TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!

Bacaan 4 menit
Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!

Tidak hanya orang dewasa, long COVID-19 ternyata juga bisa terjadi pada anak. Kenali beberapa gejala dan cara mencegahnya.

Tidak hanya orang dewasa, anak yang terkena COVID-19 juga rentan mengalami long COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed dalam sebuah diskusi COVID-19 pada anak yang diadakan oleh Rumah Sakit Pondok Indah pada Kamis (10/3) lalu.

Artikel terkait: Angka Kasus Meningkat, Waspada Gejala COVID-19 Varian Omicron pada Anak

Gejala Long COVID-19 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!

Gejala COVID-19 pada anak pun pada dasarnya bermacam-macam, seperti demam, batuk, dan anosmia. Selain itu, pada anak juga terdapat gejala lainnya, yakni batuk berkepanjangan dengan durasi lebih dari satu jam atau batuk terus-menerus selama 24 jam. 

Di samping itu, ia juga memaparkan bahwa anak mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, bersin, dan demam. Hindra mengingatkan jika orang tua mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya anak segera diisolasi agar tidak menularkan ke orang lain.

“Saat memunculkan gejala, segera lakukan isolasi,” ujar Hindra.

Hindra menjelaskan bahwa long COVID-19 pada anak biasanya memiliki gejala yang menetap lebih dari 12 minggu setelah swab pertama, bisa satu gejala atau beberapa gejala sekaligus. Gejala tersebut biasanya akan berdampak pada kegiatan sehari-hari dan dapat hilang dan timbul. Selain itu, gejalanya pun biasanya akan berulang.

“Gejala berdampak pada kegiatan sehari-hari dan melanjut atau terjadi setelah COVID-19, serta dapat hilang timbul dan berulang,” tuturnya.

Artikel terkait: Bunda, Begini Perbedaan Gejala Flu Biasa vs Gejala Covid-19 pada Anak

Dalam kesempatan tersebut, Hindra juga menyarankan agar orang tua melakukan pengecekan terhadap kesehatan anak secara berkala setiap bulan selama tiga bulan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Dengan demikian, jika ada gejala long COVID-19 pada anak, dokter bisa segera memberikan penanganan sedini mungkin.

“Kalau anak sudah pernah kena, orang tua perlu bersiap untuk kemungkinan long COVID-19. Jadi setelah sembuh, bulan depannya kontrol ke dokter,” jelas Hindra.

Namun, ia menegaskan bahwa jika anak masih memiliki gejala yang mengganggu aktivitas anak sehari-hari, orang tua tidak perlu menunggu satu bulan. Segera konsultasikan kondisi anak kepada dokter atau fasilitas kesehatan lainnya.

“Tapi, kalau sudah kelihatan ada gejala yang menetap, tidak usah menunggu satu bulan. Diharapkan dokter dapat segera mendiagnosis dan dilakukan pengobatan agar dia cepat sembuh,” lanjut Hindra.

Potensi Infeksi Berulang

Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!

Anak yang pernah terinfeksi virus corona baru, termasuk varian Omicron, memang sudah memiliki antibodi yang lebih kuat untuk menghadapi virus tersebut. Meski demikian, masih ada potensi anak mengalami infeksi virus corona baru berulang atau yang disebut reinfeksi.

Menurut Hindra, pada anak yang mengalami reinfeksi, mungkin saja gejalanya ringan. Namun, masih ada kemungkinan anak tersebut mengalami gejala COVID-19 yang berat.

“Dan kita sekarang lihat ya infeksi COVID berulang, jadi itu namanya reinfeksi. Meskipun itu jarang. Kadang ada reinfeksi yang (gejalanya) berat sepertiganya, meskipun angka kematiannya tetap rendah,” kata Hindra.

Oleh karena itu, ia pun tetap menyarankan kepada orang tua untuk terus waspada karena antibodi yang disebabkan oleh infeksi virus tidak bertahan lama. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa vaksinasi juga memiliki efikasi yang terus berkurang seiring berjalannya waktu.

“20 persen dari varian yang lain, artinya bisa terkena varian yang sama. Jadi, kita tidak boleh merasa aman. Meskipun tahu abis sakit kita dapat kekebalan namun jangka kekebalannya tidak panjang. Setelah divaksinasi juga kekebalannya tidak panjang. Jadi waspada terus, karena kita bisa terpapar dan reinfeksi,” jelasnya.

Artikel terkait: Studi: 98% Anak Hanya Alami Gejala COVID-19 Ringan dan Tanpa Gejala Sama Sekali

Tips Mencegah Long COVID-19 pada Anak

Long COVID-19 pada anak

Hindra pun memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah long COVID-19 pada anak yang terinfeksi COVID-19. Pertama, ia menyarankan anak agar mendapat istirahat yang cukup dan berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

“Anak itu kan sistem imunnya belum matang, masih rawan. Dia perlu istirahat, perlu tidur cukup, perlu dukungan. Ini yang bisa membuat dia sembuh sempurna dan tidak mengalami long Covid-19,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga menyarankan anak untuk mengonsumsi berbagai asupan makanan dan gizi seimbang, berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D, serta melakukan vaksinasi untuk anak di atas usia 6 tahun dan tidur cukup minimal 8 jam sehari.

Kemudian, untuk anak yang belum bisa divaksinasi, Hindra meminta orang-orang di sekitar anak untuk lebih kooperatif dengan mengetatkan protokol kesehatan.

“Kalau balita kan tinggal di rumah. Jadi risiko terpaparnya dari orang yang ada di rumah. Untuk itu, orang yang di rumah tidak boleh bawa virus, harus vaksinasi, tidak bepergian yang tidak penting, terus menjaga kesehatan, sehingga mengurangi risiko terinfeksi pada anak yang ada di rumah,” jelasnya.

Demikian penjelasan mengenai long COVID-19 pada anak. Semoga bisa menjadi catatan untuk para Parents agar lebih waspada, ya!

***

Cerita mitra kami
World of Wonders, Tempat Rekreasi Ala "Dufan" untuk Warga Tangerang
World of Wonders, Tempat Rekreasi Ala "Dufan" untuk Warga Tangerang
Memberikan ASI Langsung dengan Pompa ASI, Samakah Kualitasnya?
Memberikan ASI Langsung dengan Pompa ASI, Samakah Kualitasnya?
Jangan Salah Pilih! Ini Bahan yang Wajib Ada dalam Skin Care Ibu Hamil
Jangan Salah Pilih! Ini Bahan yang Wajib Ada dalam Skin Care Ibu Hamil
Kenapa harus vaksin? Dokter Apin jelaskan pentingnya imunisasi untuk bayi
Kenapa harus vaksin? Dokter Apin jelaskan pentingnya imunisasi untuk bayi

Baca juga: 

Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

id.theasianparent.com/ciri-dan-gejala-corona-pada-anak

5 Tanda atau Gejala Positif COVID-19 pada Bayi, Orang Tua Wajib Tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

Diulas oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • COVID-19
  • /
  • Waspadai Long COVID-19 pada Anak, Kenali Gejalanya!
Bagikan:
  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti