Satu hal yang mendukung tumbuh kembang dan kematangan emosional anak adalah cukupnya kebutuhan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Anak yang cukup kasih sayang akan tumbuh percaya diri dan terbuka kepada orang tuanya. Lalu, apa saja tanda anak kurang kasih sayang?
Dirangkum dari laman Virtual Psych Center dan Exploring Your Mind, ini ciri-ciri anak yang kurang kasih sayang dan perhatian. Gulir sampai habis, ya!
Apa Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang?
Beberapa tanda dan ciri-ciri anak kurang kasih sayang yang bisa dilihat adalah, anak tidak bisa mengontrol emosinya, dia juga jadi sering melawan perkataan orang tua, selalu bertingkah untuk cari perhatian, hingga susah diatur.
Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi
(Sumber: pexels/keira-burton)
Salah satu hal yang perlu Parents ketahui adalah emosi bukan berarti kemarahan.
Emosi adalah perasaan intens yang dirasakan seseorang terhadap sesuatu pemicu.
Emosi bukan berarti marah, emosi dapat juga berupa kesedihan, takut, bahagia, terkejut, dan lainnya.
Anak yang kurang kasih sayang cenderung tidak tahu cara memproses emosi yang mereka rasakan.
Tugas orang tua adalah membantu anak memberikan bimbingan dan memahami emosi yang mereka rasakan, kemudian menyalurkannya dengan cara yang lebih positif.
2. Kemampuan Sosial Buruk
Anak yang kurang kasih sayang orang tua cenderung mempunyai kemampuan bersosial yang buruk.
Karena anak tidak menerima bimbingan mengelola emosi dan menjalin hubungan dengan orang lain, anak merasa frustasi karena merasa tidak dimengerti orang lain.
Akibatnya, anak memilih untuk menyimpan semua perasaan yang mereka punya.
Hal ini hanya menimbulkan konflik diri yang tidak bisa mereka selesaikan.
Bimbingan orang tua untuk membantu anak menjalin hubungan yang baik dengan teman dan orang lain sangatlah penting.
3. Insecure
Anak yang cukup kasih sayang dan perhatian orang tua cenderung memiliki pengertian konsep diri yang baik.
Dukungan emosional dari orang tua akan membantu anak percaya diri dan tidak takut.
Sebaliknya, si kecil yang kurang kasih sayang dan perhatian akan merasa tidak percaya diri, takut, dan cenderung defensif.
Mereka memilih menjauhkan diri terhadap situasi-situasi yang belum mereka kenal.
Kurangnya kasih sayang dapat membuat anak menjadi sangat taat peraturan karena rasa takut yang mereka miliki.
Anak juga bisa saja melawan untuk menutupi kekurangannya (insecure).
4. Terus Merasa Bersalah
(Sumber: pexels/pixabay)
Berikutnya, penilaian diri yang negatif bisa menjadi sinyal kurangnya kasih sayang dalam diri seorang anak.
Anak cenderung menyalahkan diri mereka sendiri atas hal-hal buruk yang terjadi di sekitar mereka.
Sebagai orang tua, Parents dituntut lebih peka membantu anak mengatur emosi yang mereka punya, menerjemahkan perasaan yang dirasakan anak, dan memberikan ruang kepada anak untuk menceritakan keluh kesah dan perasaan mereka secara terbuka.
Selain tanda-tanda psikologis ini, Parents juga dapat memperhatikan sikap anak yang terlihat sebagai tanda kurang kasih sayang.
5. Cenderung Bersikap Kurang Sopan
Anak yang kurang kasih sayang, bimbingan, dan perhatian dari orang tua cenderung bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua.
Mengajari anak untuk bersikap sopan, disiplin, juga memperlakukan orang yang lebih tua dengan hormat merupakan tugas orang tua.
Sebagai orang tua, mengajari anak merupakan bentuk pemberian kasih sayang kepada anak.
6. Gemar Melawan

Si kecil mendadak senang melawan apa kata orang tua? Hati-hati karena ini menandakan ia kurang perhatian.
Ketidaktahuan mereka karena kurangnya pengajaran dari orang tua, terlebih lagi dapat membuat mereka menutup diri.
Anak juga menutup kekurangan yang mereka punya dengan cara melawan.
Anak menutup diri dan merasa tidak diperhatikan dan disayangi dapat membuat anak salah memahami dan marah.
Maka itu, peran orang tua untuk mengarahkan sangatlah penting. Anak tidak menurut tentu punya alasannya.
7. Takut Gagal
Kekhawatiran gagal atau melakukan kesalahan juga bisa menjadi pertanda anak kekurangan kasih sayang.
Alih-alih memarahi, teruslah berikan dukungan agar anak lebih baik lagi kedepannya.
8. Bersikap Seenaknya
(Sumber: pexels/karolina-grabowska)
Anak belajar dari apa yang lihat dari orang tuanya.
Sosok orang tua adalah sosok pertama kali yang menjadi panutan bagi mereka.
Anak yang kurang kasih sayang dapat memperlakukan orang lain sebagaimana orang tuanya juga memperlakukan orang lain.
Anak yang sering dipukul atau dicubit oleh orang tua dapat memperlakukan orang lain begitu juga.
Memberikan contoh yang baik bagi anak, mengarahkan mereka bagaimana cara memperlakukan orang lain sangatlah penting supaya mereka tidak memperlakukan orang lain seenaknya.
9. Haus Akan Perhatian
Seorang anak yang kurang kasih sayang dan mengalami penolakan dari orang tua semasa mereka membutuhkan hal itu cenderung sangat menginginkan perhatian dari orang lain.
Tak jarang, mereka mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri untuk mendapatkan pengakuan.
10. Kesepian
(Sumber: pexels/pixabay)
Sosok orang tua menjadi sumber perhatian dan dukungan yang anak butuhkan.
Ketika anak tidak mendapatkan hal itu, anak jadi tidak percaya diri dan kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
Ini akan membuat anak merasa kesepian.
Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Kasih Sayang?
Kekurangan kasih sayang pada anak dapat menimbulkan berbagai konsekuensi serius dalam perkembangan mereka. Anak yang tidak mendapat cukup kasih sayang cenderung mengalami kesulitan dalam mengatur emosi dan memiliki harga diri yang rendah.
Dampak utama yang sering terjadi adalah gangguan dalam pembentukan attachment atau ikatan emosional.
Anak menjadi sulit mempercayai orang lain dan mengembangkan pola attachment yang tidak aman, seperti cemas (anxious) atau merasa tidak aman dan selalu menghindar (avoidant attachment).
Hal ini berpengaruh pada kemampuan mereka menjalin hubungan yang sehat di masa depan.
Beberapa dampak saat anak kurang kasih sayang lainnya adalah:
- Depresi
- Kecemasan
- Gangguan perilaku
- Prestasi akademik menurun
- Mudah stres.
Kurang Kasih Sayang Itu Seperti Apa?
Beberapa bentuk kurang kasih sayang orang tua pada anak meliputi mengabaikan perasaan anak ketika mereka sedih atau marah, tidak memberikan validasi terhadap emosi yang dialami anak, dan kurangnya komunikasi emosional yang bermakna.
Orang tua mungkin secara fisik hadir, namun secara emosional tidak tersedia untuk anak.
Apa yang Terjadi pada Anak-anak yang Tidak Dicintai?
Anak yang tidak merasakan cinta dan kasih sayang yang cukup akan mengalami dampak yang berlangsung hingga dewasa. Mereka cenderung mengembangkan self-esteem atau kepercayaan diri yang rendah dan merasa tidak layak mendapat cinta dari orang lain.
Ketika dewasa, mereka berisiko masuk dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.
Yang mengkhawatirkan, pola emotional neglect atau kurang kasih sayang ini dapat berlanjut ke generasi berikutnya.
Orang tua yang dahulu kurang kasih sayang cenderung kesulitan memberikan dukungan emosional yang memadai kepada anak-anak mereka sendiri.
Pertanyaan Populer Terkait Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua
Apa ciri-ciri anak kurang kasih sayang?
Melansir laman Medical News Today, anak yang kurang kasih sayang menunjukkan tanda-tanda perilaku ekstrem seperti terlalu patuh, agresif, atau menjadi sangat pasif dan menuntut.
Mereka sering mengalami keterlambatan perkembangan dan mungkin terlihat mandiri namun kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya.
Apa saja gejala kurangnya kasih sayang?
Gejala kurangnya kasih sayang meliputi tidak adanya respons emosional, kurangnya perhatian yang memadai, dan kegagalan validasi pengalaman anak.
Anak mungkin mengalami kesulitan mengenali atau mengekspresikan emosi, merasa tidak layak dan tidak penting, atau mengembangkan kecenderungan perfeksionis.
Mereka juga dapat mengalami disregulasi emosional, perasaan cemas atau depresi, dan kesulitan mempertahankan hubungan.
Apa tanda sayang ibu kepada anaknya?
Tanda kasih sayang ibu yang sehat adalah mendengarkan anak, memvalidasi perasaan mereka, memiliki ekspektasi yang sesuai usia, dan memberikan bimbingan pada tantangan yang dihadapi anak selama perkembangan.
Ibu yang penuh kasih memberikan dukungan emosional, validasi, dan perhatian yang dibutuhkan anak selama tahun-tahun formatif mereka, serta tidak mengabaikan kebutuhan emosional atau menahan kasih sayang secara konsisten.
Apa yang terjadi pada anak yang tidak menunjukkan kasih sayang?
Anak yang tidak mendapat kasih sayang cukup mengalami gangguan dalam kemampuan membentuk ikatan aman dengan pengasuh, yang berdampak negatif pada perkembangan kepribadian dan dapat menyebabkan gangguan psikologis.
Mereka berisiko mengalami masalah emosional sepanjang hidup, termasuk kesulitan dengan kedekatan emosional, kepercayaan, dan keintiman dalam hubungan.
Dampak jangka panjang meliputi kesulitan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi, harga diri rendah, dan perasaan kesepian serta isolasi.
Kasih sayang bukan hanya kebutuhan, tetapi hak dasar setiap anak. Mengenali tanda-tanda kurang kasih sayang dan dampaknya dapat membantu orang tua memberikan perhatian yang lebih baik.
Jika mendapati tanda-tanda tersebut, penting untuk segera mencari bantuan profesional dan mulai membangun koneksi emosional yang sehat dengan anak.
Ingatlah bahwa tidak pernah terlambat untuk memperbaiki hubungan dan memberikan cinta yang dibutuhkan anak untuk tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional.
Semoga bermanfaat!
***
Baca Juga:
10 Tempat Les Bahasa Inggris Ternama untuk Anak dan Dewasa di Surabaya
Ini Tabel Tinggi dan Berat Badan Anak Usia 6-12 Tahun yang Ideal
Tahap Perkembangan Emosi dan Sosial Anak 3-12 Tahun
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.