Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents

lead image

Apakah jadwal imunisasi anak Anda sudah sesuai tabel rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut ini?

Agar anak terlindungi secara optimal, pastikan Anda sudah memenuhi semua jadwal imunisasi  anak, yang wajib dan tambahan.

Tak ingin terlewat? Periksa jadwal imunisasi anak berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut ini:

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/11/jadwal imunisasi 2.jpg Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents

Panduan membaca tabel jadwal imunisasi anak

Untuk memahami tabel jadwal imunisasi anak perlu membaca keterangan tabel:

Cara membaca kolom usia : misal berarti usia 2 bulan (60 hari) s.d. 2 bulan 29 hari (89 hari)

Kolom warna:
Hijau: imunisasi untuk perlindungan optimal
Kuning: melengkapi imunisasi yang belum lengkap
Biru: booster
Pink: daerah endemis

1. Vaksin hepatitis B (HB)

Vaksin HB pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.

Jadwal pemberian vaksin HB monova- len adalah usia 0,1, dan 6 bulan. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda.

Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

2. Vaksin polio

Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0. Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan. Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster diberikan OPV atau IPV. Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.

3. Vaksin BCG

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Baca juga: Imunisasi BCG, Cegah TBC Sejak Dini

4. Vaksin DTP

Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain. Apabila diberikan vaksin DTPa maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu usia 2, 4, dan 6 bulan.

Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap. Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.

Baca juga: Kaki Bayi Bengkak Usai Imunisasi DPT, Apakah Karena Alergi Vaksin?

5. Vaksin pneumokokus (PCV)

Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.

6. Vaksin MMR/MR

Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Apabila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, maka dapat diberikan vaksin MMR/MR.

7. Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu), dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu), dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu.

*a Vaksin rotavirus monovalen tidak perlu dosis ke-3

8. Vaksin influenza

Vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6-36 bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL.

9. Vaksin campak

Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR.

10. Vaksin varisela

Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

11. Vaksin human papiloma virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0,2,6 bulan. Apabila diberikan pada remaja
usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis.

*b HPV: Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis

12. Vaksin Japanese encephalitis (JE)

Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun
berikutnya.

13. Vaksin dengue

Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Bila terlambat jadwal imunisasi anak

Apakah akan berdampak pada kesehatan anak bila terlambat jadwal imunisasi? Bila pemberian imunisasi terlambat dari jadwal, sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksinasi tersebut untuk membentuk imunitas tubuh.

Namun, selama jangka waktu keterlambatan tersebut, antibodi yang dimiliki anak untuk melawan jenis penyakit tersebut akan melemah. Akibatnya, anak lebih rentan terserang penyakit tersebut.

Jika terlambat, Parents tidak perlu mengulang pemberian vaksinasi dari awal, melainkan cukup memberikan imunisasi lanjutannya. Lain kali, usahakan agar imunisasi dilakukan tepat waktu. Melakukan imunisasi sesuai jadwal bisa melindungi anak dari penyakit secara optimal. Plus, juga akan memudahkan orang tua mengecek kelengkapan pemberian imunisasi.

Apakah jadwal imunisasi anak sudah sesuai tabel di atas, Parents?

Sumber: IDAI

Baca juga:

Tanggapan Dokter soal Anak Lumpuh Pasca Imunisasi Campak dan Rubella (MR)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.