TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Psikolog anak: Orangtua jangan fokus kembangkan IQ saja, EQ juga penting!

Bacaan 5 menit
Psikolog anak: Orangtua jangan fokus kembangkan IQ saja, EQ juga penting!

Jangan hanya mengasah keterampilan intelektual (IQ) anak, asah pula keterampilan emosional (EQ) seperti rasa empati dan simpatinya.

Siapa yang menyangka bila setiap bayi yang baru dilahirkan telah memiliki rasa empati dan simpati terhadap orang lain.

Hal ini bisa terlihat dari kericuhan yang sering terjadi di rumah sakit, di mana bayi yang menangis akan memicu bayi lainnya untuk ikut menangis. Bisa juga dari kebiasaan bayi memasukan tangan ke dalam mulut.

Hal inilah yang dijelaskan oleh Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi, Psi, saat ditemui dalam acara BebeLand di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/9).

“Kebiasaan itu sebenarnya bukan semata-mata hanya karena bayi merasa lapar saja loh. Bisa juga karena saat itu bayi merasa kedua orangtuanya cemas sehingga dia ikut merasa cemas dan butuh ketenangan,” ungkapnya.

Rasa empati dan simpati pada bayi

empati dan simpati

Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi, Psi dalam acara BebeLand di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/9).

Roslina Verauli menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap anak dilahirkan dengan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), seperti rasa empati dan simpati.

Namun sayangnya, banyak orangtua yang hanya fokus mengembangkan IQ sang anak dan melupakan EQ sang anak. Padahal, agar tumbuh kembang anak bisa maksimal, anak tentu saja membutuhkan stimulasi yang tepat dan seimbang antara IQ dan EQ.

Dengan mengasah kemampuan EQ seperti rasa empati dan simpati, anak akan mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan berusaha untuk menyelesaikan masalah dari sudut pandang orang lain. Hal ini secara tidak langsung juga bisa membuat anak berpikir dan mengembangkan kemampuan IQ-nya.

“Mengembangkan rasa peduli membuat Si Kecil memiliki perilaku prososial, yaitu perilaku yang membantu orang lain tanpa pamrih. Hal inilah yang perlu diasah sejak dini seiring dengan kemampuan daya pikir Si Kecil, agar dia mampu menyikapi sebuah permasalahan dan solusi yang tepat penuh empati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Roslina Verauli mengungkapkan bahwa orangtua bisa mengasah kedua hal ini sejak dini sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Dimulai dari usia 1-2 tahun, 3-4 tahun, 5-6 tahun, hingga usia 7 tahun ke atas.

“Pada usia 1-2 misalnya, anak masih sangat terikat dengan ibunya. Di sini ibu bisa mengajak anak bermain cilukba dengan berbagai ekspresi wajah. Dengan begitu anak akan tahu bahwa sang ibu mengalami perubahan emosi.

Lalu, saat usia 3-4 tahun anak mulai bisa melakukan aksi nyata. Jadi ajak anak untuk membantu atau menolong orang lain. Usia 5-6 tahun libatkan anak dalam ‘emotional talk’ di mana mereka bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dan berikan pujian dan penghargaan untuk setiap hal baik yang mereka lakukan,” jelasnya.

Memahami rasa empati dan simpati

Rasa empati dan simpati merupakan kedua hal yang berbeda. Simpati ialah rasa peduli atau merasa iba dengan kondisi orang lain. Sedangkan empati ialah rasa yang muncul ketika seserang merasakan apa yang orang lain rasakan.

Ini adalah keterampilan yang sangat kompleks untuk dikembangkan. Namun sangat mungkin untuk dilatih, bahkan oleh anak-anak.

Bila anak-anak mampu berempati, maka ia mampu:

  • Memahami bahwa ia adalah individu yang terpisah dari orang lain
  • Memahami bahwa orang lain mungkin memiliki perasaan dan pemikiran yang berbeda dari dirinya
  • Mengakui perasaan umum yang dialami oleh kebanyakan orang, seperti rasa sedih, bahagia, terkejut, marah, dan lain sebagainya
  • Mampu melihat situasi tertetu dan membayangkan bagaimana rasanya. Bahkan mencari jalan keluar untuk solusi masalah orang lain
  • Membayangkan respons apa yang cocok atau menghibur dalam situasi khusus itu

Memahami dan menunjukan empati ialah hasil dari berbagai keterampilan sosial emosional yang berkembang di tahun-tahun pertama kehidupan anak.

Selain penjelasan Roslina Verauli di atas, kami juga memiliki beberapa cara lainnya untuk mengasah rasa empati pada anak

a. Berempati pada anak

empati dan simpati 1

Artikel terkait : Tips Parenting: Pentingnya Menanamkan Empati Pada Anak Sejak Usia Dini

Bila Anda ingin anak memiliki rasa empati. Maka cara pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan berempati padanya.

Misalnya, ketika anak takut pada anjing. Anda dapat mengatakan bahwa dia tak perlu takut karena Anda akan menjaganya.

“Apakah kamu takut pada anjing itu? Anjing itu baik kok, dia hanya mengonggong sangat keras dan itu memang menakutkan. Tidak apa-apa, Bunda akan memelukmu sampai dia lewat,”

b. Bicarakan perasaan Anda

Tidak ada salahnya bila Anda membicarakan perasaan Anda padanya. Katakan ketika Anda merasa sedih karena dia tidak mau makan atau ketika dia jatuh dari kasur.

c. Jadilah panutan

Ingatlah bahwa anak adalah peniru yang ulung. Dia akan meniru Anda ketika Anda berempati pada orang lain. Untuk itu, jadilah panutan yang baik untuknya.

d. Gunakan kata ‘Aku’

empati dan simpati 3

Jenis komunikasi ini bisa membuatnya merasakan hal yang sama. Misalnya dengan mengatakan ‘Aku tidak suka ketika kamu memukul aku. Itu menyakitkan,’

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!

e. Validasi emosi anak

Tak dapat dipungkiri, terkadang ketika anak sedih, marah, atau kecewa, kita buru-buru mencoba memperbaikinya. Padahal anak perlu memahami rasa itu dan mengelolanya.

Anak perlu merasa senang, sedih, marah, atau kecewa. Biarkan anak merasakan semua perasaan itu.

Tugas Anda hanyalah untuk membantunya mengetahui apa yang sedang ia rasakan. Ketika dia marah, katakan bahwa dia marah. Ketika dia sedih, katakan bahwa dia sedih.

f. Berikan anak kesempatan untuk melakukan aksi nyata

empati dan simpati 2

Anak-anak telah dibekali rasa empati dan simpati sejak lahir. Namun mereka tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkannya.

Untuk itu, berikan dia kesempatan melakukan aksi nyata untuk mengungkapkannya. Misalnya dengan mengajak anak mendonasikan mainannya pada anak lain yang membutuhkan atau membantu kakek nenek di panti jompo untuk makan siang.

g. Sabar

Mengembangkan rasa empati pada anak pasti membutuhkan waktu. Ingatlah bahwa empati adalah keterampilan yang kompleks dan akan terus berkembang sepanjang hidup.

Jadi Anda hanya perlu bersabar saat mengasahnya.

TAP ID APP BANNER NEW (6)

Referensi: Zero to Three

Baca juga :

Empati Menjadikan Anak Sukses Di Masa Depan

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Bayi
  • /
  • Psikolog anak: Orangtua jangan fokus kembangkan IQ saja, EQ juga penting!
Bagikan:
  • Bermakna Pemenang, Ini Arti Nama Winda untuk Anak Perempuan

    Bermakna Pemenang, Ini Arti Nama Winda untuk Anak Perempuan

  • 200 Pilihan Nama Bayi Berawalan Huruf J Beserta Maknanya

    200 Pilihan Nama Bayi Berawalan Huruf J Beserta Maknanya

  • 270 Pilihan Nama Bayi Laki-Laki Huruf A dan Rangkaiannya

    270 Pilihan Nama Bayi Laki-Laki Huruf A dan Rangkaiannya

  • Bermakna Pemenang, Ini Arti Nama Winda untuk Anak Perempuan

    Bermakna Pemenang, Ini Arti Nama Winda untuk Anak Perempuan

  • 200 Pilihan Nama Bayi Berawalan Huruf J Beserta Maknanya

    200 Pilihan Nama Bayi Berawalan Huruf J Beserta Maknanya

  • 270 Pilihan Nama Bayi Laki-Laki Huruf A dan Rangkaiannya

    270 Pilihan Nama Bayi Laki-Laki Huruf A dan Rangkaiannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti