TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspadai Dry Drowning, Gangguan Kesehatan Anak Setelah Berenang

Bacaan 4 menit
Waspadai Dry Drowning, Gangguan Kesehatan Anak Setelah Berenang

Dry Drowning adalah gejala gangguan pernapasan yang biasa terjadi setelah anak selesai berenang. Meski jarang ditemui, hal ini bisa menyebabkan kematian.

Saat kita mengajak anak berenang, kita selalu mengawasi dengan cermat dan mengingatkan dia agar berhati-hati supaya tidak tenggelam. Tapi tahukah Parents, ancaman tenggelam masih menghantui anak-anak meskipun dia telah keluar dari kolam renang selama berjam-jam. Ancaman ini disebut dry drowning dan secondary drowning.

Kasus dry drowning dan secondary drowning sebenarnya jarang sekali terjadi, hanya sekitar 1-2% kasus dari semua kasus anak tenggelam. Namun tidak ada salahnya Anda waspada, terutama jika Anda dan keluarga suka rekreasi ke tempat yang memungkinkan anak untuk berenang, seperti danau, laut atau kolam renang.

apa itu dry drowning dan secondary drowning

Apa itu dry drowning dan secondary drowning?

Dry drowning adalah suatu kondisi saat air terhirup ke dalam paru-parunya, hal ini bisa terjadi saat anak tak sengaja tertelan air ketika berenang. Pada kasus seperti ini, umunya air tidak pernah sampai ke paru-paru, tapi air terhirup saat anak mencoba bernafas membuat pita suaranya menjadi kejang dan menutup jalan nafasnya. Sehingga anak jadi sulit bernafas.

Sedangkan secondary drowning terjadi ketika ada air yang masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru membengkak sehingga membuat tubuh kesulitan mentransfer oksigen dan karbondioksida secara normal. Gejala dari secondary drowning ini biasanya terlihat maksimal 24 jam setelah anak keluar dari tempat renang.

Baik dry drowning maupun secondary drowning adalah keadaan berbahaya, membuat anak kesulitan bernafas bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius.

apa-itu-dry-drowning-dan-secondary-drowning

Gejala dry drowning dan secondary drowning

Gejala dry drowning biasanya langsung terlihat tak lama setelah anak selesai berenang. Berikut ini adalah gejala yang patut Anda cermati:

  • Batuk. Batuk merupakan tanda bahwa ada peningkatan kerja pada bagian pernapasan sehingga tidak bisa diabaikan.

  • Dada anak terasa sakit. Benda asing seperti air yang masuk ke saluran pernapasan bisa membuat dada anak terasa sakit, apalagi jika air tersebut mengandung kaporit atau garam.

  • Susah bernafas. Lubang hidung yang melebar, napas yang terputus-putus, anak Anda terlihat bekerja lebih keras untuk bernapas adalah tanda kalau Anda harus segera membawanya ke dokter untuk diperiksa.

  • Merasa sangat kelelahan atau mengantuk. Jika anak Anda merasa lelah dan mengantuk tidak lama setelah ia berenang, itu merupakan tanda bahwa asupan oksigen ke otak dan darah tidak mencukupi. Jangan biarkan ia tidur sebelum Anda memastikan bahwa dia baik-baik saja.

  • Melupakan sesuatu atau berperilaku aneh. Penurunan tingkat oksigen dalam tubuh bisa membuat anak merasa sakit atau pusing.

  • Muntah-muntah. Muntah adalah tanda bahwa tubuh sedang tidak baik, bisa juga disebabkan oleh kekurangan oksigen. Batuk terus menerus dan tak kunjung berhenti juga bisa menyebabkan anak muntah.

Saat anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda langsung membawanya ke dokter agar anak segera mendapatkan perawatan dan mencegah dampak yang lebih buruk.

Artikel terkait: Bumil ingin berenang? Perhatikan 5 syarat ini agar tetap aman

dry drowning

Cara mencegah

Pencegahan untuk kasus dry drowning dan secondary drowning relatif sama dengan pencegahan untuk kasus tenggelam di dalam air. Yakni sebagai berikut.

  • Pelajaran berenang. Anak-anak yang nyaman di dalam air dan memiliki keahlian berenang cenderung tidak akan menelan air terlalu banyak saat berada di kolam renang. Baca: Tips dan Cara Mengajari Bayi Berenang Sejak Dini

  • Pengawasan. Awasi anak Anda dari dekat saat sedang berada di kolam renang, serta patuhi semua aturan keselamatan saat berenang.

  • Gunakan alat. Memastikan keselamatan anak bisa dengan memakaikannya pelampung, baik pelampung badan maupun pelampung renang. Baca: Manfaat Berenang Sejak Bayi dan Tips Memilih Pelampung yang Tepat

  • Pelajari metode penyelamatan sederhana agar Anda bisa memberikan pertolongan pertama pada anak Anda sewaktu-waktu. Baca: CPR – Pemberian Nafas Buatan untuk Anak 1-12 Tahun

  • Ajari anak aturan keselamatan saat berada di dalam air.

Selama Anda terus mengawasi dan memastikan keselamatan anak Anda saat ia berenang dan sesudahnya, Anda tak perlu khawatir kalau anak Anda akan mengalami dry drowning. Mengingat bahwa kasus ini cukup langka dan jarang ditemui.

Referensi: parenting.com, parents.com, webmd.com

Baca juga:

Mengajak Anak Berenang Tanpa Khawatir Infeksi Telinga

 

Cerita mitra kami
Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!
Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!
Dari Mandi ke Stimulasi, Perawatan Kulit Anak yang Sering Terlewatkan
Dari Mandi ke Stimulasi, Perawatan Kulit Anak yang Sering Terlewatkan
Mayapada Healthcare Hadirkan Liver, Metabolic & Wellness Center, Jawab Lonjakan Kasus Liver yang Sering Tak Disadari
Mayapada Healthcare Hadirkan Liver, Metabolic & Wellness Center, Jawab Lonjakan Kasus Liver yang Sering Tak Disadari
Mudik Lebih Tenang, Ini Tips Menyiapkan Nutrisi Anak Selama Perjalanan!
Mudik Lebih Tenang, Ini Tips Menyiapkan Nutrisi Anak Selama Perjalanan!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Waspadai Dry Drowning, Gangguan Kesehatan Anak Setelah Berenang
Bagikan:
  • Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!
    Cerita mitra kami

    Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!

  • Mucos Drop untuk Bayi: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

    Mucos Drop untuk Bayi: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

  • Menstruasi Tidak Lancar? Coba 5 Makanan agar Haid Cepat Keluar

    Menstruasi Tidak Lancar? Coba 5 Makanan agar Haid Cepat Keluar

  • Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!
    Cerita mitra kami

    Syok! 99% Susu Formula Terbuat dari Susu Bubuk dan Proses Panjang, Apa Dampaknya untuk Anak? Cek!

  • Mucos Drop untuk Bayi: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

    Mucos Drop untuk Bayi: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

  • Menstruasi Tidak Lancar? Coba 5 Makanan agar Haid Cepat Keluar

    Menstruasi Tidak Lancar? Coba 5 Makanan agar Haid Cepat Keluar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti