7 Fakta di balik Mitos Seputar Teman Imajiner Anak

7 Fakta di balik Mitos Seputar Teman Imajiner Anak

Fakta ilmiah seputar teman imajiner anak seringkali terkubur seiring banyaknya mitos yang beredar tentang hal tersebut. Berikut kami hadirkan 7 fakta di balik mitos seputar teman imajiner anak

Pasti Parents pernah mendengar kondisi di mana anak memiliki teman imajiner. Akan tetapi, sebagian besar orangtua justru menganggap teman imajiner anak hanyalah mitos belaka, padahal belum tentu lho semuanya itu hanya mitos.

Fakta ilmiah seputar teman imajiner anak seringkali terkubur seiring banyaknya mitos yang beredar tentang hal tersebut. Berikut kami hadirkan 7 fakta di balik mitos seputar teman imajiner anak.

Artikel terkait : Tumbuh Kembang Anak : 8 Konsep Diri Untuk Membangun Karakter Positif Anak

7 Fakta teman imajiner anak yang perlu orangtua ketahui

Teman imajiner anak

Inilah beberapa fakta tersebut. Simak ya, Parents!

Mitos 1  : Anak berbicara dengan hantu

Fakta : Dokter Ryu Hasan, Sp. Bs mengungkapkan bahwa sebenarnya anak yang memiliki teman imajiner hanya berbicara dengan halusinasinya sendiri.

Spesialis bedah syaraf ini menegaskan bahwa halusinasi teman imajiner tersebut selalu berwujud sesuatu yang telah dikenal anak. Bisa jadi, teman imajiner anak berbentuk manusia, binatang, maupun tokoh fantasi yang dikenal anak.

Wujud ‘teman’ tersebut kembali lagi kepada imajinasi atau halusinasi anak. Sehingga, kemungkinan setiap anak memiliki teman imajiner dengan wujud yang berbeda-beda.

Mitos 2 : Mengobrol dengan teman imajiner adalah tanda anak stres

Fakta : Memiliki teman imajiner justru adalah ciri anak yang kreatif dan imajinatif. Sama halnya jika anak berdialog dengan mainan-mainannya.

Mereka bisa mengembangkan apa yang mereka pikirkan dan dianggap seakan nyata. Jadi, jika Parents melihat anak sedang mengobrol dengan teman imajinernya, itu bukan berarti si kecil stres, ya.

Mitos 3 : Anak memiliki indra keenam

Teman imajiner anak

Fakta : Beberapa anak memang memiliki kepekaan yang berbeda dengan anak lainnya. Namun, seiring dengan perubahan hormon, teman imajiner anak biasanya akan ikut menghilang. Lama-lama, anak akan menyadari dunia sebenarnya yang dia hadapi.

Oleh karena itu, Parents tidak perlu khawatir, karena nantinya si kecil juga akan melupakan sosok teman imajinernya.

Artikel terkait : Ayah Lebih Perhatian Pada Anak Perempuan dibanding Anak Lelaki, Ini Fakta Ilmiahnya

Mitos 4 : Teman imajiner anak adalah representasi roh yang menemaninya

Fakta : Seperti halnya teman di dunia nyata, halusinasi anak tentang temannya bisa berwujud manusia/hewan/tokoh fantasi yang memiliki sifat nakal maupun baik.

Jangan heran jika anak bertengkar dengan teman imajinernya atau bahkan menimpakan kesalahan yang ia buat seolah adalah kesalahan teman imajinernya. Hadapi dengan tenang tanpa perlu menyepelekan anak.

Mitos 5 : Anak berbohong soal teman imajinernya

Fakta : Halusinasi anak tentang teman imajiner tersebut sangat nyata dilihat oleh anak. Jika anak Anda punya teman imajiner, jangan dianggap terlalu serius namun juga jangan menyepelekannya.

Bersikaplah seolah hal tersebut adalah sesuatu yang biasa. Dalam laman Psikology Today disebutkan bahwa sebenarnya 70% anak menyadari bahwa temannya tidak nyata. Namun mereka menikmati interaksinya.

Dunia anak-anak memang masih diliputi dengan imajinasi. Jadi, biarkan mereka mencoba mengasah dan bermain dengan imajinasinya, selama itu masih dalam batas yang normal.

Mitos 6 : Anak memiliki kemampuan istimewa tertentu

Teman imajiner anak

Fakta : Bisa jadi, anak memiliki teman imajiner setelah mengalami peristiwa traumatis tertentu. Dikutip dari laman cyh.com, beberapa anak justru terbantu dengan adanya teman imajiner ini karena anak bisa keluar dari masa-masa sulit pertumbuhan psikologisnya.

Bersama teman imajinernya, anak bisa mengobrol tentang suatu hal yang biasanya tak bisa dibicarakan dengan orang dewasa di sekitarnya. Selama berinteraksi dengan teman imajinernya, anak juga bisa membantu menghadapi ketakutan, mengeksplorasi ide, dan meningkatkan kompetensinya.

Artikel terkait : Tips Mendidik Anak: Cara Menjawab 10 Pertanyaan Tersulit yang Dilontarkan Anak

Mitos 7 : Teman imajiner anak akan menghilang ketika anak sudah berdosa

Fakta : Yang biasanya membuat teman imajiner menghilang adalah hormon maupun perkembangan psikologis anak. Namun, tidak semua teman imajiner anak menghilang.

Para penulis fiksi mengakui bahwa terkadang mereka merasa bahwa tokoh ciptaannya mengambil alih hidupnya. Teman imajiner yang menetap sampai dewasa tidak akan menjadi masalah serius asal kita menyadari bahwa sesuatu yang kita lihat adalah tidak nyata.

Jika sampai dewasa anak tidak bisa membedakan hal yang nyata dan mana yang tidak, segera periksakan anak ke psikiater untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala schizophrenia. 

Baca juga

Manfaat Permainan Imajinasi untuk Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner