TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Konselor Laktasi: "Busui Tak Perlu Memaksa Dapatkan Title ASI Eksklusif"

Bacaan 4 menit
Konselor Laktasi: "Busui Tak Perlu Memaksa Dapatkan Title ASI Eksklusif"

"Prioritas pertama itu pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang ideal. Prioritas kedua adalah ASI eksklusif," ujar dr. Dimple Nagrani.

Setiap ibu pasti berharap bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Sebab, pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

Lantas bagaimana jika ASI eksklusif saja tidak cukup, Bun? Perlukah Bunda memberikan asupan susu fomula kepada si kecil, dan melupakan title “ASI Eksklusif” untuk anak?

Artikel terkait: Waspada Cronobacter, Bakteri yang Kerap Ada di Pompa ASI dan Alat Menyusui!

Sampai Mana Pemberian ASI Eksklusif untuk Anak Dilakukan?

pemberian asi eksklusif

Sebagian ibu memang masih ada yang bersikeras untuk bisa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya. Hal ini sebenarnya sah-sah saja, bahkan bisa memberikan manfaat luar biasa untuk anak dan sang ibu.

Akan tetapi, jika si kecil mengalami pertumbuhan yang melandai atau bahkan lambat, meski sudah mendapat ASI dan MPASI, sebaiknya Bunda perlu mempertimbangkan untuk memberikan tambahan asupan susu selain ASI.

Menurut dr. Dimple Nagrani, Sp.A, BmedSc., dokter spesialis anak dan konselor laktasi dari Happy Kids Clinic, jika sebelumnya grafik pertumbuhan si kecil sempat mengalami kenaikan, lalu tiba-tiba saja mulai melandai kenaikannya, maka ia harus mendapat penanganan yang tepat.

“Kalau kebetulan grafiknya itu sudah naik, tapi mulai melandai naiknya, itu harus kita terapi. Jangan sampai menjauh dari garis yang pertama, jadi jangan sampai lurus kenaikannya. Kita tetap mau naik sesuai dengan grafik, jangan sampai naik lalu melandai terus, itu tidak boleh,” kata dokter Dimple saat sesi IG live bersama theAsianparent Indonesia.

“Kalau naiknya itu masih kurang, tolong jangan hanya disalahkan MPASInya saja. Tolong diingat juga bahwa pemberian kalori anak sampai usia 9 bulan ada juga ASI,” sambungnya.

70% Kalori Anak Tetap Didapat dari Susu

pemberian asi eksklusif

Dokter Dimple melanjutkan, anak mendapat asupan kalori yaitu 70% dari susu, termasuk ASI, dan 30% dari MPASI. Maka dari itu, jika pertumbuhan anak mulai melandai, terutama jika sudah mulai MPASI, orangtua seharusnya tidak hanya menyalahkan yang 30%, dan justru tidak melihat yang 70%. 

“Mungkin asupan MPASI anak bagus atau mungkin anaknya juga pintar makan, tetapi ternyata ASInya yang kurang. Jadi, karena ASI yang kurang, saya akan meminta dan mengingatkan kembali orangtua, mari kita jangan terlalu memprioritaskan title ASI eksklusif,” saran dr. Dimple.

“Kita tidak boleh membela-bela title ASI eksklusif kalau kenaikan berat badan anak kita sudah tidak ideal lagi, sudah tidak mencukupi. Jadi sekali lagi kita tidak boleh hanya menyalahkan MPASI,” imbuhnya.

Artikel terkait: Mengenal SNS, Alat Bantu Menyusui untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi

pemberian asi eksklusif

MPASI memang bisa digunakan sebagai metode untuk membantu menambah berat badan anak, kalau ASI yang didapat anak kurang. Namun, ASI boleh berkurang cuma sampai 70%, jadi 70% kalori ini tetap masih harus didapat dari susu

“Kalau kebetulan produksi ASInya sudah berkurang dan kalori yang bisa tercukupi hanya sekitar 50%, berarti kita masih utang 20%. Nah, 20% ini dari mana? Enggak bisa kita kasih anak umur 6 bulan makananannya sebanyak itu sampai bisa 50% kalori,” jelas dr. Dimple

“Jadi sekali lagi, kita harus melihat kasusnya. Jangan sampai kita membela-bela saya pokoknya mau ASI sampai usia anak 2 tahun, padahal kurva berat badannya awalnya bagus, eh malah jadi turun,” lanjutnya menjelaskan.

Artikel terkait: Jadi Fase Krusial dalam Tumbuh Kembang Bayi, Perhatikan 2 Hal Ini Agar Menyusui Tetap Lancar

Prioritas Utama Orangtua Adalah Tumbuh Kembang Anak yang Ideal

Konselor Laktasi: Busui Tak Perlu Memaksa Dapatkan Title ASI Eksklusif

Menurut dokter Dimple, hal yang sebenarnya harus jadi prioritas utama para orangtua adalah pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang ideal. Lalu, prioritas kedua adalah ASI eksklusif.

“Jadi yang harus diperhatikan jangan sampai kita membela-bela title itu, saya pun konselor laktasi, saya selalu mengatakan kepada orangtua, prioritas pertama itu pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang ideal. Prioritas kedua adalah ASI eksklusif. Jangan terbalik, itu bisa menguntungkan bayinya juga. Sebab, itu hak bayi untuk mendapatkan nutrisinya yang cukup dan seimbang,” tegasnya.

Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif perlu Bunda lakukan sambil tetap memantau tumbuh kembang anak, apakah masih ideal atau justru sudah melandai? Sebab, kita ingat lagi bahwa tumbuh kembang si kecil yang ideal adalah prioritas utama orangtua.

Baca juga:

Kenali Post Weaning Depression atau Depresi Pasca Menyapih, Jangan Abaikan!

5 Rekomendasi Catering MPASI di Jakarta, Murah dan Lengkap

10 Tips Nyaman Melakukan Tandem Nursing, Menyusui Adik dan Kakak Bersamaan

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Cut Nadia M. Rahmah

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Konselor Laktasi: "Busui Tak Perlu Memaksa Dapatkan Title ASI Eksklusif"
Bagikan:
  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti