TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!

Bacaan 3 menit
Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!

Ada beberapa kondisi kesehatan ibu hamil yang dikatakan kehamilan berisiko tinggi. Yuk kenali apa saja faktor penyebab dan cara pencegahannya

Kehamilan berisiko tinggi menjadi salah satu bayangan menakutkan yang dapat dialami oleh siapa saja. Kehamilan dianggap berisiko tinggi ketika ada potensi komplikasi yang dapat mempengaruhi kondisi ibu, bayi, atau keduanya. Dibutuhkan manajemen yang tepat oleh pakar kandungan untuk membantu memastikan kondisi ibu dan janin sehat sepanjang masa kehamilan .

Penyebab terjadinya kehamilan berisiko tinggi

1. Usia ibu

Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!

Usia calon ibu merupakan salah satu faktor paling umum terjadinya kehamilan berisiko tinggi.  Ibu yang melahirkan bayinya saat berusia 17 tahun ke bawah, atau usia 35 tahun ke atas akan memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih besar daripada mereka yang melahirkan diantara usia 20 – 30 tahun.

Risiko keguguran, cacat genetik, dan down syndrome akan semakin meningkat ketika ibu melahirkan di atas usia 40 tahun.

Artikel terkait: Risiko Hamil dan Melahirkan di Usia Paruh Baya

2. Kondisi medis sebelum masa kehamilan

Ada beberapa kondisi medis sebelum kehamilan yang dapat membuat kehamilan berisiko tinggi terjadi. Misalnya, tekanan darah tinggi, masalah paru-paru, ginjal, jantung, diabetes, penyakit autoimun, penyakit menular seksual (PMS), dan infeksi kronis seperti HIV/AIDS.

Selain itu, riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya, atau riwayat keluarga dengan kelainan genetik juga dapat menjadi beberapa faktor penyebab kehamilan yang berisiko tinggi terkena komplikasi.

3. Kondisi medis yang terjadi selama masa kehamilan

Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!

Meskipun Bunda sehat dan bugar sebelum kehamilan. Bisa jadi masalah kesehatan yang memicu komplikasi justru muncul ketika Bunda hamil. Diantaranya:

  • Preeklampsia. Sindrom di masa kehamilan yang mengakibatkan tekanan darah tinggi, meningkatnya jumlah protein di dalam urin, dan beberapa bagian tubuh membengkak. Ibu yang mengalami preeklampsia bisa tetap melahirkan bayi dengan sehat asalkan ditangani dengan cepat dan tepat. Jika tidak, preeklamsia bisa berbahaya dan fatal bagi ibu maupun janin.
  • Diabetes gestasional. Salah satu penyakit diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Peningkatan kadar gula darah saat hamil bisa berbahaya bagi kondisi kesehatan ibu dan janin. Karenanya ibu hamil harus melakukan tes gula darah secara rutin.
  • Persalinan prematur. Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum 37 minggu kehamilan. Diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, leher rahim yang pendek, hamil kembar, atau memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya dapat menjadi beberapa faktor risiko prematur.
  • Placenta previa. Kondisi di mana plasenta menutupi leher rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan terutama bila ibu mengalami kontraksi. Jika placenta previa terjadi mendekati waktu persalinan, maka dokter akan menjadwalkan operasi caesar untuk mengurangi risiko pendarahan pada ibu dan janin.

Mencegah kehamilan berisiko tinggi

Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!

Bila Bunda memiliki salah satu atau beberapa faktor risko di atas, jangan terlalu bersedih ya Bun. Ada beberapa fakto bisa dilakukan untuk menurunkan risiko komplikasi saat kehamilan.

Seperti beberapa hal berikut ini:

  • Mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari dari sebelum hingga masa kehamilan
  • Mengikuti imuniasi yang dianjurkan
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan mempertahankan berat badan yang ideal
  • Rutin berolahraga
  • Menghindari rokok, alkohol, dan obat-obatan
  • Temui dokter kandungan secara teratur

****
Semoga artikel ini bermanfaat ya Bunda.

 

Referensi: WebMD, American Pregnancy

Baca juga:

Bumil, Ini 5 Vitamin yang Wajib Dikonsumsi Selama Masa Kehamilan

 

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Kehamilan berisiko tinggi bisa dialami siapa saja, kenali penyebabnya!
Bagikan:
  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

    Cara Menggunakan dan Membaca Tespek yang Benar agar Hasil Akurat

  • Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

    Apakah Sprite Bisa Mencegah Kehamilan? Inilah Faktanya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti