Bunda, hindari 6 hal ini untuk mencegah bayi lahir cacat

Bunda, hindari 6 hal ini untuk mencegah bayi lahir cacat

Berikut ini hal-hal yang perlu dihindari sebelum dan saat hamil untuk mencegah bayi lahir cacat.

Risiko bayi lahir dengan kondisi cacat seringkali membuat para orang tua was-was, apalagi mengingat hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Tapi ternyata, ada hal-hal yang memang wajib dihindari sebelum dan saat hamil untuk mencegah bayi lahir cacat.

Apa faktor penyebab bayi lahir cacat?

penyebab bayi lahir cacat

Dilansir dari Healthline, risiko bayi lahir cacat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

  • Genetik
  • Gaya hidup yang buruk
  • Paparan zat kimia berbahaya
  • Konsumsi obat-obatan bebas
  • Infeksi kehamilan

Risiko bayi lahir cacat juga bisa disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor di atas. Agar seluruh faktor penyebab di atas dapat dicegah, sebaiknya Bunda juga menghindari 6 hal berikut ini pada gaya hidup Bunda sehari-hari.

Apa yang harus dihindari untuk mencegah bayi lahir cacat?
1. Beraktivitas terlalu berat

ibu hamil dilarang membawa barang berat

“Ibu hamil tidak boleh terlalu capek!”, ternyata pernyataan tersebut ada benarnya, Bunda. Beraktivitas terlalu berat dapat menyebabkan stres pada janin sehingga dapat berpengaruh buruk pada tumbuh kembangnya.

Olahraga, berjalan kaki, atau melakukan pekerjaan sehari-hari tidak akan masalah, asalkan Bunda tetap menakarnya dengan tepat. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi gangguan kesehatan pada janin atau kehamilan Bunda.

2. Stres

stres saat hamil menyebabkan gangguan janin

Apa yang dirasakan oleh Bunda, tentu akan dirasakan juga oleh janinnya. British Neuroscience Association membuktikan bahwa stres yang dialami oleh ibu hamil akan berdampak buruk pada janinnya.

Penelitian ini membuktikan bahwa ibu yang stres akan memproduksi hormon kortisol yang menghambat pertumbuhan jaringan saraf janin di dalam kandungan.

Hormon kortisol diproduksi ketika seorang ibu hamil berada dalam lingkungan buruk seperti depresi, berkabung, dilecehkan, dan kondisi-kondisi lain yang membawa seseorang berada di bawah tekanan.

Jadi, pastikan Bunda selalu bahagia dan menjaga mood agar selalu positif, ya!

3. Diet

diet dapat mengganggu pertumbuhan janin

Jangan sembarangan diet selama masa kehamilan, kecuali jika memang benar-benar diperlukan demi kesehatan. Berkurangnya porsi makanan selama hamil tentu akan berpengaruh langsung pada kesehatan janin dalam kandungan.

Bagaimana tidak, asupan nutrisi janin tentu akan berkurang dan itu bisa berpengaruh pada proses tumbuh kembangnya. Selalu konsultasikan pada dokter dan juga ahli gizi untuk mendapatkan pola makan yang sehat dan seimbang.

4. Rokok dan alkohol

Merokok saat hamil menyebabkan bayi cacat lahir

Baby Center menyebutkan bahwa nikotin dan karbon monoksida pada rokok dapat menjadi penyebab dampak buruk pada bayi nomor satu. Selain bisa menyebabkan bayi lahir cacat, merokok saat hamil juga bisa menyebabkan keguguran.

Begitu juga dengan kadar alkohol yang tinggi. Selain cacat, kadar rokok dan alkohol yang tinggi juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, kelainan fisik, kelainan jantung, IQ rendah, hingga kelahiran prematur.

5. Obat-obatan bebas

bolehkah mengonsumsi obat saat hamil

Sama seperti alkohol, obat-obatan juga bisa diserap oleh janin melalui plasenta.

Untuk itu, Bunda sebaiknya selalu mengonsumsi obat-obatan melalui resep dokter agar lebih aman. Konsultasikan selengkap mungkin agar lebih aman dan tidak mengganggu kesehatan. Ini mencakup semua obat ya, Bunda, termasuk resep, non resep, obat herbal, hingga suplemen vitamin.

6. Paparan zat toksin berlebihan

zat kimia yang berbahaya untuk ibu hamil

Puluhan zat kimia memiliki potensi masuk ke tubuh kita dengan mudah melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui produk perawatan tubuh yang banyak mengandung bahan kimia di dalamnya.

Sayangnya, tidak semua zat kimia baik untuk diserap oleh tubuh. Beberapa di antaranya memiliki sifat toksin atau beracun bagi kesehatan, seperti triclosan, SLS, fluoride, phthalates dan paraben. Faktanya, zat toksin ini dapat ditemukan pada produk perawatan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun mandi, sampo, hingga lotion.

Jika digunakan rutin setiap hari, paparan berlebihan dari zat kimia berbahaya dalam personal care bisa dengan mudah menyebar ke seluruh area tubuh melalui aliran darah. Selanjutnya, zat toksin ini akan terkontaminasi dalam tubuh kita dan berpotensi menimbulkan penyakit dalam jangka panjang.

Sementara itu, zat toksin juga dengan mudah akan menembus plasenta, sehingga langsung diserap oleh janin sebagai makanannya. Saat janin memiliki kadar zat toksin yang tinggi dalam tubuhnya, hal ini dapat mengakibatkan:

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Bayi cacat lahir
  • Terhambatnya proses pertumbuhan janin
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Bayi lahir mati (stillbirth)
  • Cacat intelektual/IQ rendah
  • dan kelainan lainnya pada bayi saat lahir

agar bayi lahir normal

Saat hamil, Bunda memang harus lebih menjaga apa yang Bunda konsumsi. Tak ada salahnya mengecek kembali semua produk yang Bunda gunakan saat ini. Pastikan semuanya bebas risiko untuk kesehatan diri dan juga perkembangan si buah hati.

Mama’s Choice dapat menjadi andalan Bunda untuk menjaga kesehatan diri serta bayi selama hamil dan menyusui. Dibuat dari bahan-bahan alami berkualitas tanpa bahan kimia berbahaya, Mama’s Choice dapat menemani perjalanan Bunda dalam merawat diri dengan sehat, aman, dan tenang.

Jangan menunggu hingga terjadi, lebih baik kita cegah dan hindari sedari dini. Wujudkan dengan #PilihanAmanMama sekarang juga demi kebaikan hidup Bunda dan keluarga.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

intan

app info
get app banner