TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Si Kecil Punya Teman Toksik, Apa yang Sebaiknya dilakukan Orang Tua? 

Bacaan 5 menit
Si Kecil Punya Teman Toksik, Apa yang Sebaiknya dilakukan Orang Tua? 

Teman toksik seringkali bersikap manipulatif untuk mengendalikan anak lain. Simak cara mengatasinya!

Tidak hanya orang dewasa, anak khususnya remaja dan praremaja juga bisa menghadapi situasi punya teman yang toksik. Hanya saja mungkin dia belum memahami atau sulit mengungkapkannya. 

Para orangtua mungkin bisa menyadari kehadiran seorang teman toksik yang memegang kendali atas mental anak mereka. Misalnya, ketika teman toksik itu menjauhinya, si anak justru murung.

Sebaliknya, ia akan kembali ceria kala mereka berteman kembali. Namun, teman toksiknya akan mengucapkan kata-kata atau perbuatan yang menyakitinya lagi.

Hal ini terus berulang sehingga anak kehilangan harga diri dan keberaniannya. Ini bisa menjadi dilema bagi orangtua, sebab tidak semudah itu meminta anak mengakhiri pertemanan dengan teman beracunnya. 

Saat anak punya teman toksik, bagaimana sebaiknya sikap orangtua? 

Waspadai Pertemanan Toksik Pada Anak 

Anak punya teman toksik

Sumber : unsplash

Mengutip Psychology Today, orang toksik umumnya memiliki sifat narsisme yang intens. Mereka pun hanya berfokus pada kesenangan diri sendiri dan seringkali bersifat manipulatif. Orang macam itu juga ahli menciptakan citra positif atas dirinya di hadapan guru, orangtua, maupun teman-temannya. 

Namun, mereka benar-benar orang yang berbeda saat menjadi dirinya sendiri. Ia mendapatkan kepercayaan anak lain melalui manipulasi.

Begitu mendapatkan kepercayaan dari anak lain, ia akan mulai berbuat dan mengatakan hal yang menyakitkan demi keuntungannya sendiri. Hingga akhirnya, pelaku memegang kendali atas mental anak lain. 

Contoh nyata, ketika teman beracun mengeluarkan seorang anak dari acara yang sebelumnya melibatkan anak tersebut dan kemudian sengaja memamerkannya di media sosial untuk menyakiti si anak.

Kemudian ketika korban mencoba bertanya mengapa dia dikeluarkan teman beracun justru akan menuduh anak itu “dramatis” atau “gila”. Lebih ekstrem teman beracun itu akan menyebarkan tuduhan di belakang anak dengan menarasikan anak yang menjadi korban sebagai “orang jahat.”

Dari sudut pandang seorang anak, berurusan dengan teman yang beracun mungkin tidak terlalu menakutkan daripada tidak memiliki teman.

Artikel terkait : Psikolog: Orangtua jangan fokus jadi ‘teman baik’ anak, bisa berdampak buruk!

Khawatir Anak Punya Teman Toksik, Lakukan Langkah Pencegahan Ini! 

Anak punya teman toksik

Sumber : unsplash

Orangtua memang tidak bisa mengatur dengan siapa saja anak mereka berteman. Namun, kita bisa mengarahkan anak untuk menghindari pertemanan toksik. Mengutip Raising Children, inilah beberapa hal yang bisa orang tua lakukan. 

1.Bicara kepada Anak Tentang Pertemanan yang Sehat

Ajak anak berbicara tentang pertemanan yang sehat. Teman yang baik adalah mereka yang selalu menjaga, peduli, mengikutsertakan temannya dalam aktivitas, dan memperlakukan mereka dengan hormat. Hal ini bisa membantu anak memilah anak lain yang layak dijadikan teman.

2. Biarkan Anak Bergaul dengan Banyak Teman

Membantu mendorong anak untuk memiliki banyak teman dari berbagai tempat, seperti sekolah, klub olahraga atau sosial, teman keluarga dan tetangga, bisa membantu anak memiliki jaringan pertemanan yang luas. Akan lebih mudah baginya berpaling dari pertemanan toksik. 

3. Kenali Pergaulan Mereka untuk Mencegah Anak Punya Teman Toksik

Mengenal teman-teman anak juga penting. Ini memberi kesempatan untuk diam-diam mengamati interaksi sosial anak dan memahami masalah yang mungkin muncul. 

4. Ajak Anak Bercerita Tentang Pertemanannya 

Cobalah berbicara dengan anak tentang apa yang mereka lakukan dengan teman-temannya. Dengarkan anak dan gunakan pertanyaan terbuka. Ketika Anda menjaga jalur komunikasi tetap terbuka agar anak leluasa berbicara masalah mereka.

5. Jadilah Panutan untuk mengindari Anak Punya Teman Toksik

Tunjukkan kepada anak bagaimana membentuk dan memelihara hubungan positif dengan teman, mitra bisnis, dan kolega. Anak akan belajar dari mengamati hubungan yang memiliki rasa hormat, empati, dan cara-cara positif untuk menyelesaikan konflik. 

Artikel terkait : Bikin merinding! Anak ini sedang ngobrol dengan hantu atau teman khayalan?

Membantu Anak Keluar dari Pertemanan Toksik

Si Kecil Punya Teman Toksik, Apa yang Sebaiknya dilakukan Orang Tua? 

Sumber : unsplash

Sebelum campur tangan, sebaiknya beri anak kesempatan untuk menyelesaikan sendiri masalah persahabatannya Ini dapat membantu anak mempelajari keterampilan mengatasi konflik. Namun bila terpaksa harus turun tangan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan. 

1. Mengubah Pertemanan Beracun Jadi Pertemanan Sehat

Terdengar mustahil tetapi tidak ada salahnya dicoba. Saat anak tidak ingin mengakhiri pertemanan, bantulah mereka menemukan cara mengubahnya dengan menemukan akar permasalahannya.

Contohnya, Bila teman suka berkomentar negatif yang menyakitkan dorong anak untuk memberitahukan temannya bahwa dia tidak suka mendengarnya. 

2. Minta Anak Mengakhiri Pertemanan Beracun

Jika anak siap mengakhiri persahabatan, bantu anak untuk mengungkapkannya kepada teman toksiknya. Contohnya:”Aku tidak bisa menjadi temanmu lagi kecuali kamu berhenti bergosip tentang ku,”

3. Bersiap-Siap dengan Serangan Teman Toksik

Saat anak mencoba mengakhiri pertemanannya, mempersulit hidup anak. Waspadai terhadap pelecehan, intimidasi, atau perundungan di dunia maya. Jika hal tersebut terjadi segera hubungi sekolah atau organisasi tempat bullying terjadi, dan dukung anak di rumah. 

Artikel terkait : 7 Fakta di balik Mitos Seputar Teman Imajiner Anak

4. Dorong Anak untuk Menemukan Teman Baru

Setelah berhasil terlepas dari pertemanan yang beracun. Cari tahu tentang klub di sekolah seperti drama, olahraga , catur, dan sebagainya yang mungkin bisa anak ikuti. Di sana mungkin ia akan menemukan teman baru yang memiliki minat yang sama. 

Itulah beberapa tindakan yang bisa dilakukan saat orang tua mendapati anak terjebak dalam pertemanan yang toksik. Jangan lupa untuk selalu mendukung mereka ya, Parents! 

Frenemies’ and toxic friendships: pre-teens and teenagers

https://raisingchildren.net.au/pre-teens/behaviour/peers-friends-trends/frenemies

Six Ways to Help a Child Who Has a Toxic Friend

https://www.psychologytoday.com/us/blog/peaceful-parenting/202001/six-ways-help-child-who-has-toxic-friend

***

Baca juga :

Ini Alasan Jangan Paksa Anak Peluk/Cium Saudara atau Teman Anda

7 Tips Aman Anak Bertemu Teman di Masa Pandemi, Parents Perlu Tahu

Dokter anak ini klaim temukan penyebab autis pada anak!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

  • Halaman Depan
  • /
  • Pengasuhan Anak
  • /
  • Si Kecil Punya Teman Toksik, Apa yang Sebaiknya dilakukan Orang Tua? 
Bagikan:
  • 5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

    5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

  • Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

    Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

  • Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

    Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

  • 5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

    5 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

  • Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

    Ketahui Penyebabnya, Begini Tips Mengasuh Anak agar Tidak Serakah

  • Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

    Ingin Si Kecil jadi Anak Bertakwa? Terapkan Cara Mendidik Anak Menurut Islam Ini

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti