9 Hal yang perlu Parents ketahui dari Hipospadia, kelainan lubang penis pada anak

9 Hal yang perlu Parents ketahui dari Hipospadia, kelainan lubang penis pada anak

Catat gejala dan penanganannya ya Parents. Bila dibiarkan, komplikasi jangka panjang dan jangka pendeknya bisa bahaya.

Ada beragam kondisi cacat lahir pada bayi yang sebaiknya diwaspadai oleh setiap orangtua. Misalnya, hipospadia, salah satu kondisi yang bisa terjadi pada bayi laki-laki.

Ada beberapa hal yang perlu Parents ketahui terkait dengan hipospadia pada bayi. Apa saja?

#Satu

Hipospadia merupakan cacat lahir yang terjadi pada penis bayi laki-laki, khususnya pada lubang atau pembukaan ureta. Uretra menjadi organ yang sangat penting bagi proses pengeluaran urin dari kandung kemih.

#Kedua

Apakah hipospadia berbahaya?

Hal kedua yang yang perlu diketahui, meskipun hipospadia merupakan kelainan cacat lahir pada bagian vital, secara umum kondisi ini tidak perlu penanganan ekstra namun tetap diperlukan pengobatan segera untuk menghindari terjadinya komplikasi. Secara estetika pun beberapa jenis hipospadia ini biasanya tidak mengganggu penampilan normal penis secara signifikan

Dengan pengobatan dan perawatan yang tepat, penis si kecil bisa tetap berfungsi secara normal dan sehat.

#Ketiga

Terkait dengan beragam komplikasi yang bisa muncul. Di mana, jika kondisi ini tidak diobati, beberapa komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang bisa terjadi antara lain:

  • Anak bisa mengalami masalah toilet training atau belajar menggunakan toilet
  • Penis memiliki tampilan yang abnormal
  • Saat ereksi kelengkungan penis berbentuk tidak normal
  • Terdapat masalah dengan ejakulasi

#Keempat

Penting bagi Parents untuk mewaspadai beberapa hal yang menjadi gejala khas hipospadia sejak dini.

hipospadia

gejala hipospadia

Bila biasanya uretra terletak di ujung atau kepala penis, pada kondisi hipospadia pembukaan uretra terletak di bawah. Pada kondisi yang lebih jarang, lubang ini bisa terdapat di bawah skrotum.

Beberapa gejala yang bisa Parents perhatikan antara lain :

  • Semburan yang abnormal saat buang air kecil
  • Terdapat lubang atau pembukaan uretra selain di ujung penih
  • Kondisi penis turun ke bawah atau chordee
  • Setengah bagian atas penis tertutupi kulup

Artikel terkait : Waspadai gejala dan penyebab Asfiksia, kondisi bayi tidak bernapas saat lahir

#Kelima

Beberapa jenis hipospadia yang perlu Parents ketahui

Berdasarkan tempat pembukaan atau lubang uretra, terdapat tiga jenis kondisi di antaranya :

  • Subcoronal yakni saat lubang berada di dekat kepala penis
  • Penoscrotal yaitu letaknya di antara penis dan skrotum, atau memang pada skrotum
  • Midshaft yaitu lubang berada di sepanjang batang penis

#Keenam

Poin ke-6 tentu terkait dengan penyebab terjadinya hipospadia, apa saja?

hipospadia

hipospadia pada bayi laki-laki

Dalam kebanyakan kasus, para ahli belum mengetahui penyebab pasti dari kondisi ini. Kondisi ini biasanya memang terjadi sejak lahir, namun faktor lingkungan ditengarai menjadi faktor lain yang memengaruhi.

Secara prosesnya, hipospadia bisa terjadi sejak masa kehamilan, khususnya saat proses perkembangan jenis kelamin. Saat penis mulai tebentuk, ada hormon-hormon yang bisa merangsang terbentuknya kulup dan uretra. Para ahli berpendapat bahwa kinerja hormon-hormon yang rusak ini bisa menyebabkan uretra berkembang secara abnormal.

Ada beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan kondisi hipospadia ini, di antaranya :

Genetik

Beberapa variasi gen tertentu ternyata bisa mengganggu hormon yang sifatnya merangsang pembentukan alat kelamin pada janin laki-laki.

Sejarah keluarga

Bayi laki-laki yang berasal dari keluarga dengan riwayat kondisi hipospadia diketahui lebih rentan mengalaminya.

Usia ibu

Usia kehamilan ibu menjadi salah satu faktor yang diyakini bisa menjadi penyebabnya. Ibu yang hamil di atas usia 35 tahun memiliki peningkatan risiko hipospadia pada janin laki-laki, dibandingkan ibu yang hamil di usia yang lebih muda.

Paparan selama kehamilan

Beberapa paparan zat selama kehamilan diketahui menjadi salah satu penyebab kondisi ini. Hipospadia seringkali dikaitkan dengan paparan ibu saat masa hamil dengan zat seperti pestidsida atau bahan kimia industri lainnya.

Artikel terkait : 5 Jenis penyakit autoimun yang rentan terjadi pada anak, catat Parents!

#Tujuh

Diagnosis

Saat si kecil dilahirkan, memeriksa kondisi secara keseluruan, termasuk penis bayi menjadi salah satu cara utama dalam mengidentifikasi kondisi ini pada bayi. Dokter biasanya akan melihat kondisi saat bayi buang air kecil.

Beberapa kasus penis bisa terlihat melengkung ke bawah yang bisa dideteksi saat ereksi.

hipospadia

diagnosis dan penanganan hipospadia

#Delapan

Hipospadia, bisakah dicegah?

Pada ibu hamil ada beberapa upaya yang diketahui bisa menurunkan risiko kondisi ini di antaranya :

  • Menghindari beberapa hal yang menjadi faktor penyebab seperti kehamilan di usia 35 tahun
  • Tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan
  • Rutin berkonsultasi dengan dokter
  • Mengonsumsi 400-800 mikrogram asam folat per hari

#Sembilan

Penanganan yang perlu dilakukan

Penanganan hipospadia ini bisa dilakukan melalui metode bedah koreksi. Sejak tahun 1800an, ratusan kasus berhasil ditangani.

Pada anak, biasanya ini ditangani oleh dokter spesialis urologi anak. Tujuan dari penanganan ini ialah agar penis anak bisa lurus dan normal berdasarkan letak saluran kemihnya.

Dalam berbagai kasus, perbaikan dilakukan secara bertahap. Bisanya ini dilakukan pada bayi laki-laki berusia 6-12 bulan.

Namun pada anak yang lebih besar atau orang dewasa sekalipun, metode ini tetap bisa dilakukan. Operasi ini biasanya dilakukan melalui 4 tahapan, diantaranya :

  • Meluruskan batang penis
  • Membuat saluran kemih
  • Mengoreksi  meatus
  • Menyunat atau merekonstruksi kulit penis

Tentunya, koreksi yang dilakukan akan bisa bertahan seumur hidup bila berhasil. Nah Parents jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi si kecil ya.

Jangan lupa untuk melakukan berbagai upaya pencegahannya juga ya!

Sumber : Mayoclinic, WebMD, Urologyhealth

Baca Juga :

6 Penyebab kulit kering pada bayi dan cara pencegahannya, Parents wajib tahu!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner