Waspada bila anak terlambat jalan dan bicara, bisa jadi alami gangguan ini!

Waspada bila anak terlambat jalan dan bicara, bisa jadi alami gangguan ini!

Anak mengidap dispraksia ditandai dengan tumbuh kembang yang lambat dan tidak mampu mengkoordinasikan gerak fisiknya. Berikut ini adalah informasi lengkap yang wajib Parents ketahui.

Orangtua tentu berharap anak memiliki tumbuh kembang yang optimal, tapi kerap kali ada saja masalah yang mengganggu perkembangannya, contohnya dispraksia. Perlu diketahui, dispraksia adalah jenis gangguan perkembangan motorik anak.

Kemampuan motorik adalah kemampuan mengkoordinasikan gerak tubuh. Apabila anak mengidap dispraksia, maka ia akan mengalami gangguan koordinasi gerak tubuh, akibat terganggunya saraf pengiriman sinyal dari otak ke otot.

Dampaknya, pada beberapa kasus membuat anak sulit berjalan dan menjaga keseimbangan. Sementara itu, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak lak-laki daripada perempuan, dengan gejala awal yang mulai terlihat sejak bayi.

Contoh gejala yang timbul yaitu saat masih bayi, si kecil mengalami keterlambatan tengkurap dan berjalan. Namun, variasi gejala yang muncul dan tingkat keparahannya bisa berbeda di setiap anak.

Dispraksia adalah gangguan motorik anak yang disebabkan beberapa faktor ini

dispraksia adalah

Berdasarkan penelitian, ada beberapa faktor risiko anak mengalami dispraksia, di antaranya yaitu:

  • Ibu hamil minum alkohol
  • Bayi lahir prematur
  • Bayi lahir dengan berat rendah

Meskipun ada tiga hal yang dicurigai, tapi pada dasarnya mekanisme penyebab dispraksia masih belum diketahui secara pasti. Namun, tetap saja Bunda disarankan menjaga kehamilan tetap sehat demi mencegah gangguan perkembangan anak, termasuk dispraksia.

Artikel terkait : Stimulasi Kemampuan Motorik Anak dengan 5 Aktivitas Sederhana

Tanda anak mengalami gangguan dispraksia

dispraksia adalah

Selain gejala berupa keterlambatan tengkurap dan berjalan saat anak masih bayi, ada juga tanda lain yang patut Parents  curigai sebagai kondisi dispraksia, yakni:

  • Terlambat bisa menegakkan kepala saat anak masih bayi
  • Si kecil terlambat bisa berguling
  • Terlambat bisa duduk
  • Postur tubuh yang janggal
  • Sensitif terhadap bunyi-bunyi yang keras
  • Gangguan makan dan tidur
  • Cenderung mudah rewel
  • Gerakan tangan dan kakinya terlalu aktif
  • Terlambat merangkak
  • Sulit toilet training
  • Kesuitan belajar pakai baju sendiri
  • Perlu waktu lama sampai ia bisa makan sendiri tanpa disuapi

Jenis-jenis dispraksia adalah sebagai berikut

Waspada bila anak terlambat jalan dan bicara, bisa jadi alami gangguan ini!

Gangguan yang terjadi pada anak yang mengidap dispraksia dapat berbeda satu dengan yang lain. Dikutip dari laman HelloSehat, ada empat jenis dispraksia berdasarkan gangguan gerakannya.

1. Dispraksia Ideomotor

Kondisi saat anak mengalami kesulitan melakukan gerakan satu tahap, misalnya menyisir rambut dan melambaikan tangan.

2. Dispraksia Ideational

Anak yang mengidap dispraksia jenis ini mengalami kesulitan melakukan gerakan berurutan, seperti saat menyikat gigi atau membereskan tempat tidur.

3. Dispraksia Oromotor

Kondisi ini menyebabkan anak sulit menggerakan otot untuk berbicara dan mengucapkan kalimat. 

4. Dispraksional Constructional

Anak mengalami kesulitan untuk memahami bangun ruang atau spasial sehingga ia akan sulit memahami dan membuat gambar geometris dan menyusun balok.

Tipe dispraksia berdasarkan dampak yang ditimbulkan

dispraksia adalah

Adapun tipe gangguan dispraksia adalah sebagai berikut:

  • Pada kemampuan motorik, anak mengalami gangguan motorik seperti tidak bisa menulis, berpakaian, dan tidak bisa melakukan gerakan-gerakan seperti melompat. 
  • Dampak dispraksia pada kemampuan verbal yaitu anak mengalami keterlambatan bicara dan sulit bicara.
  • Dispraksia pada oral, menyebabkan anak sulit menggerakkan mulut dan lidahnya.

Untuk mendiagnosis dispraksia, dokter akan melihat secara rinci riwayat perkembangan anak, kemampuan intelektual, dan perkembangan motoriknya. 

Artikel terkait: Anak Belum Lancar Bicara? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Dampak jangka panjang dispraksia

Hal yang paling terlihat pada anak dengan dispraksia adalah mereka cenderung lambat tumbuh kembangnya. Seiring ia beranjak remaja hingga dewasa, dispraksia dapat menyebabkan anak kesulitan belajar dan kurang percaya diri.

Dispraksia adalah kondisi seumur hidup. Supaya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, anak dengan dispraksia dapat dibantu dengan terapi-terapi tertentu sesuai kebutuhannya. Agar ia tetap dapat menjalani  aktivitas sehari-hari untuk keberlangsungan hidupnya.

Terapi untuk anak dengan dispraksia

Waspada bila anak terlambat jalan dan bicara, bisa jadi alami gangguan ini!

Berikut ini adalah empat jenis terapi yang bisa dilakukan:

  • Terapi okupasi : Dilakukan untuk melihat fungsi anak dalam kehidupan, baik di rumah maupun di sekolah. Metode ini akan memfokuskan anak untuk dapat berperilaku dan melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Terapi wicara : Digunakan apabila terdapat keterlambatan bicara pada anak dengan dispraksia.
  • Bermain aktif : Merupakan sebuah terapi yang melibatkan fisik anak, yaitu akan bermain secara aktif di dalam maupun luar ruangan. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan dan koordinasi motorik anak.
  • Cognitive Behavioural Therapy (CBT) : Dilakukan untuk melatih tingkah laku anak.

Demikian informasi terkait kondisi dispraksia pada anak. Semoga bermanfaat.

Referensi : Healthdirect, hellosehat, halodoc

Baca juga :

Pentingkah Stimulasi Sensorik, Motorik dan Kreativitas Sejak Dini? Simak Penjelasan Psikolog Anak Ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

febri

app info
get app banner