TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Lahir setelapak tangan orang dewasa, bayi terkecil di dunia ini berhasil bertahan hidup

Bacaan 3 menit
Lahir setelapak tangan orang dewasa, bayi terkecil di dunia ini berhasil bertahan hidup

Bayi dengan berat terkecil di dunia berhasil bertahan hidup hingga kini, begini kisahnya!

Kelahiran bayi terkecil di dunia bertahan hidup, kembali terjadi beberapa waktu lalu. Momen langka kali ini terjadi di Tokyo, Jepang. 

Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat terkecil, memecahkan rekor sebelumnya. Beratnya hanya sekitar 268 gram di trimester kedua kehamilan, pada awal Agustus lalu.

Kelahiran bayi prematur

Pada usia kehamilan 24 minggu sang ibu, dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar darurat. Hal ini karena si kecil dianggap gagal tumbuh selama kehamilan tersebut, sehingga sangat berisiko terhadap kelangsungan hidup janinnya 

Dilansir dari laman BBC, Dr. Takeshi Arimitsu, selaku dokter yang menangani sang bayi mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan adanya kemungkinan sang bayi dapat meninggalkan rumah sakit dalam kondisi kesehatan yang lebih baik, meskipun ia terlahir kecil. 

Dengan optimis, tim dokter melakukan berbagai perawatan intensif. Perjuangan tim dokter pun tak sia-sia karena si kecil akhirnya sudah bisa menyusui. Bahkan, berat badannya kini sudah cukup meningkat drastis.

Bayi terkecil di dunia bertahan hidup

dok. foto: Telegraph

Bayi terkecil di dunia bertahan hidup selama 5 bulan

Sempat dianggap tak ada harapan, bayi terkecil di dunia bertahan hidup sejak hari pertama kelahiran hingga saat ini, terhitung sudah 5 bulan. Selama itu, si kecil dirawat secara intensif di Rumah Sakit Universitas Keio di Tokyo. 

Dua bulan setelah kelahirannya, si kecil dikirim pulang ke rumah dengan kondisi yang sudah jauh lebih baik. Menurut petugas kesehatan, bayi itu memang tampak sangat kecil.

Bahkan jika mengangkatnya, ukurannya hanya sebesar sepasang telapak tangan, kulitnya pun tipis. Karenanya, tulang rusuknya pun terlihat jelas. 

Selama perawatan tersebut, banyak penanganan yang diberikan pada sang bayi. Mulai dari pengaturan pernafasan hingga asupan gizi. Sekarang, beratnya sudah mencapai sekitar 3,2 kilogram, artinya sudah melebihi dari 12 kali berat lahir aslinya. 

Umumnya, bayi yang beratnya kurang dari 1500 gram saat lahir akan menghadapi berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko infeksi yang lebih tinggi. Beberapa risiko yang terjadi, mulai dari kesulitan bernapas karena paru-paru mereka sangat tidak berkembang, masalah neurologis seperti perdarahan pada otak, dan masalah pencernaan. 

Artikel terkait: Zee Zee Shahab sukses merawat kedua anak prematur, ini 5 rekomendasi caranya!

Mengalahkan rekor bayi terkecil sebelumnya

Bayi terkecil di dunia bertahan hidup

Bayi terkecil di dunia bertahan hidup

Menurut situs Tiniest Babies Registry, ada 23 bayi di seluruh dunia yang selamat setelah dilahirkan prematur. Rata-rata beratnya di bawah 300 gram.

Diantaranya, hanya empat bayi berjenis kelamin laki-laki dengan rekor berat terkecil ialah pada tahun 2015,  yang beratnya hanya 252 gram.

Rekor sebelumnya untuk anak laki-laki terkecil adalah bayi Jerman yang lahir pada tahun 2009, dijuluki Tom Thumb oleh dokternya. Beratnya hanya sekitar 275 gram setelah dilahirkan prematur 15 minggu. Bayi tersebut menghabiskan 9 bulan di rumah sakit sebelum akhirnya diizinkan pulang.

Menurut Helen Mactier, konsultan neonatologis di Glasgow, hanya sekitar 50 hingga 60 persen bayi yang lahir pada 24 minggu, yang bisa bertahan hidup. Kelangsungan hidup ini bisa ditentukan oleh sejumlah faktor, tetapi mungkin yang paling penting adalah usia kehamilan.

Selain itu, kelangsungan hidup bayi  juga ditentukan oleh kesehatan ibu dan komplikasi selama kehamilan.

Artikel terkait: Berat janin masih kurang, apa penyebabnya? Ini penjelasan dokter kandungan
Sumber : telegraph.co.uk, japantimes.co.id

Baca Juga :

Langka, bayi ini lahir dengan terbungkus kantung ketuban yang masih utuh

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Lahir setelapak tangan orang dewasa, bayi terkecil di dunia ini berhasil bertahan hidup
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti