TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya

Bacaan 4 menit
Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya

Bisa ganggu aktivitas, kenali gejala kostokondritis atau nyeri akibat peradangan di area dada. Rasanya bisa seperti serangan jantung.

Parents, Kostokondritis adalah sebuah kondisi yang menyebabkan nyeri di bagian dada. Nyeri terjadi di area yang disebut dengan sendi kostosternal, yakni pertemuan tulang rusuk dengan tulang dada.

Nyeri akibat kostokondritis biasanya hanya timbul pada sebagian kecil area dada dan tidak selalu memburuk dengan pergerakan. Namun demikian, nyeri yang timbul dapat menyerupai nyeri pada serangan jantung maupun penyakit lainnya.

Kostokondritis juga disebut sebagai sindrom kostosternal atau kostosternal kondrodinia. Bila nyeri disertai pembengkakan, kondisi ini disebut dengan sindrom Tietze.

Artikel terkait: Waspada Hiperparatiroidisme, Hormon Berlebih yang Sebabkan Gangguan Fungsi Ginjal

Kostokondritis – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

kostokondritis

Nyeri akibat kostokondritis memiliki ciri sebagai berikut:

  • Terjadi pada sisi kiri tulang dada
  • Nyeri yang terasa tajam atau tumpul, atau seperti ada yang menekan
  • Terjadi pada lebih dari satu tulang rusuk
  • Memburuk ketika menarik napas dalam, batuk, bergerak, atau melakukan peregangan
  • Dapat menjadi ke punggung atau perut

Intensitas nyeri dada akibat kostokondritis bisa ringan hingga berat. Pada kasus yang ringan, nyeri hanya dirasakan ketika Anda menyentuh atau menekan tulang dada. Sedangkan pada kasus yang berat, nyeri terasa seperti menusuk-nusuk dan tak tertahankan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini kerap hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu, tetapi sebagian kasus memerlukan pengobatan.

Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya

Gejala kostokondritis dapat menyerupai gejala dari berbagai penyakit lain, termasuk serangan jantung. Oleh sebab itu, diperlukan beberapa pemeriksaan untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan penyebab nyeri dada yang timbul.

Pemeriksaan umumnya mencakup:

  • Rekam jantung atau elektrocardiogram (EKG), untuk melihat irama dan aktivitas listrik jantung
  • Pemeriksaan darah untuk mencari tanda-tanda peradangan yang mendasari nyeri
  • Rontgen dada

Bila semua pemeriksaan normal dan tidak dicurigai adanya kelainan lain, diagnosis kostokondritis dapat dikonfirmasi.

Penyebab Kostokondritis

kostokondritis

Hal yang mendasari timbulnya nyeri pada kostokondritis adalah peradangan. Peradangan merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi, iritasi, dan cedera. Hingga kini, belum diketahui dengan jelas mengapa sendi kostosternal dapat meradang. Namun, hal-hal berikut dianggap berkaitan dengan kemunculannya:

  • Cedera pada dinding dada, seperti cedera tumpul akibat kecelakaan lalu lintas atau jatuh.
  • Tegangan fisik, misalnya akibat batuk hebat yang meregangkan area dada, aktivitas fisik yang berulang dan berat, atau mengangkat benda berat yang tidak biasanya dilakukan.
  • Infeksi sendi tulang rusuk akibat virus, bakteri, dan jamur—seperti pada tuberkulosis, sifilis, dan aspergilosis.
  • Beberapa jenis radang sendi (artritis), seperti osteoartritis, artritis reumatoid, atau ankylosing spondylitis.
  • Tumor pada sendi kostosternal, baik ganas maupun jinak. Tumor ganas atau kanker dapat menyebar ke sendi tersebut dari bagian tubuh lain seperti payudara, tiroid, atau paru.

Kostokondritis lebih sering terjadi wanita dan individu di atas usia 40 tahun. Seseorang juga lebih berisiko mengalaminya apabila terlibat dalam aktivitas fisik berintensitas tinggi, melakukan kerja fisik yang berat, memiliki alergi dan kerap terpapar zat-zat yang mengiritasi.

Artikel terkait: Jadi Kanker Kedua Terbanyak Dialami Pria, Ini Gejala Kanker Prostat

Cara Mengobati 

Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya

Kostokondritis umumnya menghilang sendiri tanpa pengobatan. Namun, hal-hal berikut dapat membuat gejala lebih cepat membaik.

  • Melakukan peregangan otot dada secara rutin.
  • Mengompres hangat area yang nyeri beberapa kali sehari. Anda dapat menggunakan kain atau handuk yang telah direndam dalam air panas atau gel kompres hangat.
  • Hindari aktivitas yang membuat nyeri dada semakin memburuk, seperti olahraga berat atau gerakan sederhana seperti mencoba meraih sesuatu di tempat tinggi, hingga peradangan di tulang rusuk dan tulang dada membaik.

Beberapa obat berikut dapat dibeli bebas untuk membantu mengurangi nyeri:

  • Obat antinyeri seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Krim antinyeri yang mengandung capsaicin atau asam salisilat.
  • Gel antinyeri yang mengandung diclofenac 1%.
  • Koyo, krim, atau gel yang mengandung obat anestesi (mati rasa) lokal lidocaine.

Artikel terkait: Bisa Sebabkan Gagal Ginjal, Waspada Hidronefrosis atau Pembengkakan Ginjal Ini

Kapan Perlu Waspada?

Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya

Perlu diingat bahwa nyeri dada akibat kostokondritis kerap sulit dibedakan dengan nyeri dada akibat kondisi lain yang lebih serius. Misalnya, pada serangan jantung. Nyeri pada kondisi ini umumnya lebih luas dan disertai gejala lain seperti sesak napas, mual dan muntah, serta berkeringat dingin.

Pada dasarnya, segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami nyeri dada yang tiba-tiba dan terdapat kemungkinan serangan jantung. Bila nyeri dada sudah lama dirasakan, jangan diabaikan. Segera temui dokter Anda untuk dicari penyebab dan diberikan penanganan yang tepat.

Itulah ulasan terkait kostokondristis. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Bisa Dialami Siapa Saja, 13 Hal Ini Bisa Memicu Penyakit Hernia

Rentan Menyerang Bayi, Ketahui Gejala Usus Terlipat Intususepsi

Dapat Sebabkan Pembuluh Darah Menyempit, Ini Gejala, Cara Mengobati, dan Mengatasi Hiperkolesterolemia

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala Nyeri Dada Kostokondritis dan Cara Mengobatinya
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti