Bukan kurang gizi, anak pendek juga bisa karena gangguan ini!

Bukan kurang gizi, anak pendek juga bisa karena gangguan ini!

Pertumbuhan anak pendek seringkali menjadi hal yang dikeluhkan orangtua. Ternyata masalah ini bukan hanya karena gizi, tetapi juga gangguan hormon!

Salah satu masalah yang seringkali membuat orangtua khawatir adalah gangguan pertumbuhan pada anak, termasuk berat dan tinggi badannya. Selain berat badan rendah, keluhan anak pendek juga merupakan masalah yang banyak dipertanyakan orangtua. Apakah yang menyebabkan anak Anda tumbuh lebih pendek dari teman seusianya?

Anak pendekbisa disebabkan karena masalah hormon

Sebenarnya, ada banyak faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, salah satunya adalah kekurangan hormon pertumbuhan yang belum banyak diketahui masyarakat.

Ahli endokrinologi anak yang juga ketua umum IDAI, DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP menjelaskan dalam sebuah diskusi, “Indonesia memiliki target Sustainable Development Goals di tahun 2030 yang salah satunya adalah menurunkan tingkat anak pendek. Karena bisa dikatakan bahwa 4 dari 10 anak Indonesia tumbuh pendek,”.

Ia melanjutkan, penyebab anak pendek yang terkait masalah hormon pertumbuhan bisa muncul ketika tubuh anak tidak mampu menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup untuk proses pertambahan ukuran tubuh sesuai usianya.

Hormon pertumbuhan yang normal akan membantu anak-anak agar tumbuh tinggi. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitary, yaitu kelenjar kecil di dalam otak. Hormon ini mengalir di dalam darah ke seluruh tubuh untuk membantu manusia menjalankan fungsinya secara kompleks, khususnya adalah pertumbuhan.  

Sedangkan, pada anak-anak dengan defisiensi atau kekurangan hormon pertumbuhan, mereka mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama.

Anak pendek

“Rata-rata, mereka mengalami keterlambatan pertumbuhan hingga 2 inci atau 5,08 cm per tahun. Mereka juga bisa terlihat lebih gemuk untuk usianya. Perkembangan tulang yang lemah juga merupakan pertanda kekurangan hormon pertumbuhan. Walapun bukan penyakit keturunan, tapi sejumlah kecil kasus ini bisa ditemukan pada kakak beradik,” ungkap Dr. Aman.

Dampak yang bisa terjadi akibat kekurangan hormon pertumbuhan

Penangangan yang terlambat pada anak dengan kasus kekurangan hormon ini bisa mengakibatkan beberapa dampak, di antaranya:

  • Anak sulit mengejar ketinggalan tinggi tubuh yang ideal sesuai dengan usianya.
  • Anak dengan kasus kekurangan hormon yang tumbuh menjadi dewasa bisa mengalami perubahan fungsional yang tidak spesifik, seperti perubahan kesehatan fisik dan mental, fungsi jantung, dan parameter metabolik. Orang dewasa dengan gangguan hormon pertumbuhan berisiko mengalami tingkat energi dan libido yang rendah dibandingkan dengan orang dewasa normal lainnya.
Artikel terkait: 5 Tanda bayi Anda akan tumbuh tinggi (disertai rumus prediksi tinggi anak saat dewasa)

Cara mengatasi anak pendek karena hormon pertumbuhan

Anda tak perlu khawatir, Bun! Dr. Aman menambahkan, kasus gangguan hormon pertumbuhan ini sudah dapat diterapi dengan recombinant human growth hormone (r-hGH) yang identik dengan somatotropin yang diproduksi di kelenjar pituitari.

Berbeda dari masalah gizi, anak dengan gangguan hormon memiliki masa pengobatan atau terapi yang agak lama, yaitu antara usia 3 tahun sampai masa pubertas.

Untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak Anda normal atau tidak, selalu pantau pertumbuhan anak Anda, terutama di masa emasnya. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dan memeriksakan anak ke dokter jika ada keluhan pada anak yang Anda curigai, terutama tinggi dan berat badan anak. Semakin dini terdeteksi, akan semakin mudah ditangani.

 

Baca juga: 

Mengenal stunting atau kondisi tubuh anak pendek, apa penyebabnya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner