Imunisasi MR tahap 2 serentak, ini pesan dokter untuk para orangtua

lead image

Dokter Piprim menjelaskan mengapa vaksin MR amat penting bagi anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Setelah sukses mengadakan imunsasi MR serentak pada tahun 2017, Kementrian Kesehatan kembali mengadakan di tahun 2018. Jadwal imunisasi MR tahap dua ini berlangsung bulan Agustus – September 2018.

Jadwal imunisasi MR tahap dua

Halo Healthies! sudah tanggal 1 Agustus 2018 loh Imunisasi MR fase II dilaksanakan pada bulan Agustus dan September di tahun ini. Sejumlah 395 kabupaten/kota dan 6.369 puskesmas di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa akan melaksanakan kampanye imunisasi MR yang menyasar kelompok paling rentan tertular penyakit Campak dan Rubella, yakni anak-anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Sebanyak 31,8 juta anak berkesempatan untuk mendapatkan kekebalan spesifik dari bahaya penyakit Campak dan Rubella. . #imunisasiMR #eliminasimeaslessrubella #eliminasiMR #measlesrubella #mr . . . . sehatnegeriku.kemkes.go.id Follow us: Facebook : Kementerian Kesehatan RI Twitter : @kemenkesRI Youtube : Kementerian Kesehatan RI flickr : sehatnegeriku ūüďěHALO KEMENKES 1500567 (24 hours) #kemenkesfact #kemenkestips#KEMENKESRI #sehatnegeriku

A post shared by KEMENTERIAN KESEHATAN RI (@kemenkes_ri) on

Bila program vaksin tahap pertama menyasar enam provinsi di pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY), maka jadwal imunisasi MR tahap dua akan menyasar 28 provinsi di luar Jawa.

Imunisasi MR ini ditujukan bagi bayi berusia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Tujuannya tentu saja mengurangi penyakit campak sekaligus mengendalikan penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (Congenital Rubella Syndrome – CRS) pada tahun 2020.

Menurut Sri Harsi Teteki, direktur pemasaran Bio Farma, perusahaannya menyanggupi ketersediaan stok vaksin MR yang cukup sesuai target imunisasi dari Kementrian Kesehatan RI.

“Saat ini hanya ada dua produsen MR antara lain Cina dan India, tetapi yang memiliki persyaratan lengkap hanya dari India. Vaksin MR yang digunakan untuk tahap 1 dan 2 berasal dari India dan sudah digunakan di 140 negara termasuk negara-negara Islam yang lebih dahulu mencanangkan jadwal imunisasi MR ini,” ujar Sri.

Memang masih banyak tantangan terkait pelaksanaan vaksin MR tahap dua ini, terutama karena munculnya gerakan antivaksin, kesadaran pentingnya vaksin yang masih rendah, serta kondisi di tiap daerah yang berbeda-beda. 

Mengapa vaksin MR penting?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/jadwal imunisasi MR 1.jpg Imunisasi MR tahap 2 serentak, ini pesan dokter untuk para orangtua

Banyak orangtua yang mungkin belum memahami pentingnya imunisasi MR, tidak hanya untuk kesehatan sang anak, tetapi berpengaruh pada imunitas di suatu kelompok. Belum lagi yang mempertanyakan mengapa jadwal imunisasi MR justru diberikan kepada bayi 9 bulan hingga anak-anak 15 tahun.

Dokter Piprim Basarah Yanuarso, dokter spesialis anak sekaligus pendiri Rumah Vaksin, menjelaskan demikian dalam status Facebook-nya:

 

Masih banyak yang bingung tentang vaksinasi MR, kenapa diberikan pada anak 9 bulan sampai 15 tahun? Padahal katanya MR ini kan untuk cegah Sindrom Rubella Kongenital yang menyerang janin dan bikin bayi lahir cacat berat. Gimana logikanya ya?

Jadi gini ibu-ibu yang baik hati dan tidak sombong serta peduli dengan kesehatan anak-anaknya…

Di Indonesia negeri tercinta ini masih banyak lahir bayi dengan Sindorm Rubella Kongenital. Tau kan bayi yang lahir buta, tuli, otak kecil, jantung bocor…

Nah, bayi tsb jadi sakit berat kayak gitu karena si ibu tertular Rubella saat dia hamil muda. Hampir 90% ibu hamil muda yang tertular Rubella maka janinnya bisa cacat berat kayak gitu.

Si virus Rubella itu hidup subur berkembang biak di anak-anak kelompok usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Jadi, kalo kita ingin melindungi bumil agar tidak tertular Rubella, maka di Indonesia negeri tercinta ini virus Rubella harus kita basmi agar lenyap. Bagaimana caranya?

Agar virus Rubella hilang harus dilawan dengan vaksin serentak

 Nah itu dia cara basmi Rubella adalah dengan imunisasi serentak anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang jadi tempat hidupnya si Rubella itu. Harus serentak bareng-bareng seluruh negeri agar si Rubella hilang.

Cakupan imunisasi harus lebih dari 90%. Kalo nggak tercapai karena banyak yang menolak ya usaha kita basmi Rubella bisa gagal total. Sudah menyiapkan biaya vaksin dengan mahal eh ditolak pula tanpa ilmu yang bener.

Jadi gitu ya penjelasannya kenapa kok justru anak-anak yang diimunisasi Rubella padahal mau cegah bayinya lahir cacat.

Terserah deh mau ikut beribadah dengan cara basmi Rubella via program vaksinasi atau mau berpartisipasi menghalangi program imunisasi yang bertujuan mulia untuk mencegah lahirnya bayi cacat berat. Pilihan di tangan Anda.

Tapi konsekuensinya Anda juga yang akan menanggung, baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Sebab bisa jadi setiap bayi lahir cacat karena Sindrom Rubella Kongenital dan itu ada peran Anda karena menolak imunisasi, maka Allah akan minta pertanggungjawaban dari Anda. Sekian.

Setelah membaca penjelasan dokter Piprim, Bunda dan Ayah semakin paham pentingnya vaksin MR untuk anak-anak. Apakah Anda sudah membawa putra-putri Anda untuk divaksin? Cek jadwal imunisasi MR di puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat di kota Anda.

 

Referensi: Kompas, Kementerian Kesehatan RI

Baca juga:

Vaksin MR Tidak Ada Logo Halal, Lantas Haramkah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.