9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

Cacat lahir bisa saja terjadi di organ jantung bayi. Berikut ini penyebab dan beberapa komplikasi penyakit jantung bawaan yang perlu Anda waspadai.

Cacat lahir pada bayi bisa terjadi pada organ jantungnya. Hal ini disebut penyakit jantung bawaan (PJB), yakni cacat lahir yang memengaruhi cara kerja normal jantung. Istilah ‘bawaan’ menunjukkan kondisi tersebut memang sudah ada sejak si bayi lahir. Penyakit ini terjadi karena ada masalah perkembangan dalam struktur jantung saat janin berada di rahim.

Berikut ini penyebab dan beberapa komplikasi penyakit jantung bawaan yang perlu Anda waspadai:

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan

komplikasi penyakit jantung bawaan

Masalah perkembangan jantung tadi menyebabkan aliran normal darah melalui jantung terganggu dan kemudian memengaruhi pernapasan. Meskipun para peneliti juga tak begitu yakin apa yang menyebabkan jantung gagal berkembang, namun ditengarai penyebabnya meliputi:

  • Genetika/riwayat keluarga.
  • Mengonsumsi obat dengan resep tertentu selama kehamilan yang kemudian berisiko terhadap perkembangan jantung janin.
  • Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang selama hamil.
  • Ibu terinfeksi virus di trimester pertama kehamilan.
  • Kadar gula darah meningkat.

Oleh karena itu, penyakit jantung bawaan ini tidak boleh disepelekan karena bisa mengancam jiwa bayi Anda. National Health Service Inggris menulis, penyakit jantung bawaan pada anak-anak dan orang dewasa cenderung berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kesehatan yang lebih lanjut.

Berikut ini 9 komplikasi yang berisiko terjadi pada pasien penyakit jantung bawaan.

Artikel terkait: 7 Manfaat Mengonsumsi Telur Puyuh, Cegah Penuaan dan Penyakit Jantung!

1. Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan Bisa Sebabkan Masalah Perkembangan Anak

komplikasi penyakit jantung bawaan

Banyak anak dengan penyakit jantung bawaan yang sangat serius mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Contohnya, mereka butuh waktu lebih lama untuk berjalan atau bicara. Si anak juga sangat mungkin bermasalah dengan koordinasi fisik seumur hidupnya dan mengalami kesulitan belajar.

Hal ini diprediksi karena suplai oksigen yang buruk di awal kehidupan yang memengaruhi perkembangan otaknya.

Kesulitan belajar yang dialami anak dapat meliputi:

  • Gangguan memori atau daya ingat bermasalah.
  • Tak mampu mengekspresikan diri menggunakan bahasa.
  • Tidak memahami bahasa atau ucapan orang lain.
  • Kurang bisa fokus atau konsentrasi, atau rentang perhatiannya sangat rendah.
  • Kontrol impuls buruk. Kontrol impuls merupakan sejenis gangguan kesehatan mental di mana anak sulit mengendalikan impuls agresif atau antisosial. Misalnya, antisosial atau anak bertindak gegabah dengan tidak memikirkan konsekuensinya.

Kondisi di atas tentu sangat mengkhawatirkan dan bisa menimbulkan masalah pada interaksi sosial dan perilaku anak di kemudian hari.

2. Infeksi Saluran Pernafasan

komlikasi penyakit jantung bawaan

Orang dengan penyakit jantung bawaan juga beresiko tinggi terkena gangguan pernapasan atau infeksi saluran bahkan pneumonia. Gejalanya meliputi:

  • Batuk parah, dan kadang berdahak atau berlendir.
  • Mengi atau ada suara seperti bersiul tinggi saat bernapas.
  • Napas lebih cepat dari biasanya.
  • Sesak di dada

Perawatan untuk infeksi saluran pernapasan tergantung pada penyebabnya. Namun karena sebagian besar penyebabnya adalah virus sehingga pengobatannya tidak memerlukan antibiotik.

3. Endokarditis

komplikasi penyakit jantung bawaan

Endokarditis adalah infeksi pada selaput jantung dan katup, atau bisa juga keduanya. Jika tidak segera ditangani, endokarditis bisa menyebabkan kerusakan pada jantung dan menyebabkan kematian.

Gejala endokarditis meliputi:

  • Demam hingga 38 derajat Celsius atau lebih
  • Badan meriang antara panas dan dingin
  • Tidak memiliki selera makan
  • Sakit kepala
  • Otot dan sendi nyeri
  • Banyak berkeringat di malam hari
  • Napas sesak
  • Batuk tiada henti

Penderita endokarditis harus dirawat di rumah sakit dan menerima suntikan antibiotik. Kondisi ini bisa berkembang dengan menginfeksi bagian lain tubuh, seperti kulit atau gusi, dan menyebar melalui darah lalu masuk ke jantung.

Karena gusi berpotensi menyebabkan endokarditis, maka sangat penting bagi pasien menjaga kebersihan mulut dan giginya. Hindari juga prosedur kecantikan yang melibatkan tindik atau tato.

Artikel terkait: Cegah Penyakit Jantung, Ini 5 Manfaat Polifenol Bagi Kesehatan

4. Hipertensi Pulmonal

komplikasi penyakit jantung bawaan

Nurse measuring patient blood pressure

Hipertensi pulmonal adalah jenis penyakit jantung bawaan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru.

Gejala hipertensi pulmonal meliputi:

  • Sesak nafas
  • Rasa lelah yang ekstrim
  • Pusing
  • Tubuh sangat lemah
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda curiga memiliki penyakit ini.

5. Masalah Irama Jantung

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

Masalah irama jantung bisa berasal dari bagian atas jantung (aritmia atrium) atau yang lebih mengkhawatirkan dari ruang ventrikel (aritmia ventrikel). Untuk Anda ketahui, saat seseorang sedang beristirahat, detak jantung normalnya antara 60 hingga 100 denyut per menit.

Pada orang dengan masalah irama jantung, jantung akan berdetak lebih lambat atau lebih cepat dari ukuran di atas. Jika jantung berdetak terlalu lambat, diperlukan alat pacu jantung untuk mengatasinya, sedangkan pada jantung yang berdetak terlalu cepat bisa diatasi dengan obat-obatan atau defibrilator kardioverter implant – alat untuk mengirim kejutan listrik ke jantung guna menghentikan masalah irama jantung.

Pada anak kondisi ini jarang ditemui. Namun seiring bertambahnya usia, ada dua masalah ritme jantung cepat yang umum terjadi, yaitu fibrilasi atrium dan atrial flutter.

6. Kematian Jantung Mendadak

komplikasi penyakit jantung bawaan

Kasus ini paling jarang terjadi. Dokter juga kadang sulit mengidentifikasi tanda dan gejalanya. Namun jika aritmia ventrikel sudah ditemukan, pada jantung si pasien pasti akan ditanam defibrilator kardioverter

7. Gagal Jantung

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

Ini kondisi di mana jantung sudah tak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ini bisa terjadi setelah bayi dengan kelainan jantung bawaan lahir atau sebagai komplikasi lanjutan dari jenis penyakit jantung bawaan.

Gejala gagal jantung meliputi:

  • Dada terasa sesak saat aktivitas tinggi atau bahkan saat sedang beristirahat
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Pembengkakan di perut, tungkai, pergelangan kaki, dan kaki

Sedangkan perawatan untuk gagal jantung mencakup pengobatan dan penggunaan perangkat implan seperti alat pacu jantung.

Artikel terkait: Cegah penyakit jantung dan kanker anak dengan memberikan asupan makanan ini

8. Gumpalan Darah di Paru dan Otak

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

Penggumpalan darah di jantung bisa terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung bawaan juga, dan penggumpalan ini bisa menyebar ke paru-paru atau otak. Hal ini juga dapat menyebabkan emboli paru,  terjadi apabila terdapat bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah arteri pada paru-paru, selain itu dapat mengakibatkan pula stroke yang terjadi apabila pembuluh darah otak tersumbat.

Untuk mencegah, melarutkan atau menghilangkan gumpalan, penderita biasanya diberikan obat pengencer darah.

9. Masalah Saat Hamil

9 Komplikasi Penyakit Jantung Bawaan dan Penyebabnya, Bisa Dialami Sejak Bayi

Pregnant woman using stethoscope examining on her baby in her belly

Dalam beberapa kasus, kondisi hamil dapat memberi tekanan ekstra pada jantung yang kemudian menimbulkan masalah. Jika Anda memiliki penyakit jantung bawaan dan sedang mempertimbangkan memiliki bayi, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis jantung sebelumnya.

Dan kalau Anda memiliki penyakit jantung bawaan dan hamil, dokter spesialis jantung akan melakukan echochardiography atau pemindaian jantung pada bayi setelah persalinan, yakni sekitar usianya 20 minggu atau 5 bulan. Ini untuk melihat apakah bayi memiliki tanda atau gejala penyakit jantung bawaan atau tidak.

Baca juga:

Wajib tahu! Ini bisa Parents lakukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung kongenital pada anak

5 Cacat lahir pada bayi yang sering terjadi di Indonesia

Bayi 7 hari jalani operasi jantung, ibunya: "Menakutkan melihatnya seperti tak bernyawa"

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner