Tulisan anak tidak rapi dan sulit dibaca? Waspadai kelainan ini!

Tulisan anak tidak rapi dan sulit dibaca? Waspadai kelainan ini!

Salah satu jenis gangguan belajar pada anak yang harus Parents waspadai adalah disgrafia, khususnya saat anak mulai duduk di bangku SD atau sedang belajar menulis.

Istilah disleksia pasti sudah tidak asing lagi di telinga Parents, tapi bagaimana dengan disgrafia pada anak? Patut Parents ketahui, disgrafia adalah kondisi anak mengalami kesulitan belajar menulis kata-kata dan kalimat dengan jelas serta benar.

Disgrafia biasanya dialami oleh anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), atau yang sedang belajar menulis. Sebenarnya hampir seluruh anak kecil pasti mengalami kesulitan dalam hal menulis atau menyempurnakan tulisannya.

Akan tetapi, jika tulisan anak secara konsisten terdistorsi atau tidak jelas, mungkin disebabkan ketidakmampuan belajar menulis. Disgrafia adalah masalah sistem saraf yang memengaruhi keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk menulis.

Artikel terkait : Jangan langsung dimarahi, anak malas belajar bisa jadi tanda disleksia

Disgrafia adalah kesulitan menulis pada anak, ini penyebanya

disgrafia adalah

Dilansir dari situs WebMD, para ilmuwan masih tidak yakin mengapa disgrafia bisa terjadi pada anak-anak. Sementara itu, pada orang dewasa, terkadang kondisi ini berkaitan dengan cedera otak.

Walau demikian, jenis gangguan belajar ini biasanya terjadi bersamaan dengan ketidakmampuan belajar lainnya. Contohnya seperti anak yang mengalami ADHD dan disleksia.

Gejala disgrafia pada anak

Anak-anak dengan disgrafia akan memiliki tulisan tangan yang tidak jelas, tidak teratur, atau tidak konsisten. Seringkali dengan kemiringan, bentuk, huruf besar dan kecil yang berbeda, serta gaya kursif dan cetak.

Mereka juga cenderung menulis atau menyalin sesuatu dengan lambat. Orangtua dan guru mungkin bisa melihat gejala ini ketika anak pertama kali menulis tugas mereka, baik di sekolah maupun di rumah.

disgrafia adalah

Selain itu, tanda-tanda ketidakmampuan anak dalam belajar menulis lainnya yang harus Parents perhatikan termasuk:

  • Pegangan yang sempit saat menulis, sehingga dapat menyebabkan tangan sakit
  • Kesulitan mengatur hal-hal di atas kertas
  • Sering menghapus tulisannya
  • Inkonsistensi atau ketidakserasian dalam spasi huruf dan kata
  • Ejaan yang buruk, termasuk kata-kata yang belum selesai atau kata-kata dan huruf yang hilang
  • Posisi pergelangan tangan, badan, atau kertas yang tidak biasa saat menulis
  • Merasa sulit untuk menulis dan berpikir dalam waktu yang bersamaan, sehingga membuat ia kesulitan jika mendapat tugas menulis kreatif

Diagnosis disgrafia pada anak

Tulisan anak tidak rapi dan sulit dibaca? Waspadai kelainan ini!

Cara yang biasa dilakukan oleh spesialis yaitu dengan memberikan tes akademik dan tulisan untuk anak, dengan mengukur kemampuannya untuk memasukkan pemikiran ke dalam kata-kata dan keterampilan motorik halusnya.

Misalnya, anak mungkin diminta untuk mengetuk jari atau memutar pergelangan tangan dengan cara tertentu.

Lalu, anak juga mungkin diminta menulis kalimat atau menyalit kata dan surat. Nantinya spesialis akan melihat beberapa faktor, seperti:

  • Hasil pekerjaan anak
  • Posisi tangan dan tubuhnya
  • Pegangan pensil
  • Sikap saat menulis
  • Proses penulisan

Artikel terkait : Parents, praktekkan ini di rumah agar tulisan anak rapi dan bisa dibaca

Disgrafia adalah kesulitan menulis, ini cara yang bisa Parents lakukan untuk membantu anak 

Tulisan anak tidak rapi dan sulit dibaca? Waspadai kelainan ini!

Berikut beberapa hal yang bisa Parents coba:

  1. Mintalah anak menggunakan kertas ukuran lebar, kertas grafik, atau kertas dengan garis untuk membantu perataan huruf dan kata.
  2. Cobalah menggunakan pegangan pensil atau alat tulis lainnya untuk kenyamanan saat menulis.
  3. Alih-alih menulis, biarkan dia menggunakan komputer atau laptop untuk mengetik, serta mengajarkan keterampilan mengetik sejak dini.
  4. Jangan memberikan kritik pekerjaannya yang ceroboh. Parents harus puji kerja kerasnya dan berikan motivasi positif.
  5. Akui kondisinya dan bicarakan pada anak tentang hal itu.
  6. Ajari dia cara menghilangkan stres sebelum menulis. Misalnya, minta dia bersalaman atau menggosok kedua tangannya dengan cepat.
  7. Biarkan dia meremas suatu benda (misalnya sponge) untuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot tangan.
  8. Bicaralah dengan guru anak tentang kondisinya dan kebutuhannya di sekolah.

Apakah disgrafia pada anak bisa diobati?

disgrafia adalah

Tidak ada obat untuk anak yang mengalami disgrafia. Perawatan yang dilakukannya pun bisa bervariasi pada setiap anak, tergantung pada apakah ia memiliki ketidakmampuan belajar lain atau kondisi kesehatan tertentu.

Walau demikian, pada beberapa anak, obat yang digunakan untuk mengobati ADHD telah membantu disgrafia. Khususnya pada anak yang memiliki kedua kondisi tersebut.

Itulah informasi terkait kondisi disgrafia pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Parents.

Referensi : WebMD

Baca juga :

Anak kesulitan membaca = disleksia? Ini yang harus Parents lakukan untuk membantunya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner