TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Risiko Long Covid Lebih Rentan Dialami Perempuan, Kenali Gejalanya!

Bacaan 4 menit
Risiko Long Covid Lebih Rentan Dialami Perempuan, Kenali Gejalanya!

Penelitian menunjukkan, risiko long Covid atau gejala berkepanjangan yang terjadi pascasembuh dari COVID-19 lebih besar terjadi pada perempuan.

Meski sudah pernah terkena COVID-19 sebelumnya dan berhasil sembuh, bukan berarti kita menjadi kebal dari virus tersebut. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa adanya risiko gejala long Covid, yaitu gejala yang masih tetap dirasakan meskipun infeksi Virus Corona sudah sembuh.

Gejala berkepanjangan ini bisa menyerang siapa saja, tidak hanya mereka yang sudah lanjut usia maupun penderita komorbid. Para ahli meyakini bahwa 1 per 5 orang menderita gejala long Covid setelah sembuh dari infeksinya.

Artikel Terkait: 15 Gejala COVID-19 yang Sudah Ditemukan, Jangan Anggap Remeh!

Penelitian: Perempuan Lebih Rentan Terkena Risiko Gejala Long Covid

risiko long covid

Penelitian tentang Virus Corona sejauh ini menemukan bahwa seseorang bisa saja mengalami gejala berat, gejala ringan, atau tidak ada gejala sama sekali ketika terinfeksi SARS-CoV-2.

Selain gejala yang dirasa pada jangka pendek, COVID-19 diyakini dapat menimbulkan efek jangka panjang pada organ tubuh seseorang, atau dikenal dengan istilah long Covid.

Studi yang dilakukan dengan mengamati sampel 200 pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 menemukan bahwa kerusakan organ ringan terjadi pada jantung (32%), paru-paru (33%), dan ginjal (12%).

Sebuah penelitian yang dilakukan di King’s College London menunjukkan bahwa gejala long Covid cenderung lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Hal ini diduga kuat berhubungan dengan perubahan hormon yang kerap dialami oleh perempuan. Menurut penelitian, reseptor ACE2 yang digunakan oleh SARS-CoV-2 untuk menginfeksi tubuh juga ditemukan di organ-organ tubuh yang menghasilkan hormon, contohnya tiroid, kelenjar adrenal, dan juga ovarium.

Di Indonesia sendiri berdasarkan riset yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan, sebanyak 63,5 persen dari 463 responden ternyata memiliki gejala long Covid.

Artikel Terkait: Penting! Ini 5 Pertanda Gejala COVID-19 Sudah Merembet ke Paru-Paru

Apa Itu Long Covid dan Apa Saja Gejalanya?

Risiko Long Covid Lebih Rentan Dialami Perempuan, Kenali Gejalanya!

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa long Covid adalah gejala berkepanjangan yang dialami penyintas Covid setelah hasil tes sebelumnya sudah negatif.

“Secara umum penderita COVID-19 akan sembuh dalam waktu 2 sampai dengan 6 minggu, Akan tetapi, untuk beberapa orang, beberapa gejala akan dirasakan setelah beberapa minggu dinyatakan pulih. Inilah yang disebut dengan long Covid,” jelas Wiku dalam konferensi pers, Selasa (9/3).

Menurut dr. Agus Dwi Susanto, SpP, dokter spesialis paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, infeksi pada penyintas COVID-19 mungkin memang sudah sembuh, tetapi secara fungsional, kapabilitasnya mereka belum sembuh.

Penyebab dari gejala yang berkepanjangan ini masih belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara, COVID-19 menimbulkan efek tertentu pada jaringan atau organ dalam tubuh, sehingga butuh waktu untuk pulih meskipun infeksi virusnya sudah tidak ada.

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko gejala long Covid pada penyintas:

  • Memiliki gejala COVID-19 yang berat
  • Usia yang sudah tidak muda
  • Indeks massa tubuh yang besar atau obesitas
  • Memerlukan bantuan oksigen untuk bernapas
  • Memiliki lebih dari lima gejala COVID-19 dalam minggu pertama terinfeksi

Artikel Terkait: Mirip Tapi Tidak Sama! Ini Perbedaan Gejala COVID-19, Flu, dan Pilek

Risiko Long Covid Lebih Rentan Dialami Perempuan, Kenali Gejalanya!

Berdasarkan informasi dari CDC atau Centers for Disease Control and Prevention, beberapa pasien dapat mengalami gejala yang berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah sembuh dari COVID-19. Gejala jangka panjang yang paling sering dilaporkan meliputi sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Nyeri sendi
  • Demam intermiten
  • Nyeri otot
  • Sulit berpikir atau berkonsentrasi
  • Depresi

Ada pula beberapa komplikasi jangka panjang lebih serius yang dilaporkan, tetapi kasusnya cukup jarang. Contohnya adalah radang otot jantung, kelainan fungsi paru-paru, dan cedera ginjal akut.

Long Covid juga bisa timbul pada sistem neurologis manusia, misalnya masalah penciuman dan rasa, gangguan tidur, serta masalah memori. Depresi, kecemasan yang berlebihan, serta perubahan mood yang tiba-tiba juga sering terjadi.

Fenomena dan risiko long Covid ini mengingatkan kita untuk tetap waspada meski sudah pernah terkena COVID-19 sebelumnya dan menunjukkan hasil tes yang negatif. Tetap patuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk melindungi keluarga kita tercinta.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca Juga:

Ditemukan Lagi Varian Baru Covid-19, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Cerita mitra kami
Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Penelitian covid-19 terbaru: Coronavirus juga menyerang sistem saraf otak

id.theasianparent.com/fakta-pusing-jadi-gejala-covid-19

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Risiko Long Covid Lebih Rentan Dialami Perempuan, Kenali Gejalanya!
Bagikan:
  • Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
    Cerita mitra kami

    Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam

  • Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
    Cerita mitra kami

    Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung

  • Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
    Cerita mitra kami

    Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan

  • Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam
    Cerita mitra kami

    Anak Demam Tinggi Tengah Malam? Segera ke RS dengan Dokter Anak Siaga 24 Jam

  • Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung
    Cerita mitra kami

    Bibir Bayi Kebiruan Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Kelainan Struktur Jantung

  • Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan
    Cerita mitra kami

    Si Kecil Mudah Lelah atau Kebiruan? Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti