5 Tanda Kebutuhan Nutrisi Anak Sudah Tercukupi

5 Tanda Kebutuhan Nutrisi Anak Sudah Tercukupi

Berikut beberapa tanda kebutuhan nutrisi si kecil sudah tercukupi, apa saja?

Setiap orangtua pasti menginginkan tumbuh kembang anak yang optimal. Selain diberikan stimulasi, kebutuhan gizi dan nutrisi anak juga merupakan salah satu faktor untuk mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Parents untuk paham sekiranya apa saja indikator atau tanda bahwa status gizi dan nutrisi anak sudah tercukupi dengan baik.

Artikel terkait: Anak berpuasa, perlukah vitamin untuk tingkatkan daya tahan tubuh?

Beberapa Tanda Kebutuhan Nutrisi Anak Sudah Tercukupi

kebutuhan nutrisi anak

Banyak yang beranggapan jika status gizi anak selalu diukur dari berat badan yang ia miliki. Misalnya, anak kurus berarti tidak sehat dan mereka yang gemuk pastilah sehat. Padahal, tolak ukur tersebut merupakan sesuatu yang kurang tepat. Pasalnya, grafik tumbuh kembang yang optimal tidak hanya berdasarkan berat badan, tetapi melibatkan beberapa indikator lainnya.

Lebih lanjut, untuk memudahkan Parents, berikut theAsianparent telah merangkum beberapa tanda kebutuhan gizi dan nutrisi anak sudah tercukupi, di antaranya yakni:

Tanda Kebutuhan Nutrisi Anak Sudah Tercukupi

#1. Berat dan Tinggi Badan Ideal Sesuai Usia

Berat dan tinggi badan si kecil yang ideal sesuai usianya merupakan salah satu indikator bahwa gizi anak terpenuhi. Maka, Parents juga perlu mengetahui berapa berat dan tinggi badan ideal anak sesuai usia secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, berikut merupakan berat dan tinggi badan ideal bagi anak sesuai usianya:

Usia Berat Badan Ideal Tinggi Badan Ideal
0 – 6 bulan 3,3 – 7,9 kg 49,9 – 67,6 cm
7 – 11 bulan 8,3 – 9,4 kg 69,2 – 74,5 cm
1 – 3 tahun 9,9 – 14,3 kg 75,7 – 96,1 cm
4 – 6 tahun 14,5 – 19 kg 96,7 – 112 cm
7 – 12 tahun 27 – 36 kg 130 – 145 cm
13 – 18 tahun 46 – 50 kg 158 – 165 cm

#2. Si Kecil Tidak Gampang Sakit

Sama seperti orang dewasa. Kebutuhan nutrisi si kecil juga mencangkup makronutrien dan mikronutrien. Kebutuhan makronutrien meliputi karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan yang termasuk mikronutrien di antaranya yakni vitamin dan mineral.

Saat keduanya terpenuhi, maka hal tersebut akan membantu anak dalam menjaga daya tahan tubuhnya sehingga ia tidak mudah sakit.

Sementara itu, kesehatan si kecil juga ditandai oleh postur tubuh anak yang kuat dan tegap. Tulang yang kekurangan kalsium dan vitamin cenderung mudah keropos sehingga hal ini pun dapat berpengaruh pada kesehatan anak secara keseluruhan.

#3. Memiliki Kualitas Tidur yang Baik

Anak yang kebutuhan gizinya tercukupi dinilai memiliki kualitas tidur yang lebih nyenyak dibanding yang lain. Hal ini pun pada akhirnya akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Saat si kecil tidur, sel-sel dalam tubuh anak bergenerasi dan hormon pertumbuhan keluar agar tumbuh kembang si kecil bisa optimal.

Sebaliknya, jika anak memiliki kualitas tidur yang baik, maka hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh. Pola tidur tidak teratur pada anak bisa mengakibatkan si kecil mudah sakit dan timbulnya masalah perilaku seperti sulit berkonsentrasi.

#4. Si Kecil Senantiasa Aktif

Anak yang kekurangan gizi cenderung cepat lemas. Sedangkan mereka yang kebutuhan gizi dan nutrisinya terpenuhi, biasanya akan lebih aktif dan kuat dalam melakukan aktivitas.

Kekurangan nutrisi terutama karbohidrat akan membuat daya tahan tubuh anak menurun dan berisiko terkena penyakit seperti anemia. Kondisi ini pun pada akhirnya mengakibatkan anak cepat lemas sehingga ia tidak sanggup melakukan aktivitas fisik seperti anak yang kebutuhan nutrisinya tercukupi dengan baik.

#5. Memiliki Nafsu Makan yang Sehat

Tanda kebutuhan gizi dan nutrisi anak terpenuhi lainnya adalah memiliki nafsu makan yang sehat. Artinya, tingkat keinginan makan anak sudah sesuai kebutuhan, cenderung tidak kurang maupun berlebihan.

Anak yang mengalami obesitas ditandai dengan nafsu makan berlebih. Sementara mereka yang kekurangan gizi juga cenderung mengalami penuruan nafsu makan yang juga berdampak pada kesehatan sekaligus pertumbuhannya.

Pentingnya Susu Pertumbuhan untuk Tumbuh Kembang Anak

kebutuhan nutrisi anak

Setelah memahami kelima tanda tersebut, hal yang perlu Parents lakukan adalah mengetahui bagaimana cara memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil tersebut agar tumbuh kembangnya optimal.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan tentunya dengan mengonsumsi makanan dan susu pertumbuhan yang memiliki kandungan nutrisi tepat. Tidak hanya itu, rasa susu pertumbuhan juga berpengaruh pada pemenuhan nutrisi anak.

Mengingat banyaknya susu pertumbuhan yang ada di pasaran, tidak menutup kemungkinan hal ini memunculkan rasa bingung pada orangtua dalam memilih susu pertumbuhan yang tepat. Namun, jangan khawatir. Survey  S-26 Procal Nutrissensials bersama theAsianparent bisa membantu para orangtua dalam memilih susu terbaik untuk anak.

Agar kebutuhan gizi dan nutrisi anak tercukupi, S-26 Procal Nutrissenstials dengan asam linoleat, asam folat, dan kaya akan zat besi hadir untuk membantu si kecil tumbuh optimal.

Rasa vanilla yang tidak terlalu manis dalam S-26 Procal Nutrissentials ini juga sangat disukai oleh banyak anak-anak. Pasalnya, varian rasa yang pas tersebut  tidak menyebabkan rasa mual pada si kecil setelah meminumnya.

Sebanyak 96% Parents juga menyatakan bahwa buah hati mereka suka dan cocok dengan susu S-26 Procal Nutrissentials karena rasa dan kandungan nutrisi di dalamnya. Selama mengonsumsi, S-26 Procal Nutrissentials tidak menimbulkan efek negatif seperti mual, kembung, atau menimbulkan reaksi alergi sehingga cocok dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Simak rangkumannya di infografik berikut.

S-26 Procal Nutrissentials Terbukti Jadi Pilihan Mam Pintar

***

Baca juga:

Anak tumbuh sehat dan tinggi, penuhi dengan 6 nutrisi ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner