Apakah Parents belakangan ini merasa mudah stress hingga berisiko alami depresi? Coba ingat kembali, sudahkah kecukupan vitamin D terpenuhi? Nyatanya, salah satu dampak besar yang bisa disebabkan kurang vitamin D adalah kondisi depresi.
Penasaran? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Artikel terkait: Benarkah Kekurangan Vitamin D Dapat Menyebabkan Sulit Hamil?
Daftar isi
Risiko Depresi Meningkat karena Kurang Vitamin D
Vitamin D sering disebut juga sebagai sunshine vitamin, mengingat tubuh manusia memang akan memproduksi jenis vitamin tersebut saat terpapar sinar matahari.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika selama ini vitamin D selalu dikaitkan dengan kesehatan tulang, sel, serta daya tahan tubuh manusia. Namun, ternyata kekurangan vitamin D juga bisa berisiko besar pada fungsi otak hingga menyebabkan depresi.
Hal tersebut pun selaras dengan beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan. Salah satu penelitian yang diterbitkan di laman The British Journal of Psychiatry menyatakan, orang yang memiliki kadar vitamin D rendah secara statistik memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.
Pasalnya, para peneliti menjelaskan bahwa vitamin D juga sangat berperan penting untuk fungsi otak. Maka, ketika kebutuhan harian vitamin D tidak mencukupi, hal tersebut juga dapat berperan untuk meningkatkan risiko depresi dan penyakit mental lainnya.
Artikel terkait: Waspada Defisiensi Vitamin D untuk Ibu Hamil, Ini 6 Pengaruhnya pada Janin
Risiko Gangguan Kesehatan Lain Akibat Kurang Vitamin D Selain Depresi
Bukan hanya depresi, kekurangan vitamin D juga tidak bisa disepelekan karena akan berisiko pada kondisi kesehatan lain seperti:
- Menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kekuatan tulang. Seperti rakitis pada anak-anak, dan osteomalacia pada orang dewasa.
- Osteoporosis.
- Migrain dan sakit kepala berkepanjangan.
- Diabetes.
- Obesitas.
- Hipertensi, penyakit jantung, hingga gagal jantung.
- Berbagai jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat
- Demensia
- Komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur.
Artikel terkait: Peneliti Temukan Hubungan Kekurangan Vitamin D dan Penderita Kanker Payudara
Mengapa Kita Bisa Mengalami Kurang Vitamin D?
Kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D bisa terjadi karena tubuh kekurangan sinar matahari, gaya hidup yang kurang sehat, dan juga akibat faktor usia.
Selain itu, seperti yang dilansir dari laman Alodokter, ada juga beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami defisiensi vitamin D, yakni:
- Obesitas
- Memiliki warna kulit gelap
- Alergi susu atau mengalami intoleransi laktosa
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antikejang atau sedang melakukan pengobatan HIV
- Vegetarian
- Menderita gangguan penyakit yang menghambat penyerapan vitamin D seperti radang usus.
Ciri yang Dirasakan Apabila Kurang Vitamin D
Ciri atau gejala yang dirasakan apabila tubuh kekurangan vitamin D di antaranya adalah:
- Mudah lelah
- Cepat sekali atau selalu mengantuk
- Nyeri otot dan persendian
- Merasa sering pegal-pegal di bagian punggung atau nyeri tulang
- Tulang mudah patah
- Rambut rontok
Kekurangan vitamin D juga cenderung menimbulkan beberapa gejala depresi yang meliputi:
- Rasa sedih dan putus asa berkepanjangan
- Insomnia, atau bahkan rasa kantuk yang berlebihan
- Terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup
- Kehilangan minat pada aktivitas yang awalnya disukai
- Penurunan berat badan, atau pun kenaikan berat badan yang drastis
- Sulit berkonsentrasi
- Sering gelisah dan panik berlebih
Jika Anda merasakan gejala tersebut, terutama gejala depresi yang disebutkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti dokter, psikolog, atau pun psikiater untuk ditangani lebih lanjut.
Artikel terkait: 8 Rekomendasi Merk Vitamin D untuk Ibu Hamil di 2025, Ini Dosis yang Dianjurkan
Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D
Untuk mengatasi kondisi tersebut tentunya Parents perlu mencukupi asupan vitamin D sesuai dengan kebutuhan harian. Berikut merupakan rekomendasi angka kebutuhan gizi vitamin D berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:
- Untuk anak-anak hingga orang dewasa berusia 65 tahun: Butuh 15 mikrogram vitamin D per hari
- Untuk lansia di atas usia 65 tahun: Butuh 20 mikrogram vitamin D per hari
Sebagai upaya memenuhi asupan harian tersebut, Parents bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti:
- Salmon, tuna, sarden, dan makanan laut lainnya
- Minyak ikan
- Yogurt
- Susu sapi atau susu kedelai
- Telur
Artikel terkait: Mengapa anak harus cukup asupan vitamin D? Parents wajib tahu alasannya
Apabila diperlukan, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D untuk mencukupi kebutuhan. Namun, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jenis suplemen ini. Pasalnya, kelebihan vitamin D akibat asupan suplemen yang tidak dijaga juga akan berdampak buruk pada kesehatan.
Selain mengonsumsi makanan sumber vitamin D dan juga suplemen, berjemur di bawah sinar matahari juga bisa membantu. Anda bisa berjalan-jalan selama 20-30 menit di sekitar lingkungan rumah agar terpapar sinar matahari. Lakukan kegiatan tersebut setidaknya seminggu dua kali agar penyerapan vitamin lebih optimal.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D Anda dan keluarga, Anda bisa memilih TAP x Youvit Vitamin D+ Gummy for Kids 30 Days
TAP x Youvit Vitamin D+ Gummy for Kids 30 Days adalah produk keluaran theAsianparent bersama Youvit.
Vitamin berbentuk gummy ini tinggi akan Vitamin D3 dengan rasa Yogurt Jeruk, Yogurt, dan Yogurt Stroberi. Vitamin D 600IU ini mengandung Yogurt Ekstrak, enak dan mudah dikonsumsi.
Detail produk:
- Nutrisi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG)
- Mengandung Sari Buah
- Gummy dengan Yogurt, Yogurt Stroberi, dan Yogurt Jeruk enak yang disukai anak
- Bentuk gummy yang menyenangkan dan mudah untuk dikonsumsi
- Kemasan mudah untuk dibawa kemana-mana
- Kemasan 1 pouch isi 30 gummy untuk konsumsi 30 hari.
Beli TAP x Youvit Vitamin D+ Gummy for Kids 30 Days sekarang di Shopee atau TikTok!
Semoga informasi ini bermanfaat!
***
Waspadai Kekurangan Vitamin D Mulai dari Sekarang
www.alodokter.com/mari-waspadai-kekurangan-vitamin-d-dari-sekarang
Could a Vitamin D Deficiency Contribute to Depression?
www.healthline.com/nutrition/depression-and-vitamin-d#vitamin-d-and-depression
Baca Juga:
Kebutuhan Ideal Vitamin D untuk Ibu Menyusui, Ini Risikonya Jika Kekurangan!
11 Pilihan Vitamin D Gummy Terbaik untuk Anak, Dukung si Kecil Sehat dan Kuat