Kolik pada bayi; Penyebab, cara mengatasi serta pencegahannya

lead image

Kolik pada bayi bisa membuat Parents kesulitan, karena saat mengalaminya, bayi akan sering menangis dan susah ditenangkan. Simak cara mengatasi dan mencegahnya berikut ini.

Kolik pada bayi bisa membuat anak rewel dan menangis terus sepanjang malam. Tentunya Parents pun menjadi kerepotan berusaha menenangkannya. 

Sebenarnya kolik bukan termasuk penyakit, melainkan sebuah kondisi yang membuat bayi menangis lebih dari 3 jam sehari, 3 hari dalam seminggu, selama 3 minggu atau lebih. Dan apapun yang Parents lakukan, tangisan itu tidak bisa dihentikan.

Kabar baiknya, kondisi ini relatif singkat. Namun Parents harus ekstra sabar saat menghadapi bayi yang menangis terus-terusan dan susah ditenangkan. Kolik yang parah bisa memakan waktu hingga 6-8 minggu, lalu akan hilang dengan sendirinya. 

Tanda-tanda kolik pada bayi

  • Bayi menangis keras secara terus menerus selama 1-3 jam, terjadi 3-4 kali hari dalam seminggu.
  • Tangisan bayi bisa terjadi Bayi menangis kapan saja, tetapi lebih sering pada sore atau malam hari.
  • Saat menangis, wajah bayi jadi memerah, kakinya terangkat ke perut atau diregangkan. Saat diraba, kakinya terasa dingin.
  • Tangan anak terkepal, tidak mau menyusu, susah tidur, sering kentut, mengangkat kaki atau mengangkat kepala.
  • Anak terlihat tidak nyaman dan kesakitan

Penyebab terjadinya Kolik pada bayi

kolik pada bayi

Penyebab kolik belum diketahui secara pasti, namun para ahli kesehatan mencoba menganalisis dan mengungkap beberapa teori:

  • Alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibu
  • Intoleransi laktosa
  • Perubahan bakteri pada sistem pencernaan
  • Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna hingga aktivitas pencernaannya bermasalah
  • Kebiasaan merokok selama hamil atau menyusui berisiko menyebabkan kolik pada bayi
  • Belum matangnya sistem susunan syaraf pusat sehingga bayi merespons secara berlebihan terhadap rangsangan dari luar.

Cara mengatasi Kolik pada bayi

1. Obat pereda kembung

Biasanya obat ini aman bagi bayi, kecuali jika bayi mengalami kondisi tiroid, maka obat ini harus dihindari.

2. Probiotik

Probiotik membantu menjaga keseimbangan alami bakteri baik di saluran pencernaan si kecil. Namun pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikannya pada si kecil.

3. Menggunakan obat kolik

Obat untuk mengatasi kolik dijual bebas di apotik. Walaupun khasiatnya belum terbukti efektif, tidak ada salahnya dicoba asalkan berkonsultasi dulu dengan dokter.

Yang harus dilakukan jika bayi mengalami kolik

kolik pada bayi

1. Menggendong bayi dengan tegak saat menyusui

Posisi menyusui bisa membantu mengatasi kolik pada bayi. Gendong bayi dalam posisi tegak saat menyusui untuk menghindari masuknya gas berlebih ke perut bayi.

2. Mengubah pola makan

Bila selama ini Anda mengonsumsi makanan yang bisa memicu alergi, saatnya berhenti untuk sementara sampai Anda berhenti menyusui. 

3. Mengganti susu formula

Bila si kecil memiliki intoleransi laktosa dari susu sapi, ada baiknya Bunda mengganti susu formulanya dengan jenis hydrolysate. 

4. Mengganti dot botol susu bayi

Pilihlah dot yang memungkinkan tidak terlalu banyak udara masuk ke mulut bayi saat menyusui. 

Mencegah Kolik pada bayi

kolik pada bayi

Gejala kolik pada bayi akan menurun begitu si kecil berusia 3-4 bulan. Tips berikut bisa membantu Anda mencegah terjadinya kolik pada sang buah hati. 

1. Cek botol susu

Bila bayi disusui dengan botol, pilihlah botol yang meminimalkan masuknya udara ketika bayi menyusu.

2. Postur tegak ketika menyusu

Dalam kondisi tegak, peluang udara tertelan menjadi lebih sedikit dibandingkan postur tubuh yang membungkuk.

3. Menyusu dengan tenang

Susui bayi dalam kondisi belum terlalu lapar. Bayi yang kelaparan cenderung menyusu terlalu lahap sehingga banyak meminum udara. Redupkan pencahayaan supaya ia tenang ketika menyusu.

4. Sering-seringlah membuat bayi sendawa

Setiap meminum 30 ml susu, sendawakan bayi. Bila menyusu dari payudara, sendawakan ketika akan beralih payudara atau setiap 15-20 menit

Artikel terkait: 3 Cara Membuat Bayi Sendawa yang Aman dan Efektif

5. Hindari konsumsi makanan yang memicu alergi

Mungkin bayi sensitif terhadap salah satu bahan makanan yang kita makan. Cobalah hentikan produk-produk susu (susu sapi, yogurt, keju) beberapa minggu dan lihat pengaruhnya pada bayi.

Protein dari susu sapi yang terdapat pada makanan tersebut baru akan hilang dari ASI setelah beberapa minggu. Bila tidak ada perbaikan, berarti bayi tidak sensitif terhadap susu sapi. Bila ternyata bayi sensitif terhadap susu sapi, susu formula yang digunakan tidak boleh mengandung laktosa.

Bila tidak berhasil, coba lakukan hal yang sama terhadap makanan pedas, gandum, kacang, stroberi, kol, kembang kol, brokoli, bawang putih, kafein, alkohol, hingga menemukan makanan yang membuat bayi sensitif.

Untuk makanan-makanan ini, kita tidak perlu menghentikannya beberapa minggu karena beberapa hari saja sudah cukup untuk melihat reaksinya terhadap bayi.

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber referensi: Hellosehat, Doktersehat

Baca juga: 

Bila Bayi Menangis Terus, Mungkin Ia Kolik