TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia

Bacaan 3 menit
Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia

Kemenkes baru saja mengungkap kasus subvarian Omicron di Indonesia yang disebut "son of omicron". Inilah gejala infeksi subvarian ini.

Kasus subvarian omicron di Indonesia baru saja diungkap oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dilansir dari CNN Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa kasus COVID-19 B.1.1.529 Omicron BA.2 telah mencapai 363 varian.

Artikel terkait: Peneliti Mengidentifikasi Varian Deltacron, Seberapa Bahaya Varian ini?

Kasus Subvarian Omicron di Indonesia Terjadi Sejak Awal 2022

Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan bahwa jumlah tersbeut didapat dari pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) sejak Januari 2022 lalu.

“BA.2 dari Januari itu sudah terdeteksi kurang lebih 363 varian BA.2. Tapi memang jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan BA.1.1 maupun BA.1 yang mendominasi distribusi varian COVID-19 khususnya varian Omicron di Indonesia saat ini,” jelas Nadia.

Lebih jelas, ia menjelaskan bahwa masih dilakukan banyak penelitian tentang efikasi vaksin untuk menghalau subvarian BA.2 ini.

“Tentunya masih diperlukan banyak data untuk memastikan apakah betul semakin menurunkan efikasi daripada vaksin pada varian BA.2 ini,” ungkap Nadia.

Dilansir dari Detik Health, hal yang sama juga diungkap oleh Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kasus subvarian Omicron di Indonesia ini telah terjadi sejak awal Januari 2022 lalu.

Data tersebut didapat dari Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), lembaga independen yang mencatat laporan varian baru beserta sequence-nya.

Artikel terkait: Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!

Gejala Infeksi Subvarian BA.2

Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia

Di beberapa negara, kasus COVID-19 melonjak karena adanya virus corona baru subvarian BA.2. Beberapa negara tersebut antara lain Inggris, Hongkong, dan Korea Selatan. Nadia mengungkapkan bahwa secara umum, gejala yang dialami pasien ketika terinfeksi subvarian ini masih sama.

“Untuk gejala klinis tidak ada yang berbeda ya BA.2 dengan BA.1.1 maupun BA.1, itu sama. Jadi memang cenderung seperti flu biasa,” jelas Nadia.

Adapun gejala yang biasa dialami adalah sebagai berikut.

  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Pilek
  • Badan pegal

Artikel terkait: Vaksinasi COVID-19 Tingkatkan Super Immunity Tubuh, Ini Penjelasannya

Apakah Lebih Menular?

Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia

Dalam konferensi pers yang dilakukan pada Selasa (15/3) lalu, Nadia juga mengungkapkan bahwa subvarian ini memang memiliki tingkat penularan tinggi. Meski demikian, pihaknya mengatakan bahwa belum ada penelitian yang mengungkapkan bahwa subvarian ini lebih berbahaya.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dilansir dari ABC News, WHO mengatakan penelitian telah menunjukkan varian BA.2 tampaknya lebih menular daripada BA.1. Profesor asosiasi Sekolah Kependudukan UNSW, James Wood mengatakan subvarian baru itu sekitar 25 persen lebih mudah ditangkap daripada galur aslinya.

Meskipun berpotensi lebih mudah untuk ditangkap, WHO mengatakan data infeksi dari Afrika Selatan, Inggris, dan Denmark menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat keparahan antara BA.1 dan BA.2. Dr Wood mengatakan tidak ada bukti nyata bahwa itu lebih serius.

Demikian kabar tentang kasus subvarian Omicron di Indonesia beserta serba-serbi mengenai subvarian ini. Mengetatkan kembali protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi lengkap dapat menjadi tameng utama untuk memutus mata rantai penyebaran subvarian BA.2.

***

Baca juga:

Mengenal Omicron BA.3, Subvarian Baru yang Ditemukan WHO

Syarat Tes Antigen dan PCR Dihapus untuk Perjalanan Domestik

Cerita mitra kami
Kulit Kepala Bayi Kering? Begini 4 Langkah Perawatan Hariannya!
Kulit Kepala Bayi Kering? Begini 4 Langkah Perawatan Hariannya!
Tips Belanja Bulanan Lebih Hemat
Tips Belanja Bulanan Lebih Hemat
Jangan Asal Pilih! Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Sabun Bayi
Jangan Asal Pilih! Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Sabun Bayi
Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi
Tak Hanya untuk Ibu, Mengusap Perut Saat Hamil Ternyata Memiliki Manfaat untuk Bayi

Arab Saudi Cabut Aturan Pembatasan COVID-19, Tak Perlu PCR dan Karantina Lagi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • COVID-19
  • /
  • Kemenkes Ungkap Kasus BA.2 atau Son of Omicron Mulai Dominan di Indonesia
Bagikan:
  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti