartun dewasa.

Anda bisa menjelaskan dengan baik apa yang boleh dan tidak boleh ditiru si anak dari tayangan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Screen time and children: How to guide your child
www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/screen-time/art-20047952

***

Baca Juga:

5 Rekomendasi Film Anak Edukatif di Netflix Terbaru: Ada Twist, Scientist hingga Octonauts

8 Film Anak Tema Pendidikan untuk Bangun Semangat Raih Mimpi

16 Film tentang Ibu dan Anak Tersedih, Rating Tinggi hingga Paling Baru!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • 10 Film Kartun Dewasa yang Tidak Boleh Ditonton Anak
Bagikan:
  • 30 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    30 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 11 Artis Punya Anak Lewat Ibu Penggati atau Surogasi, Ada Meghan Trainor!

    11 Artis Punya Anak Lewat Ibu Penggati atau Surogasi, Ada Meghan Trainor!

  • Profil Syifa Hadju Terlengkap, Baru Gelar Prosesi Lamaran!

    Profil Syifa Hadju Terlengkap, Baru Gelar Prosesi Lamaran!

  • 30 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    30 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 11 Artis Punya Anak Lewat Ibu Penggati atau Surogasi, Ada Meghan Trainor!

    11 Artis Punya Anak Lewat Ibu Penggati atau Surogasi, Ada Meghan Trainor!

  • Profil Syifa Hadju Terlengkap, Baru Gelar Prosesi Lamaran!

    Profil Syifa Hadju Terlengkap, Baru Gelar Prosesi Lamaran!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti