Perbedaan kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan perempuan dewasa, catat Bun!

lead image

Sebenarnya seberapa besar perbedaan nutrisi ibu menyusui dengan perempuan dewasa pada umumnya? Ini perbedaannya yang perlu Anda ketahui.

Dalam rangka Pekan Asi Sedunia, tak ada salahnya jika mengulas lebih dalam terkait nutrisi ibu menyusui. Pasalnya, apa yang dikonsumsi busui tentu saja wajib diperhatikan karena akan memengaruhi status gizi sang bayi.

Sama seperti ibu yang lainnya, saat saya sedang menyusui, hampir 9 tahun yang lalu, saya sangat concern dengan apa yang saya konsumsi. Saya cukup paham bahwa kualitas anak saya kelak akan tergantung dengan nutrisi yang ia dapatkan selama 1000 hari kehidupan pertamanya.

Artinya, setelah memerhatikan gizi saat hamil, hal ini tentu saja harus berlanjut ketika saya menyusui dan kelak saat anak saya memulai fase MPASI.

Pertanyaannya, nutrisi ibu menyusui seperti apa yang paling ideal? Apa yang membedakan dengan nutrisi pada perempuan dewasa yang sedang tidak menyusui?

Perbedaan kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan perempuan dewasa, catat Bun!

Setidaknya pertanyaan seperti inilah yang sempat terbersit dalam benak saya. Apakah juga dipertanyaan ibu menyusui yang lain?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya pun menghubungi dr. Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Pondok Indah, dia memberikan jawaban beberapa pertanyaan yang saya ajukan terkait dengan nutrisi ibu menyusui.

Sebenarnya, apa perbedaan mendasar nutrisi ibu menyusui dengan perempuan dewasa yang tidak menyusui?

Menurut AKG (Angka Kecukupan Gizi) ibu menyusui dalam 6 bulan pertama kelahiran bayinya, membutuhkan tambahan energi sebanyak 330 kkal dan 400 kkal dari kebutuhan energi harian perempuan dewasa (kebutuhan harian perempuan dewasa usia 19-29 tahun sejumlah 2.250 kkal).

Perlu diketahui bahwa untuk memproduksi 100 ml ASI (setara dengan 75 kkal) membutuhkan energi sekitar 85 kkal. Pada 6 bulan pertama kelahiran si kecil, ibu menyusui perlu menghasilkan ASI rata-rata 750 ml/hari, biasanya Busui menghasilkan ASI per hari berkisar 550—1.200 ml.

Nutrisi ibu menyusui dan perempuan dewasa, ini bedanya!

Ibu menyusui tentunya harus memerhatikan asupan gizi dan nutrisinya. Bisa dijelaskan mengapa demikian?

Ya, memang betul. Ibu menyusui harus memerhatikan asupan gizi dan nutrisinya karena apabila kecukupan gizi ibu terpenuhi, maka ibu dapat terhindar dari risiko kekurangan vitamin dan mineral tertentu seperti besi, seng, folat, kalsium, cuprum yang dikeluarkan melalui ASI untuk mencukupi kebutuhan tumbuh kembang si kecil.

Untuk memastikan kualitas dan kuantitas ASI ibu, sebaiknya ibu menyusui juga tidak melakukan diet, khususnya pada periode 6 bulan pertama kelahiran si kecil.

Apa yang bisa terjadi atau risiko yang didapatkan jika ibu menyusui tidak memerhatikan asupan gizinya selama menyusui?

Akan ada risiko kekurangan vitamin dan mineral, menurunnya daya tahan tubuh ibu, dan juga mempertaruhkan kecukupan nutrisi untuk si kecil. Di mana jumlah produksi ASI bisa menurun, dan kualitas nutrisinya pun menurunn sehingga akan berdampak pada tumbuh kembang bayi.

Apakah benar, banyaknya ASI bisa dipengaruhi status gizi dan kecukupan asupan harian ibu?

Status gizi dan kecukupan asupan harian ibu sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Faktor lain yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI lainnya adalah pelekatan bayi pada puting ibu yang memastikan pengosongan payudara, juga seringnya bayi menyusu.

Jangan lupa, faktor kebahagiaan ibu juga membantu mengeluarkan hormon oksitosin untuk memperlancar ASI.

Artikel terkait: 9 Cara memperbanyak ASI yang bisa Bunda tiru di rumah

Nutrisi ibu menyusui dan perempuan dewasa, ini bedanya!

Zat gizi apa saja yang harus dipenuhi oleh ibu menyusui, dibandingkan dengan perempuan dewasa yang tidak menyusui?

  • Energi: Ibu menyusui perlu penambahan energi 330 kkal pada 6 bulan pertama kelahiran si kecil dan 400 kkal pada 6 bulan kedua kelahiran si kecil (AKG, 2013) seperti beras/nasi, jagung, gandum, umbi-umbian, dan lain-lain.
  • Protein: 15-25% dari total kalori, terdiri dari protein hewani dan protein nabati, yaitu besi, seng, folat, kalsium.
  • Lemak: Ibu menyusui membutuhkan tambahan lemak harian sebanyak 11 gram pada 6 bulan pertama kelahiran si kecil dan 13 gram pada 6 bulan kedua kelahiran si kecil, sementara kebutuhan lemak harian perempuan dewasa adalah 76 gram. Namun, yang perlu dikonsumsi adalah lemak baik atau lemak tak jenuh, seperti alpukat, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
  • Serat: Perempuan dewasa pada umumnya membutuhkan serat 20-30 gram per hari. Ibu menyusui membutuhkan tambahan serat sebanyak 5 gram pada 6 bulan pertama kelahiran si kecil dan seterusnya adalah 6 gram per hari.
  • Kalsium: Perempuan dewasa per harinya memerlukan 1.100 mg kalsium, sementara Ibu menyusui membutuhkan tambahan asupan kalsium sebanyak 200 mg perharinya.
  • Air: Perempuan dewasa membutuhkan 2.300 ml air setiap harinya. Sedangkan, Busui membutuhkan tambahan cairan sebanyak 800 ml setiap harinya dari perempuan dewasa biasanya.

Lewat penjelasan dr. Juwalita ini tentu saja semakin menegaskan bahwa ibu menyusui tidak boleh menyepelekan  asupan gizinya. Selain itu, nutrisi ibu menyusui memang memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan perempuan dewasa yang tidak menyusui.

Jika Parents ingin mengetahui beragam nutrisi yang direkomendasikan untuk ibu menyusui, bisa melihat di Aplikasi theAsianparent. Tak hanya mendapatkan ragam informasi, terkait nutrisi dan tumbuh kembang si kecil, Parents pun bisa terkoneksi dengan ribuan orangtua lainnya,

Jadi sudah unduh aplikasi theAsianparent belum?

susu organik untuk bayi

Baca juga:

13 Makanan Pelancar ASI yang Perlu Bunda Ketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner