TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Dismenore atau Kram Saat Menstruasi, Simak Penjelasan Lengkap Kondisi Ini!

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 6 menit
Dismenore atau Kram Saat Menstruasi, Simak Penjelasan Lengkap Kondisi Ini!

Dismenore atau kram menstruasi ternyata bisa disebabkan oleh masalah medis. Apa saja?

Perempuan kerap mengalami kram menstruasi atau dismenore (dysmenorrhea) selama atau sebelum periode menstruasi. Bagi beberapa orang, kondisi ini dianggap sebagai hal biasa karena hanya nyeri ringan. Namun, bagi sebagian yang lain, kram ini bisa sangat menyiksa karena sakit yang teramat parah. 

Rasa nyeri terparah biasanya muncul menjelang atau saat hari pertama menstruasi. Keadaan tersebut akan membaik setelah beberapa hari hingga periode menstruasi selesai. Nyatanya, kram haid bukan sekadar nyeri rutin yang datang setiap bulan. Berikut penjelasan selengkapnya!

Artikel Terkait: Jangan Sepelekan Sakit Perut Sebelah Kiri, Ini Penyebab, dan Mengobatinya

Daftar isi

  • Apa Itu Dismenore?
  • Jenis Dismenore
  • Gejala Dismenore
  • Penyebab Dismenore
  • Faktor Risiko Dismenore
  • Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan Dismenore?
  • Pencegahan Dismenore atau Kram Menstruasi
  • Kapan Harus ke Dokter? 

Apa Itu Dismenore?

Dismenore

Sumber: freepik

Berdasarkan ulasan American Family Physician, dismenore adalah kram yang menyakitkan pada perut bagian bawah. Kondisi ini bisa terjadi saat menstruasi atau sebelumnya. Hal ini  menjadi salah satu masalah ginekologi paling umum yang menyebabkan nyeri panggul dari segala usia dan ras. 

Kram haid biasanya muncul 6 sampai 12 bulan setelah menarche (haid pertama) dengan prevalensi puncak terjadi pada akhir remaja atau awal dua puluhan. Gejala biasanya dimulai pada masa remaja dan dapat menyebabkan absensi di sekolah dan pekerjaan, serta keterbatasan pada kegiatan sosial, akademik, dan olahraga.

Kram menstruasi biasanya terjadi pada satu atau dua tahun sejak seorang anak perempuan mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Seiring bertambahnya usia, kram yang dirasakan menjadi lebih ringan dan menghilang setelah melahirkan anak pertama. 

Jenis Dismenore

Dismenore menyebabkan kram dan nyeri yang parah dan sering selama periode menstruasi. Kemungkinan ada dua jenis kram yang bisa dialami oleh perempuan selama periode menstruasinya. 

  • Dismenore primer. Ini terjadi ketika seorang perempuan pertama kali memulai menstruasi dan tidak ada sebab patologis yang mendasarinya. Biasanya terjadi setahun setelah haid pertama. 
  • Dismenore sekunder. Jenis ini disebabkan oleh beberapa penyebab fisik. Hal ini sebagian besar mungkin disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit radang panggul atau endometriosis.

Gejala Dismenore

Dismenore

Sumber: freepik

Gejala yang dialami oleh setiap perempuan mungkin berbeda-beda. Namun, umumnya kram menstruasi disertai oleh sejumlah gejala sebagai berikut: 

  • Kram di perut bagian bawah
  • Sakit di perut bagian bawah
  • Nyeri punggung bawah
  • Nyeri menjalar ke kaki
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Merasa lemah
  • Pingsan
  • Sakit kepala

Penyebab Dismenore

Dismenore

Sumber: freepik

Saat menstruasi, rahim akan berkontraksi untuk mengeluarkan lapisan yang mengelupas. Seperti mengutip dari Mayo Clinic, zat mirip hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam rasa sakit dan memicu kontraksi otot rahim. Orang yang memiliki tingkat prostaglandin yang lebih tinggi akan mengalami kram menstruasi yang lebih parah.

Akan tetapi, kram menstruasi bisa disebabkan oleh hal lain, yakni: 

  • Endometriosis: Terjadi saat endometrium (jaringan rahim) tumbuh di luar rahim. Paling sering di tuba hingga ovarium. 
  • Fibroid rahim: Pertumbuhan non-kanker di dinding rahim ini yang dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Adenomiosis: Terjadi ketika jaringan yang melengkapi rahim (endometrium) di dalam dinding otot rahim (miometrium). Dalam kondisi normal, seharusnya jaringan endometrium hanya melapisi permukaan rongga rahim.
  • Penyakit panggul atau radang panggul: Ketika organ reproduksi mengalami infeksi karena bakteri. Umumnya karena bakteri menular seksual. 
  • Stenosis serviks: Kondisi saluran pembukaan serviks cukup kecil dari pada umumnya sehingga  menghambat aliran darah menstruasi. Dampaknya, menyebabkan peningkatan tekanan yang dialami dalam rahim.
  • Kehamilan ektopik: Perdarahan uterus abnormal, nyeri perut bagian bawah yang tajam, dan/atau kram pada sisi panggul, bisa menjadi tanda kehamilan di luar rahim.
  • Tumor, atau polip di rongga panggul

Faktor Risiko Dismenore

Nyeri haid bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi untuk mengalaminya, yakni: 

  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Memulai pubertas lebih awal, pada atau sebelum usia 11 tahun
  • Perdarahan berat selama periode (menorrhagia)
  • Mengalami perdarahan menstruasi yang tidak teratur (metroragia)
  • Memiliki riwayat keluarga kram menstruasi
  • Merokok
  • Minum alkohol selama periode menstruasi (alkohol cenderung memperpanjang nyeri menstruasi)
  • Kelebihan berat badan
  • Perempuan yang belum pernah hamil

Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan Dismenore?

1. Diagnosis Dismenore

Dismenore atau Kram Saat Menstruasi, Simak Penjelasan Lengkap Kondisi Ini!

Sumber: freepik

Bila mengalami kram yang menyakitkan selama menstruasi, cobalah untuk melakukan pemeriksaan medis. Dokter biasanya akan  mengevaluasi riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik dan panggul yang lengkap.

Selanjutnya untuk mendiagnosisnya, dokter akan  menyarankan beberapa tes antara lain: 

  • USG (ultrasonografi): Tes ini bisa menunjukkan kelainan pada bagian dalam rahim. 
  • Transvaginal ultrasonography (USG transvaginal) yang bisa mendeteksi fibroid dan kehamilan ektopik.
  • Magnetic Resonance Imaging  (MRI): Menggunakan magnet besar, frekuensi radio, dan komputer untuk mendapatkan gambar detail organ dan struktur di dalam tubuh yang lebih jelas.
  • Laparoskopi: Berupa tabung tipis yang dilengkapi lensa yang bisa digunakan untuk melihat ke dalam area panggul dan perut. Biasanya dimasukkan sayatan untuk pemeriksaan ini.
  • Histeroskopi. Ini adalah pemeriksaan visual saluran serviks dan bagian dalam rahim yang menggunakan alat penglihatan (histeroskopi) dengan cara  dimasukkan melalui vagina.
  • Mikroskop salin: Pemeriksaan mikroskopik dari cairan vagina dapat menunjukkan infeksi mikroorganisme penyakit menular seksual.
  • Tes urine bisa dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan  kehamilan atau infeksi lain.

Artikel Terkait: Nyeri haid mengganggu setiap kali mens? Cegah sekarang dengan tips berikut!

2. Pengobatan Dismenore

Kram menstruasi yang muncul akibat kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan perawatan dari tenaga kesehatan ahli. Namun, bila mengalami gejala ringan, beberapa cara bisa dilakukan untuk mengobati gejalanya.

  • Gunakan bantal pemanas yang diletakkan di punggung bawah atau bagian perut
  • Mandi air hangat
  • Cobalah beristirahat 
  • Pijat punggung bagian bawah dan perut
  • Akupunktur atau akupresur
  • Bila gejala belum mereda beberapa obat penghilang nyeri bisa dikonsumsi, seperti aspirin acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen

Selain itu ada beberapa kemungkinan tindakan yang bisa dilakukan oleh dokter tergantung kondisi pasien. 

  • Kontrasepsi oral untuk menghambat ovulasi
  • Ablasi endometrium (prosedur untuk menghancurkan lapisan rahim)
  • Reseksi endometrium (prosedur untuk menghilangkan lapisan rahim)
  • Histerektomi (operasi pengangkatan rahim)

Pencegahan Dismenore atau Kram Menstruasi

Perempuan yang berolahraga secara teratur sering mengalami nyeri haid yang lebih ringan. Untuk membantu mencegah kram, cobalah berolahraga secara rutin. Selain itu ada beberapa gaya hidup yang perlu diterapkan antara lain: 

  • Beristirahatlah saat membutuhkannya.
  • Hindari makanan yang mengandung kafein dan garam.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Cobalah untuk mengelola stres .

Artikel Terkait: Mual Saat Haid, Normal atau Tanda Kondisi yang Berbahaya?

Kapan Harus ke Dokter? 

Kram menstruasi memang umum menyerang beberapa perempuan. Namun, ada beberapa kondisi yang mungkin menunjukkan kondisi medis tertentu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kram menstruasi mengganggu kehidupan sehari-hari
  • Gejala yang timbul semakin memburuk
  • Mulai mengalami kram menstruasi yang parah setelah usia 25

Itulah penjelasan lengkap tentang kram menstruasi yang ternyata bisa menunjukkan kondisi medis tertentu. Segera periksakan diri ke dokter sekiranya merasakan nyeri yang tidak wajar atau sangat mengganggu.  

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Dysmenorrhea
https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/dysmenorrhea?amp=true

Diagnosis and Initial Management of Dysmenorrhea
https://www.aafp.org/afp/2014/0301/p341.html

Menstrual cramps
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938

Menstrual Cramps
https://www.webmd.com/women/menstrual-cramps

Baca Juga: 

11 Manfaat Minum Jahe Tiap Hari, Bantu Tangkal Virus dan Penyakit Serius

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Adenomiosis, gangguan rahim yang bisa menyebabkan susah hamil, ini gejalanya!

Sering Dibeli Secara Bebas, Ini Manfaat dan Efek Samping Obat Ponstan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Dismenore atau Kram Saat Menstruasi, Simak Penjelasan Lengkap Kondisi Ini!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti