ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia yang mematikan, kenali gejalanya sekarang!

ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia yang mematikan, kenali gejalanya sekarang!

Jangan pernah remehkan masalah ISPA, Bun! Bisa berisiko mematikan!

Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau yang akrab disebut ISPA dapat menyebabkan komplikasi ganguan kesehatan pneumonia yang mematikan. Oleh karena itu, kenali cara penanganan dan gejala ISPA pada anak sejak dini!

Apa itu ISPA?

ISPA merupakan infeksi yang menganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini pada umumnya terjadi akibat virus yang berkembang dan menyerang bagian hidung, trakea (pipa pernafasan), atau paru-paru.

Setidaknya ada beberapa mikroorganisme yang menjadi penyebab munculnya ISPA, yaitu:

  1. Adenovirus: Gangguan pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia bisa disebabkan oleh virus yang memiliki lebih dari 50 jenis ini.
  2. Pneumokokus: Penyakit meningitis disebabkan oleh virus jenis ini. Bakteri ini juga bisa memicu gangguan pernapasan lain seperti pneumonia. 
  3. Rhinovirus: Virus ini yang menyebabkan pilek. Pada anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, pilek biasa bisa berubah menjadi ISPA pada tahap yang serius.

gejala ISPA

Seseorang yang mengalami ISPA harus segera ditangani, sebab ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan membuat tubuh kekurangan oksigen. Bila terlalu lama dibiarkan, kondisi ini bisa membuat seseorang pingsan dan bahkan meninggal dunia.

ISPA merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah tertular. Orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh, orang lanjut usia, dan anak-anak lebih mudah tertular penyakit ini. Sebab sistem kekebalan tubuh mereka lebih lemah dibandingkan orang lain pada umumnya.

Selain itu, ISPA juga rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit jantung atau memiliki gangguan paru-paru. Perokok juga berisiko tinggi terkena infeksi ini dan cenderung lebih sulit untuk pulih.

Penularan ISPA dapat terjadi melalui udara atau benda. Misalnya, saat penderita ISPA bersin atau batuk. Bisa juga saat virus atau bakteri menempel pada permukaan benda sehingga menularkan ke orang lain ketika mereka menyentuhnya. 

Kasus ISPA di Indonesia

gejala ISPA 2

Saat ini, Indonesia tengah memasuki musim pancaroba. Batuk merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dan paling sering terjadi selama masa pancaroba. Bahkan berdasarkan data, 1 dari 3 orang mengalami batuk dalam 3 bulan terakhir.

Menurut Dr. Riana Nirmala Wijaya, Sanofi Medical Expert, musim pancaroba adalah peralihan dua musim utama di negara tropis, yaitu antar musim hujan dan kemarau. Perubahan cuaca dan temperatur pada masa pancaroba akan memengaruhi daya tahan tubuh, sebab tubuh kita akan otomatis bekerja keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan temperatur yang ada di sekitarnya. 

“Pada saat inilah, sistem imunitas atau daya tahan tubuh terhadap penyakit (virus) menjadi berkurang. Akhirnya, pada musim ini tidak heran jika banyak orang yang terserang penyakit. Hal ini erat kaitannya dengan gangguan kesehatan seperti batuk, flu, dan ISPA,” ujarnya dalam konferensi pers Keluarga Bisolvon Kalahkan Batuk Berdahak di Masa Pancaroba, beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama masa pancaroba penyakit yang patut diwaspadai salah satunya ialah Insfeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Sebab, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, 25 persen penduduk Indonesia menderita ISPA. Hal ini pun menunjukan bahwa angka penderita ISPA di Indonesia masih tinggi.

ISPA bisa mengakibatkan pneumonia

Pada umumnya, ISPA berlangsung selama 3 hingga 14 hari. Riana menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, ISPA bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia. Untuk itu, ia menegaskan para orangtua untuk mulai waspadai bila batuk pada anak atau anggota keluarga lainnya telah terjadi berlarut-larut.

Perlu diketahui, pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada salah satu atau kedua belah paru-paru, bisa disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun virus. Infeksi ini menyebabkan kantung udara berisi cairan bahkan nanah.

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat berisiko kematian. Terutama bagi anak-anak yang masih memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Artikel terkait: Pneumonia pada bayi bisa berbahaya, waspadai gejalanya berikut!

Gejala ISPA

gejala ISPA 1

Untuk menghindari risiko kematian akibat pneumonia,  sebaiknya segera mengenali gejala ISPA sekarang.

Berikut ini beberapa gejala ISPA yang perlu diwaspadai:

  • Batuk
  • Ketidaknyamanan di saluran hidung
  • Demam ringan
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Rasa sakit atau tekanan di belakang wajah
  • Tenggorokan gatal atau sakit
  • Bersin
  • Bau mulut
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala

Dalam beberapa kasus, ISPA dapat menunjukan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Hyposmia atau hilangnya indera penciuman
  • Mata gatal
  • Pusing
  • Demam tinggi hingga mengigil
  • Tingkat oksigen dalam darah rendah
  • Kesadaran menurun bahkan pingsan

Cara mengatasi ISPA

Hingga sampai saat ini, belum ada pengobatan khusus yang efektif untuk membunuh virus yang menyerang manusia. Biasanya pengobatan ini dilakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul akibat virus. Untuk itu, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang diperlukan.

Meskipun pengobatan belum ditemukan, tetapi ada cara terbaik untuk menghindari dan menangani ISPA, seperti:

  • Mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum. 
  • Hindari menyentuh wajah, terutama di mulut, hidung, dan mata dengan tangan. 
  • Perbanyak makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 
  • Tutup mulut dengan tisu atau tangan saat bersin atau batuk. 
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berikan ASI secara rutin bila terjadi pada bayi.
  • Vaksinasi flu.

Ingat, segera periksakan kondisi Anda dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut di atas untuk mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan ya, Bun! 

Referensi: Alo Dokter, Medical News Today
Baca juga

Ini 11 penyebab batuk pada bayi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner