TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Hipertensi Bisa Terjadi pada Anak, Ini Cara Mencegahnya

Bacaan 4 menit
Hipertensi Bisa Terjadi pada Anak, Ini Cara Mencegahnya

Ketahui penyebab hipertensi dan upaya pencegahannya pada anak berikut ini, Parents!

Sebagian dari Parents mungkin mengira bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi hanya berisiko bagi orang dewasa. Namun nyatanya, hipertensi pada anak juga bisa terjadi. Lalu, apa saja penyebab tekanan darah tinggi pada anak dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya?

Hipertensi pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Upaya Mengatasi yang Bisa Dilakukan

hipertensi-pada-anak

Secara umum, kondisi tekanan darah tinggi pada anak kini semakin meningkat. Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penelitian di Amerika Serikat terhadap 5100 anak sekolah pun mendapati 4,5% di antara mereka mengalami hipertensi.

Rata-rata, seorang anak berisiko terkena hipertensi pada usia 3 tahun. Dibandingkan dengan anak lain, mereka yang mengalami kondisi ini saat kecil cenderung memiliki risiko 4 kali lebih besar terkena hipertensi ketika mereka dewasa.

Pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis telah berlangsung sejak dini, sehingga ini juga akan memberikan dampak siginifikan pada kesehatan kardiovaskular anak ketika ia dewasa.

Artikel terkait: Perlu tahu! 3 Makanan yang dapat menurunkan tekanan darah ibu hamil

Dokter Spesialis Anak Pratini Pudjiastuti Trihono, Sp.A (K) juga menjelaskan, peningkatan kasus hipertensi pada anak dan remaja juga dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah perubahan gaya hidup.

“Peningkatan angka kejadian tekanan darah tinggi pada anak dan remaja bisa dipengaruhi faktor perubahan gaya hidup. Kurangnya aktivitas dan meningkatnya angka kejadian obesitas. Kebiasaan merokok pada remaja, stres mental atau pun kurang tidur juga termasuk faktor yang memengaruhi,” jelas dokter Pratini seperti yang dikutip dari laman IDAI.

Beberapa Kemungkinan Penyebab

hipertensi-pada-anak

Penyebab tekanan darah tinggi pada anak tidak jauh berbeda dari yang dialami orang dewasa. Menurut Pratini, hipertensi anak bisa dibagi menjadi dua kelompok jika ditinjau dari penyebabnya, yakni:

  • Hipertensi Primer

Kondisi tekanan darah tinggi yang bukan disebabkan oleh penyakit. Biasanya, jenis hipertensi ini lebih sering terjadi pada remaja dan jarang sekali ditemukan pada anak usia kurang dari 10 tahun. Hipertensi primer biasanya dipicu oleh riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga, obesitas, dan pola hidup yang tidak sehat.

  • Hipertensi Sekunder

Merupakan suatu kondisi tekanan darah yang meningkat akibat riwayat kesehatan yang sebelumnya pernah dialami anak. Sebagian besar kasus hipertensi yang terjadi pada anak serta remaja disebabkan oleh penyakit seperti: peradangan ginjal, infeksi ginjal kronik, penyumbatan aliran urin, batu ginjal, dan sebagainya.

Artikel terkait: Penyakit ginjal anak ditandai sering kencing, catat 15 gejala lainnya

hipertensi-pada-anak

Lebih lanjut, tekanan darah tinggi pada anak secara umum juga kemungkinan bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  1. Obesitas
  2. Kurangnya aktivitas fisik karena terlalu banyak main gadget atau menonton televisi
  3. Pola makan yang tidak sehat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, tinggi kalori, serta minuman yang tinggi kafein
  4. Kurang istirahat atau mengalami gangguan tidur
  5. Penyakit bawaan sejak lahir. Misalnya, penyakit jantung bawaan atau pun kelainan genetik.

Gejala yang Biasanya Timbul

hipertensi-pada-anak

Pada bayi baru lahir, gejala hipertensi biasanya meliputi:

  • Sesak napas
  • Keringat berlebih
  • Bayi tampak gelisah atau rewel
  • Pucat atau sianosis
  • Muntah dan kejang

Pada anak yang berusia lebih besar, kondisi tekanan darah tinggi bisa ditandai dengan beberapa gejala berikut ini:

  • Anak cepat lelah
  • Penglihatan mendadak buram atau kabur
  • Mual dan muntah
  • Mimisan
  • Nyeri dada
  • Kenaikan berat badan yang signifikan
  • Penurunan kesadaran atau pingsan

Upaya Pencegahan Hipertensi pada Anak

hipertensi-pada-anak

Beberapa tanda yang ditunjukan tersebut biasanya tidak disadari orangtua karena mirip dengan gejala penyakit pada umumnya. Oleh karena itu, dokter Pratini menganjurkan agar orangtua bisa mengenal beberapa faktor penyebab melakukan upaya pencegahan terkait kondisi ini sedini mungkin.

Beberapa upaya pencegahan hipertensi pada anak yang bisa Parents terapkan menurut dokter Pratini, di antaranya adalah:

  1. Setiap anak usia 3 tahun atau lebih dianjurkan menjalani pemeriksaan tekanan darah, setidaknya setahun sekali.
  2. Bayi prematur, anak yang memiliki berat lahir rendah, atau mereka yang memiliki riwayat dirawat di Unit Perawatan Intensif perlu pemeriksaan tekanan darah yang lebih dini.
  3. Terapkan pola makanan dengan gizi yang seimbang. Kurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan.
  4. Ajak anak olahraga teratur dan aktif bergerak secara fisik.
  5. Hindari anak dari rokok. Anak yang menjadi perokok pasif juga berisiko mengalami hipertensi serta menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung.
  6. Apabila anak menunjukkan gejala hipertensi yang disebutkan, segera konsultasi dan periksakan ke dokter.

Artikel terkait: Studi: 90 persen garam laut terkontaminasi plastik, peringatan buat Parents!

Itulah beberapa penyebab, gejala, dan upaya pencegahan yang bisa Parents lakukan agar hipertensi pada anak bisa dihindari. Ajak anak untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini untuk terhindari dari masalah kesehatan secara keseluruhan, ya, Parents.

Semoga bermanfaat!

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

***

Referensi: IDAI, Hello Sehat, Alodokter

Baca juga:

Mengenal Bedah Bariatrik, metode pangkas berat badan untuk pasien obesitas

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Hipertensi Bisa Terjadi pada Anak, Ini Cara Mencegahnya
Bagikan:
  • Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

    Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

  • Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
    Cerita mitra kami

    Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

    Efek Samping Pakai Kondom, Apakah Memengaruhi Performa Seks?

  • Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
    Cerita mitra kami

    Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti