Mana yang Lebih Baik, ASI atau Susu Formula?

Ingin tau perbedaan ASI dan susu formula? Di sini kami memberikan perbandingannya, sehingga bunda dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk si bayi.

Apakah yang terbaik untuk ibu dan anak? ASI atau susu formula?

Apakah yang terbaik untuk ibu dan anak? ASI atau susu formula?

“Tidak bisa, Sis, “ ujar salah seorang ibu yang baru melahirkan kepada temannya, “Suamiku lebih memilih untuk menggunakan susu formula untuk anak kita.” Kaget, dan tercenung rasanya di jaman yang mana informasi bisa mudah sekali diperoleh, seorang ayah memutuskan anaknya menggunakan susu formula daripada ASI ibunya sendiri. Banyak  dari ibu-ibu yang memutuskan untuk menyusui dengan ASI atau susu formula berdasarkan pada tingkat kenyamanan, gaya hidup dan beberapa pertimbangan medis lainnya.

Beberapa alasan dari kebanyakan orangtua yang memutuskan untuk menggunakan susu formula daripada ASI:

1. Ketidaktahuan mereka akan kehebatan ASI

Banyak orangtua yang belum mengetahui banyaknya zat-zat yang terkandung di dalam ASI, orangtua lebih senang menggunakan susu formula karena mereka sudah tahu gizi yang tercantum dalam setiap kaleng susu formula.

2. Ketidakadaan waktu

Menyusui bayi secara eksklusif dirasakan memakan waktu lama, sehingga orangtua, khususnya ibu, tidak dapat bekerja untuk membantu perekonomian keluarga atau lainnya

3. ASI tidas lançar dan tidak cukup

Alasan yang paling banyak adalah ASI tidak lancar, sehingga anak terus menerus kelaparan dan menangis rewel. Tapi berbeda dengan susu formula yang memiliki kandungan yang lebih kompleks dan diantaranya dimasukkan karbohidrat yang dapat mengenyangkan anak, sehingga dipandang ampuh untuk meredam bayi yang lapar dan ASI yang tidak lancar

4. Menderita suatu penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak jika meminum ASI

 

 

ASI memiliki lebih banyak kebaikan untuk ibu dan anak.

ASI memiliki lebih banyak kebaikan untuk ibu dan anak.

Mengenai ASI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI sebagai yang terbaik bagi bayi. Karena ASI dapat membantu bertahan melawan infeksi, mencegah alergi dan melindungi terhadap sejumlah penyakit kronis. Meskipun para ahli sudah mengatakan bahwa ASI merupakan pilihan nutrisi terbaik bagi bayi, tapi tidak semua ibu dapat dan ingin melakukannya. Bagi para ibu-ibu yang tidak dapat menyusui atau memutuskan untuk tidak menyusui dan menggunakan susu formula sebagai alternatif adalah merupakan keputusan yang sangat pribadi.

Di antara sebagian ibu-ibu akan timbul perasaan bersalah terutama tidak dapat memiliki hubungan ikatan yang khusus dengan bayi, namun sebagian lagi berpikir bahwa hubungan ikatan khusus ibu dan anak akan baik-baik saja, baik dengan ASi maupun susu formula, karena adalagi tahapan berikutnya yaitu memberikan makanan pendamping untuk anak yang juga memberikan ikatan khusus antara ibu dan anak.

Tapi sebelum mengambil keputusan yang penting, ibu-ibu perlu mempertimbangkan hal-hal penting yang perlu ibu ketahui agar keputusan terbaiklah yang diambil.

 

Berikut adalah manfaat dari ASI:

  1. ASI memberikan perlawanan terhadap infeksi, karena antibodi yang diberikan dari ibu dapat membantu bayi untuk melawan beberapa penyakit infeksi, seperti, diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan dan radang selaput.
  2. ASI baik untuk bayi yang lahir prematur yang berkontribusi dalam sistem kekebalan tubuh bayi
  3. ASI memiliki nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi yang baru lahir.
  4. ASI mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi yang baru lahir
  5. ASI gratis!
  6. Dengan ASI ibu telah memperkenalkan budaya melalui makanan yang dimakan oleh ibu dan dirasakan oleh bayi dari ASI yang diberikan.
  7. ASI mencegah obesitas pada anak.
  8. Pemberian ASI eksklusif  menurut beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang diberikan ASI eksklusif memiliki IQ lebih tinggi daripada anak yang diberikan susu formula.
  9. Memberikan ASI dapat membantu ibu juga agar percaya diri dalam mengurus anaknya, membakar kalori dan membantu mengecilkan rahim.
  10. Dan dari beberapa studi juga bahwa menyusui dapat membantu ibu mengurangi resiko kanker payudara, tekanan darah tinggi, mengurangi resiko kanker rahim dan ovarium. Bahkan menurut studi National Institutes of Health Women’s Health Initiative, ibu yang menyusui selama 7-12 bulan setelah melahirkan memiliki resiko penyakit jantung yang lebih rendah.
  11. Ibu yang menyusui harus menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya, ikan yang mengandung merkuri, alkohol, dan kafein harus benar-benar tidak dikonsumsi ibu menyusui.
  12. Karena ASI mudah dicerna oleh bayi, maka bayi akan cepat lapar dan haus kembali sekitar 2-3 jam terutama dalam 3 minggu pertama.

Menyusui bukanlah hal yang mudah untuk ibu yang baru memiliki anak, karena itu diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memberikan ASI kepada bayi, sehingga kondisi kenyaman ibu dapat didapatkan. Keinginan untuk menyusui bayi dengan eksklusif kadang tidak dapat diberikan, hal ini karena kondisi medis ibu yang tidak memungkinkan, obat-obatan dan operasi payudara. Kondisi medis seperti HIV atau AIDS, kemoterapi atau proses pengobatan tertentu yang membuat kondisi untuk menyusui bayi tidak aman bagi petumbuhan bayi

 

Susu formula sebagai alternatif pengganti ASI.

Susu formula sebagai alternatif pengganti ASI.

Mengenai susu formula

Susu formula disiapkan untuk alternatif yang bergizi sebagai pengganti ASI, diproduksi di bawah kondisi steril, susu formula berusaha untuk menduplikasi susu ibu dengan menggunakan kombinasi protein kompleks, gula, lemak dan vitamin yang sangat mustahil untuk dapat dibuat sendiri di rumah. Menyusui dengan ASi untuk beberapa kasus merupakan hal yang sulit dan membuat stres untuk beberapa ibu, sehingga susu formula dianggap sebagai pilihan.

Beberapa manfaat dari susu formula bagi ibu dan anak

1. Nyaman dan Mudah

Semua orang, entah itu neneknya atau pengasuh dapat memberikan susu kepada bayi setiap saat, walaupun ASI juga dapat berlaku demikian dengan terlebih dahulu memompa dan menyimpan ASI dengan benar. Sehingga ibu dapat melakukan kegiatan lainnya. Dan jika di tempat umum, ibu tidak perlu mencari tempat khusus untuk memberikan ASI-nya, ibu dapat langsung memberikannya di tempat umum. Hanya bedanya bahwa ibu harus membawa perlengkapan untuk membuat botol.

2. Waktu dan frekuensi menyusui

Karena susu formula kurang dapat dicerna dengan baik oleh bayi dibandingkan ASI, maka susu formula sebaiknya diberikan lebih sering daripada bayi yang menggunakan ASI.

3. Kurang antibodi

Formula tidak memberikan perlindungan tambahan kepada bayi terhadap infeksi. Oleh karena itu, perlu selalu dipastikan bahwa air, peralatan minum susu, seperti; botol susu, sendok dan lainnya dalam keadaan steril

4. Mahal Susu formula mahal!

Terutama susu formula khusus seperti kedelai dan hypoallergenic yang jauh lebih mahal.

5. Gas dan sembelit

Bayi yang meminum susu formula akan lebih banyak gas dan buang air besar lebih banyak.

6. Diet

Ibu yang memilih memberikan susu formula bagi bayinya tidak perlu memikirkan hal-hal yang mereka makan atau minum, karena hal yang dimakan dan diminum akan mempengaruhi bayi mereka

Itulah informasi mengenai ASI dan susu formula. Semoga bermanfaat untuk Parents.