TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Bacaan 4 menit
7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Victim mentality pada anak bisa mengganggu kehidupan sosialnya bersama teman-teman. Oleh karena itu, Parents perlu memerhatikan jika anak menunjukkan ciri bermental korban.

Konflik tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami konflik dalam kehidupan sosialnya. Konflik pada anak-anak umumnya sederhana dan mudah diselesaikan. Namun, hal ini akan berbeda bagi anak yang mengalami victim mentality.

Tanpa Parents sadari, seorang anak bisa saja terjangkit mindset victim mentality. Keadaan seperti ini tentu tidak ideal bagi perkembangan buah hati dan di dalam kehidupan sosialnya. Victim mentality atau kecenderungan mental korban adalah suatu kondisi ketika anak merasa dirinya selalu menjadi korban.

Hal ini merupakan masalah perilaku tidak sehat yang merusak. Anak yang memiliki masalah psikologis seperti ini akan kesulitan untuk memiliki hubungan pertemanan yang sehat di masa kanak-kanaknya, bahkan bisa sampai memengaruhi masa dewasanya. 

Lantas bagaimana Parents mengetahui jika buah hati mengalami masalah psikologis satu ini? Berikut ini adalah beberapa ciri ketika anak mengalami victim mentality.

7 Ciri Victim Mentality pada Anak

1. Fokus pada Hal Negatif

victim mentality

Anak yang memiliki masalah victim mentality akan fokus pada hal negatif meskipun mengalami hal positif. Mengutip dari laman Verywell Family, jika anak mengalami sembilan hal baik dan satu hal buruk, anak dengan victim mentality hanya akan fokus pada hal yang negatif saja. 

Ketika hal baik terjadi, anak akan melihat sisi negatifnya dan menganggap hal baik tersebut tidak akan terjadi kembali padanya. Fokus pada hal negatif akan membuat perasaan anak semakin buruk. Perilaku ini juga dapat mengakibatkan efek lain seperti anak menjadi tidak percaya diri dan tidak bersemangat.  

Artikel Terkait: Bingung menghadapi anak marah? Ini 9 saran dari psikolog untuk Parents!

2. Merasa Tidak Berdaya

victim mentality

Perasaan tidak bersemangat pada anak akan membuat daya juangnya menurun. Anak dengan kecenderungan mental korban akan berserah diri ketika mengalami kesulitan. Anak akan merasa usahanya adalah hal yang sia-sia dan tidak dapat memperbaiki keadaan. 

Selain tidak mau berusaha sendiri, anak juga enggan meminta pertolongan dari orang lain. Hal ini tentu tidak baik untuk kegiatan sosial maupun akademisnya. Sebagai contoh, ketika anak mengalami kesulitan mengerjakan tugas dari guru, mereka akan diam saja dan tidak mencoba mencari tahu. 

Anak akan berperilaku pasif dan membiarkan dirinya menjadi korban.

3. Menyalahkan Orang Lain

7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Ciri lain dari anak yang mengalami victim mentality yaitu suka menyalahkan orang lain. Anak cenderung akan menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang diperbuatnya sendiri. Dalam kasus yang berat, anak akan secara sengaja membuat orang lain melakukan tindakan negatif padanya untuk meyakinkan bahwa dia selalu menjadi korban.

Apabila dikombinasikan dengan karakter merasa tidak berdaya, anak dengan victim mentality yang mendapatkan kesulitan akan menyalahkan orang lain dan beralasan dia tidak mampu membela dirinya sendiri. 

Artikel Terkait: Anak-anak Berkelahi, Bagaimana Mengatasinya?

4. Mengasihani Diri Sendiri

7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Anak akan mengatakan kalimat seperti “tidak ada yang menyukaiku” atau “aku tidak akan bisa melakukan hal yang menyenangkan” adalah ciri berikutnya. Selain itu, anak akan merasa dirinya sebagai orang yang paling menderita tanpa melakukan usaha untuk memperbaiki kondisinya. 

Anak dengan kecenderungan bermental korban melakukan hal ini untuk mendapatkan simpati dari orang di sekitarnya. Ia akan lebih banyak mengeluh daripada mencoba untuk memperbaiki situasinya. 

Artikel Terkait: Cara Mendidik Anak Agar Tidak Egois, Parents Harus Tahu!

5. Berprasangka Buruk

7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Rasa tidak percaya diri dan kurangnya semangat pada anak dengan victim mentality akan membuatnya berprasangka buruk pada hal yang belum terjadi. Sebagai contoh anak akan mengatakan bahwa dirinya akan gagal pada ujian atau kompetisi yang akan datang. Meskipun akan melakukan kegiatan yang menyenangkan, anak akan merasa hal buruk akan terjadi.

Perasaan negatif ini akan membuat anak memprediksi hal-hal yang tidak menyenangkan yang akan menimpanya. Anak tidak akan menikmati masa mudanya dan pada tahap serius akan menyebabkannya mengalami stres. 

6. Melebih-lebihkan Keadaan

7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya

Ciri khas lain dari anak dengan kecenderungan mental korban adalah melebih-lebihkan keadaan. Contohnya ketika mendapat perlakuan buruk dari temannya sekali, anak akan mengatakan bahwa temannya selalu jahat padanya. Padahal kenyataannya temannya hanya melakukannya sekali, tidak selalu. 

Anak akan membentuk persepsi tersendiri terhadap kejadian yang menimpanya. Bahkan ketika diluruskan sesuai kejadian sesungguhnya, anak akan merasa bahwa apa yang dia katakan lebih benar. 

7. Kehilangan Kendali

victim mentality

Pada tahap serius anak akan meluapkan kemarahannya sebagai bentuk pertahanan diri. Anak dengan victim mentality akan menyalahkan orang lain untuk kemarahan yang dialaminya. 

Sebagai contoh anak akan beralasan bahwa dia marah dan berteriak karena diganggu adiknya. Padahal adiknya hanya melakukan hal sepele atau bahkan tidak melakukan apa-apa. 

Anak yang mengalami victim mentality harus ditangani dengan segera. Bila anak menunjukkan ciri di atas sebaiknya Parents segera mengambil tindakan agar anak tidak mengalami masalah lebih lanjut. 

Parents bisa merespons setiap tindakan anak dengan lebih suportif. Parents juga bisa meyakinkan anak bahwa kondisinya baik-baik saja dan gagal adalah hal yang biasa. Bila kondisi victim mentality sudah mengganggu kehidupan sosial, sekolah, atau aktivitas anak, sebaiknya segera meminta bantuan pakar.

Sumber: verywell Family, Empowering Parents. 

Baca Juga:
Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

8 Tips Menghadapi Anak Moody yang Bisa Parents Lakukan

6 Merek Kolam Renang untuk Anak Portabel Terbaik di 2023

Manfaat Anak Suka Main Hujan dan Tipsnya Agar Tidak Sakit

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rian Andini

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • 7 Ciri Masalah Psikologis Victim Mentality pada Anak yang Bisa Ganggu Perkembangannya
Bagikan:
  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti