Potong rambut saat hamil sebabkan cacat janin, mitos atau fakta?

lead image

Banyak orang dulu percaya potong rambut saat hamil berbahaya untuk janin, benarkah demikian?

Potong rambut saat hamil menjadi sekelumit mitos seputar kehamilan yang banyak beredar. Alih-alih ingin tampil cantik, banyak ibu hamil mengurungkan niatnya memotong rambut karena dikhawatirkan akan membuat bayi lahir cacat. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini yuk, Bun.

Bolehkah potong rambut saat hamil?

Melansir laman Britannica.com, memotong rambut ketika hamil sebabkan kecacatan pada janin rupanya masuk dalam daftar mitos  ibu hamil paling populer. Ketika hamil dan ibu memotong rambut, generasi orangtua dulu akan mengatakan bahwa aktivitas ini dapat membuat bayi memiliki gangguan penglihatan.

Dalam beberapa kebudayaan, dipercaya potong rambut saat hamil tidak dianjurkan karena akan membawa energi buruk untuk kehamilan dan bayi. Energi tersebut berdampak buruk pada bayi dan dipercaya akan membuat bayi mudah sakit.

Adanya kepercayaan nenek moyang bahwa potong rambut dapat mengakibatkan keguguran, komplikasi dan bayi lahir mati juga menjadi mitos membayangi ibu hamil.

Padahal jika dicermati, hal ini sebenarnya berhubungan dengan adanya perubahan tubuh yang terjadi ketika hamil. Adanya janin dalam kandungan akan membuat tubuh mengalami penurunan hormon saat kondisi ini memengaruhi kondisi tubuh termasuk rambut.

Akibat perubahan hormonal, volume dan tektur rambut ikut berubah. Bunda yang berambut tebal dan lembut akan dikejutkan dengan rambut yang mulai menipis dan mudah rontok. Jika sudah begini, memotong rambut menjadi pilihan agar rambut mudah diatur dan kembali sehat.

Kendati banyak dihubungkan dengan keadaan janin, sejauh ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan korelasi erat aktivitas potong rambut dan kelainan pada janin.

Hal yang perlu diperhatikan yaitu sebaiknya ibu hamil tidak dulu mewarnai rambut, terutama saat usia kehamilan trimester pertama. Kandungan bahan kimia yang ada dalam pewarna rambut dikhawatirkan akan memengaruhi janin.

Pada fase ini organ janin masih berkembang sehingga mewarnai rambut sebaiknya ditunda. Jika terpaksa harus melakukannya karena alasan tertentu, ada baiknya Bunda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Potong rambut saat hamil, perhatikan hal ini ya Bunda…

Tak masalah jika Bunda ingin memotong rambut saat perut mulai membesar. Tetapi, ada baiknya Bunda juga memerhatikan hal berikut ini sebelum melakukan perawatan rambut:

Tips potong rambut saat hamil #1 : Hindari penggunaan bahan kimia berlebihan

potong rambut saat hamil

Bun, penting diingat bahwa pertumbuhan janin dalam kandungan adalah prioritas utama. Sebisa mungkin, hindari menggunakan pewarna rambut, spray atau produk styling berbasis bahan kimia yang berbahaya untuk kehamilan.

Saat ingin melakukan perawatan rambut sebaiknya Bunda memilih salon yang menyediakan produk berbasis bahan alami yang aman untuk janin. Bahan kimia yang diaplikasikan pada rambut dikhawatirkan akan memengaruhi janin, selain itu menimbulkan reaksi alergi pada kulit Bunda yang sensitif.

Untuk Anda yang ingin mewarnai rambut, dianjurkan untuk melakukannya di sebagian rambut saja sehingga tidak menyerap di kulit kepala dan aliran darah. 

Tips potong rambut saat hamil #2 : Jangan pergi ke salon yang ramai

Saat hamil, beragam perubahan pada tubuh akan terjadi dan tubuh Bunda tak senormal biasanya. Menghindari salon yang ramai direkomendasikan agar Bunda tetap nyaman saat memanjakan diri, tidak khawatir perut yang membesar tersenggol jika berdesakan dengan orang lain.

Di samping itu, hal ini menjamin peralatan yang digunakan lebih higienis dan aman untuk Anda. Sebelum mengunjungi salon, pastikan Bunda membuat janji lebih dulu serta memilih penata rambut yang profesional dan terpercaya.

 

Referensi : Parenting Firstcry

Baca juga : 

Kandungan fluoride dalam pasta gigi, amankah untuk ibu hamil?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.