TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sadar Gangguan Saraf di Usia Produktif, Generasi Milenial dan Gen Z Wajib Paham

Bacaan 4 menit
Sadar Gangguan Saraf di Usia Produktif, Generasi Milenial dan Gen Z Wajib Paham

Yuk, sadar saraf di usia produktif sebelum terlambat!

Gejala seperti sakit kepala, nyeri tengkuk, nyeri pinggang bawah, kesemutan, kebas, hingga diagnosis stroke yang sebelumnya banyak diderita oleh orang tua, kini mulai menyerang anak muda yang disebabkan oleh gaya hidup dan pola kerja sehari-hari. Oleh karena itu, sadar akan gangguan saraf di usia produktif sangat penting untuk digaungkan.

Tetapi, masyarakat terutama para anak muda cenderung masih memiliki persepsi yang salah tentang gangguan saraf. Bahkan, tak sedikit orang Indonesia yang beranggapan bahwa penyakit saraf umumnya hanya terjadi ketika sudah berusia senja.

Gejala Pemyakit Saraf

Padahal hal tersebut jelas salah. Di usia-usia produktif pun bisa mengalami gangguan saraf. Selain itu, kesadaran yang rendah untuk segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis saraf dan cenderung melakukan pengobatan mandiri seperti mengkonsumsi obat penghilang nyeri atau pijat dan urut dapat berakibat fatal atau bertambah parah.

Oleh karena itu, sadar akan kemungkinan gangguan saraf di usia produktif sangat penting untuk dipahami oleh generasi muda atau biasa dikenal dengan milenial serta gen Z. Pada faktanya, menurut KBBI, usia produktif adalah usia ketika seseorang masih mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu. Penduduk dengan usia produktif memiliki rentang usia 15-64 tahun. 

Hingga saat ini, kelompok usia Gen Z yang memiliki rentang usia 8-23 tahun dan Milenial yang berusia 24-39 tahun masih mendominasi usia produktif.

Artikel terkait: 7 Jenis Penyakit Saraf dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala Sederhana pada Gangguan Saraf

Sadara Saraf di Usia Produktif

(Ki-Ka): r. Zicky Yombana, Sp. S, dr. Eko S. Nugroho, MPH, C, CMO Klinik Pintar, dan Wangsit Firmantika, Content Creator berdiskusi di acara Gerakan Sadar Saraf di Usia Produktif dan Peresmian Neuro Care by Klinik Pintar.

dr. Zicky Yombana, Sp.S menjelaskan bahwa gejala yang muncul kerap tidak disadari sebagai gangguan saraf dan seringkali dihubungkan dengan penyakit dalam (internis) atau penyakit otot dan tulang.

Banyak pemahaman-pemahaman yang salah tentang gangguan saraf sehingga penanganannya terlambat. “Padahal, gangguan saraf memiliki spektrum yang sangat luas mulai dari hal ringan seperti kesemutan, sakit kepala, hingga yang hal kronis seperti stroke. Self-diagnosed bisa memicu salah penanganan dan justru tambah parah.”

Oleh karena itu, gerakan sadar saraf di usia produktif sangat pas untuk digaungkan sedari dini.

dr. Zicky, yang seorang spesialis saraf ini juga menambahkan bahwa masyarakat umumnya harus segera konsultasi ke dokter spesialis jika merasakan keluhan mendadak, intensitasnya semakin sering, diikuti rasa sakit yang berat, dan berulang.

“Memang pada akhirnya screening dan konsultasi itu sudah menjadi dasar yang harus dijalani. Kami para dokter bukan hanya membantu masyarakat untuk sadar risiko, namun juga memprediksi seberapa besar risiko yang mereka miliki sehingga dapat kami bantu mengidentifikasinya lebih awal sebelum menjadi gangguan yang mematikan dan menghabiskan banyak kerugian finansial,” tambahnya. 

Maka, disarankan untuk melakukan dua hal sederhana jika merasakan nyeri di tubuh. Dua hal sederhana tersebut adalah stretching atau peregangan. Lakukan peregangan di daerah yang sakit untuk cegah nyeri timbul kembali.

Lalu, jangan takut untuk konsultasi dengan dokter bila terdapat keluhan mendadak, semakin sering, berat dan berulang. Karena penanganan yang cepat dan tepat akan membantu sakit tidak semakin buruk.

Artikel terkait: Mengenal Gangguan Saraf Dyspraxia: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Cek Keadaan Saraf Kini Bisa Dilakukan di Klinik

Sadar Saraf di Usia Produktif

Peresmian Neuro Care

Selain rumah sakit, kini di klinik khusus saraf. Salah satu klinik saraf yang telah dibuka di kawasan Jakarta Selatan adalah Neuro Care by Klinik Pintar. Klinik satu ini dirancang sebagai pintu masuk masyarakat mengetahui dan mengerti dengan baik keadaan saraf dengan gejala seringan apapun.

Selain itu, Neuro Care telah bekerja bersama dokter-dokter spesialis saraf, dilengkapi dengan alat diagnosa yang lengkap setara standar Rumah Sakit dan demi kenyamanan masyarakat.

Jadi, tidak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter spesialis mengenai keadaan saraf selagi masih produktif.

***

Baca juga:

Sering Taruh Dompet di Saku Celana? Waspada Saraf Rusak Akibat Hip Pocket Syndrome

Kelainan Saraf Langka Sindrom Tourette: Gejala, Bahaya dan Pengobatan

Anji Alami Saraf Kejepit Setelah 20 Hari Nyeri, Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruth Stephanie

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Sadar Gangguan Saraf di Usia Produktif, Generasi Milenial dan Gen Z Wajib Paham
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti