6 Penyebab kulit kering pada bayi dan cara pencegahannya, Parents wajib tahu!

6 Penyebab kulit kering pada bayi dan cara pencegahannya, Parents wajib tahu!

Parents wajib tahu berbagai penyebab dan pencegahan kulit kering pada bayi.

Bercak putih di tubuh bayi menjadi salah satu pertanda kulit kering pada bayi. Bayi seringkali mengalami kondisi ini, khususnya di wajah karena kulitnya lebih sensitif daripada orang dewasa.

Kondisi ini ternyata bisa terjadi karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya merupakan bentuk penyesuaian diri dengan lingkungan di luar rahim, reaksi terhadap alergen dalam produk atau pakaian, maupun masalah kesehatan.

Penyebab kulit kering pada bayi

1. Terkena air berlebihan

Saat si kecil mandi terlalu lama, kandungan minyak alami di kulit menjadi berkurang. Terutama bila ia mandi dengan air hangat, risiko kulit kering dan mengelupas bisa lebih tinggi.

Oleh karena itu, hindari penggunaan sabun yang kandungannya terlalu keras dan kuat, karena bisa membuat kulit bayi semakin kering. Batasilah waktu mandi bayi maksimal 15 menit.

Selain itu, perhatikan handuk yang dipakai untuk mengeringkan tubuh bayi. Keringkan kulit bayi dengan menepuk lembut wajah mereka dengan handuk bertekstur halus. Hindari menggosok dengan handuk untuk mengurangi gesekan dan meminimalkan risiko pengelupasan kulit.

Setelah mandi, gunakanlah pelembab kulit agar tidak kering. Parents juga bisa mengaplikasikannya saat kondisi kulit si kecil sedang kering.

Kulit bayi kering

Penyebab kulit bayi kering

2. Kondisi normal bayi baru lahir

Saat awal-awal hari kelahirannya, normal terjadi bila kulit bayi baru lahir terlihat kering dan terkelupas. Kondisi ini rupanya bisa terjadi selama satu atau dua minggu setelah kelahiran.

Di dalam rahim, lapisan vernix yang menyerupai lilin menutupi kulit janin. Ini merupakan  mekanisme alami untuk melindunginya dari cairan ketuban. Justru, membiarkan lapisan kulit ini berada pada kulit bayi untuk sementara bisa membantu bayi beradaptasi.

Artikel terkait : 5 Produk sabun mandi terbaik bagi kulit bayi pilihan theAsianparent Indonesia

Namun, biasanya bayi prematur sering memiliki vernix yang lebih sedikit dan pengelupasan kulit yang lebih sedikit pula. Bila kulit si kecil kering dan mengelupas karena hal ini, jangan khawatir karena biasanya dokter tidak menyarankan adanya perawatan khusus karena akan hilang dengan sendirinya.

3. Penggunaan lotion berbahan alkohol

Penggunaan lotion untuk melembapkan menjadi hal yang penting namun tetap perhatikan kandungannya ya, Parents. Bacalah label kemasan sebelum membeli dan perhatikan dengan jelas aturan pakai.

Hindari membeli lotion bayi yang memiliki kandungan alkohol. Bahan satu ini bisa menyebabkan kulit si kecil kering dan kehilangan kelembapan perlahan.

Kulit bayi kering

Kulit bayi kering

4. Dehidrasi

Salah satu penyebab yang wajib diwaspadai setiap orangtua ialah kondisi dehidrasi pada bayi. Khususnya bayi baru lahir, dehidrasi ini lebih rentan terjadi baik saat bayi ada di dalam maupun di luar rumah.

Oleh karena itu, pastikan si kecil terhidrasi baik dengan cara memberikan ASI yang cukup sesuai anjuran WHO maupun mengaplikasikan pelembab yang tepat.

5. Eksim

Bila si kecil terlihat merasakan gatal disertai kondisi kulitnya yang kering, waspadai eksim ya, Parents. Para ahli belum benar-benar bisa menyimpulkan penyebab dari kondisi eksim ini pada bayi.

Pada beberapa kasus, kulit kering pada bayi juga bisa disebabkan karena kondisi dermatitis atopik.

Artikel terkait : 5 langkah mudah untuk menjaga kelembapan kulit bayi, sudah coba?

6. Ichthyosis

Menurut American Academy of Dermatology, ada lebih dari 20 jenis ichthyosis yang bisa menyebabkan pengelupasan dan kekeringan pada kulit. Kondisi ini lebih rentan terjadi pada bayi dan anak-anak.

Biasanya ichtyosis ini ditandai dengan kodisi kulit yang bersisik yang sangat parah. Konsultasikan ke dokter ya, bila si kecil mengalami kondisi ini.

Ketahui pencegahannya

Kulit bayi kering

Kulit bayi kering

Beberapa bentuk pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Saat usianya masih sangat belia, jaga durasi mandi tetap singkat sekitar maksimal 10-15 menit.
  • Pastikan suhu air tidak terlalu panas, gunakan air hangat atau suam-suam kuku.
  • Pilih produk perawatan bayi dengan kandungan hypoallergenic yang lembut dan bebas pewangi.
  • Keringkan kulit bayi setelah mandi, jangan digosok karena gesekan handuk dapat merusak kulitnya.
  • Jaga suhu udara di rumah, usahakan jangan terlalu panas.
  • Lindungi bayi saat cuaca dingin, pakaikan sarung tangan dan topi untuk menjaga kulit bayi dari udara dan angin yang dingin.
  • Gunakan lotion yang melembapkan dan lembut.
  • Pilihlah deterjen khusus bayi untuk mencuci bajunya.
Sumber : medicalnewstoday, whattoexpect

Baca Juga:

Wajib tahu! 3 jenis kulit bayi dan cara tepat merawatnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner