TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Ini Alasan Jangan Paksa Anak Peluk/Cium Saudara atau Teman Anda

Bacaan 4 menit
Ini Alasan Jangan Paksa Anak Peluk/Cium Saudara atau Teman Anda

Terkadang anak menolak saat diminta mencium atau memeluk teman atau kerabat keluarga. Apa yang sebaiknya Parents lakukan jika hal ini terjadi?

Saat musim liburan tiba, seringkali kita mengajak anak untuk mengunjungi kakek-nenek, paman, bibi, serta sepupu-sepupu mereka.  Dan biasanya ada situasi canggung yang akan timbul saat para kerabat mengharapkan pelukan dan ciuman dari anak kita.

Dalam situasi tersebut, anak kadang cenderung menolak untuk dicium, dipeluk, atau bahkan sekedar bersalaman. Sedangkan untuk menjaga perasaan kerabat, Parents kerap mendesak anak untuk menyambut ciuman atau pelukan mereka.

Tapi haruskah kita melakukannya? Pesan apa yang kita sampaikan kepada anak tentang batas-batas akan tubuh mereka jika kita melakukan hal ini?

Jangan paksa anak menunjukkan kasih sayang

jangan paksa anak

Sebuar artikel di CNN berjudul “Aku bukan pemilik tubuh anak-anakku” memancing perdebatan dalam hal ini.

Katia Hetter, penulisnya, menegaskan bahwa, “Memaksa anak untuk menyentuh seseorang saat mereka tidak ingin, membuat mereka rentan terhadap pelaku seksual, yang pelakunya kebanyakan adalah orang yang mereka kenal.”

Kita mungkin berasumsi bahwa memaksa anak memberikan ciuman di pipi nenek tidak ada hubungannya dengan kasus pelecehan seksual yang mungkin dialami anak.

Namun dengan melakukan hal ini, kita telah melanggar zona nyaman anak, sehingga mereka belajar untuk menerima siapa saja untuk masuk dalam situasi yang yang tidak nyaman bagi mereka.

“Kita harusnya mengajarkan anak batasan untuk mendengar firasat mereka sendiri. Dia (anak saya) akan mengatakan setiap kali ia tidak merasa nyaman di sekitar seseorang (biasanya dengan berbisik sehingga tidak menyakiti perasaan orang tersebut). Dia tidak pernah harus menyentuh atau disentuh orang jika ia merasa tidak nyaman – keluarga atau bukan. Saya tidak akan pernah memaksanya mencium siapa pun – Bahkan jika bibinya sedang berkunjung dan mungkin akan tersinggung. Pelukan dan ciuman adalah sesuatu yang diberikan dengan sukarela, tidak wajib.”

Hetter juga mengingatkan bahwa memaksa anak-anak kita untuk menunjukkan kasih sayang saat mereka tidak ingin, dapat mempengaruhi hubungan seksual mereka sebagai remaja. Karena, “dapat mengajarkan mereka menggunakan tubuh untuk menyenangkan Anda atau orang lain yang berwenang, atau siapa pun.”

Efek negatif memeluk dan mencium anak sembarangan

jangan paksa anak

Melansir dari Bright Side, hanya ada 1 dari 3 orang yang menyadari konsep ‘izin’. Sisanya, masih banyak orangtua yang tanpa sadar maupun sadar memaksa anak-anak mereka untuk memeluk dan mencium saudara mereka.

Ternyata ini dapat memberikan efek negatif psikologis anak di masa depan. Beriku ada 3 efek negatif yang kemungkinan akan dialami anak.

1. Mulai berpikir tidak apa-apa jika ada orang dewasa yang ingin menyentuh mereka

Ketika orangtua membiarkan kerabat yang nyaris tidak anak kenal memeluk anak dan mencium pipinya setiap kali bertemu, maka anak bisa saja mulai menormalkan tindakan itu. Inilah sebabnya sangat penting untuk mengjari si kecil perbedaan anatara sentuhan yang ‘baik’ dan ‘buruk’.

2. Membuat anak percaya jika orangtua tidak peduli tentang kenyamanannya

Memperlihatkan kasih sayang di antara keluarga memang umum terjadi. Namun, jangan sampai itu membuat anak merasa tidak nyaman.

Jika anak tidak mau memeluk dan mencium kerabatnya, maka jangan dipaksa. Sebab, ini bisa membuat mereka berpikir bahwa orangtua lebih menghargai kenyamanan orang lain, dibandingkan kenyamanan anak sendiri.

3. Mengajarkan anak bahwa kerabat tidak mungkin jadi pelaku kekerasan seksual

Menurut sebuah laporan, dalam hampir 70% kasus, anak-anak dilecehkan oleh anggota keluarga mereka sendiri. Caranya dengan memaksa mereka untuk memberi dan menerima pelukan atau ciuman dari orang yang hampir tidak mereka kenal, dapat membuatnya merasa tidak ada yang salah.

Bagaimana cara mengatasi perasaan ‘terluka’ para kerabat

jangan paksa anak

Dalam artikelnya, Hetter menegaskan bahwa anak-anak dapat bersikap sopan dan hormat sambil tetap mempertahankan batas-batas pribadi mereka sendiri.

“Manner – atau cara memperlakukan orang dengan hormat dan peduli – berbeda dari menuntut menampilkan kasih sayang secara fisik,” tulisnya.

Langkah awal yang baik untuk menanggapi rasa tidak enak para kerabat yang ditolak pelukan/ciumannya oleh anak, adalah dengan menjelaskan kebijakan dalam keluarga Parents.

Orang dewasa manapun, bahkan saudara dekat, seharusnya dapat menerima keputusan keluarga tersebut. Di sisi lain, kebijakan ini dapat membuat para kerabat akan menghargai sekali afeksi yang diberikan si anak, sekecil apapun itu.

“Saya menjelaskan kepada keluarga dan kerabat yang ingin tahu, mengapa kami membiarkan anak yang memutuskan siapa yang ingin dia sentuh. Dan saat dia memeluk mereka, sukacita benar-benar terlihat. Karena tidak sekedar kewajiban atau perintah,” terangnya.

Solusi lain adalah dengan mengajarkan anak untuk bersalaman, yang tidak terlalu intim. Alih-alih ciuman atau pelukan, ajak anak untuk bersalaman atau high five (‘tos’ dengan tangan).

Cara ini biasanya akan lebih menyenangkan bagi anak sebagai cara mengakrabkan diri dengan orang lain.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Bagaimana dengan anak Parents? Cara apa yang biasa ia lakukan ketika bertemu saudara, teman, atau orang baru?

 

Baca juga:

21 Tindakan Terburuk yang Dilakukan Orangtua Pada Anaknya

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Ini Alasan Jangan Paksa Anak Peluk/Cium Saudara atau Teman Anda
Bagikan:
  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

    20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti