Ini ciri anak ADHD, jangan sampai salah diagnosis, Parents!

Ini ciri anak ADHD, jangan sampai salah diagnosis, Parents!

Agar tidak salah melabeli anak, ada beberapa ciri anak ADHD yang perlu orangtua ketahui. Apa saja? Apakah mudah dideteksi?

“Anak saya, Resha ( 7 tahun) sering kali tidak fokus, gampang sekali lupa. Bahkan kondisi ini juga dikeluhkan oleh gurunya di sekolah. Resha tak bisa diam, maunya lari ke sana ke mari, bahkan kalau diajak bicara sering sering melengos, nggak mau dengar. Apakah ini semua ciri anak ADHD?”

Pertanyaan ini diajukan Suri (36 tahun), ibu dari Resha pada psikolog. Suri merasa ada sesuatu yang tidak normal pada anak semata wayangnya. Untuk memastikannya, Suri pun segera memutuskan untuk segera mendatangi klinik tumbuh kembang.

“Supaya anak saya mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai kondisi ini menghambat masa depannya kelak,” tutur Suri.

ciri anak adhd

Ciri anak ADHD yang perlu diketahui

Membesarkan anak berkebutuhan khusus memang bukanlah perkara mudah. Tak terkecuali  membesarkan anak dengan kondisi Attention-deficit hyperactivity disorder, atau yang lebih dikenal dengan ADHD.

ADHD merupakan sebuah kondisi di mana anak atau seseorang mengalami gangguan yang ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, dan kurangnya perhatian. Biasanya, ADHD ini bisa didiagnosis pada masa kanak-kanak. Namun, tentu saja perlu kejelian orangtua dalam melihatnya.

Dengan begitu, anak pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak semakin parah karena tidak diarahkan dengan baik.

Sayangnya, saat ini banyak orangtua yang salah mendiagnosis. Selain itu, tidak sedikit yang justru memberikan label ini pada anak. Hal ini dipaparkan psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat di temui theAsianparent di kawasan Menteng belum lama ini.

Ia memaparkan bahwa jika tidak mendapatkan penanganan tepat atau salah diagnosis, anak bisa mendapat label yang salah.

“Biasanya kalau tidak didiagnosis, anak-anak ADHD ini sering mendapat label anak badung atau nakal. Padahal, anak ADHD ini umumnya anak pintar. Kecerdasannya di atas rata-rata. Hanya saja karena memang sulit untuk fokus atau konsentrasi, makanya akan memengaruhi dengan penilaian guru di sekolah. Artinya, anak ADHD sebenarnya punya potensi yang besar,” ujar Vera.

Vera juga menambahkan, “Sayangnya jika tidak ditangani dengan baik, maka kondisinya jadi tidak terarah. Banyak sekali yang salah label, atau malah banyak juga orangtua yang justru denial. Anak ADHD dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Padahal tidak.”

Selain itu psikolog jebolan Universitas Indonesia ini menambahkan, “Kalau di psikologi, seorang anak baru bisa didiagnosis ADHD, ketika ia sudah berusia di atas 3 tahun. Hal ini dikarenakan saat anak masih di bawah 2 tahun, mereka memang cenderung tidak bisa diam.”

ciri anak adhd

Meskipun begitu, sebenarnya ada beberapa ciri anak ADHD yang perlu Parents ketahui. Apa saja?

#Tidak bisa diam

Vera menegaskan bahwa salah satu ciri anak ADHD yang bisa dilihat orangtua adalah kondisi anak yang tidak bisa diam. Anak akan bergerak terus. “Jadi, diamnya itu ketika saat anak tidur saja,” ujarnya.

#Aktivitas tak bertujuan

Ciri lainnya, aktivitas anak ADHD jua sering kali tidak bertujuan.

“Misalnya, saat ia main, mainan tersebut mudah sekali ditinggal meskipun belum selesai dimainkan. Jadi, biasanya kan kalau anak itu akan memilih mainan lain setelah dia bosan atau sudah selesai dengan mainan, nah anak ADHD tidak,” tukas Vera.

#Sering lupa

Ciri anak ADHD lainnya yang mudah dikenali adalah ketika anak sering lupa. Baik lupa membawa barang, atau pun lupa dalam mengingat sesuatu.

#Tak berhenti bicara

Ciri anak ADHD lainnya yang bisa diperhatikan dan mudah dilihat adalah ketika anak tersebut susah berhenti bicara. “Anak sangat cerewet, ngomong terus menerus, dan saat diajak bicara cenderung tidak mendengarkan.”

 

Menurut Vera, sejumlah ciri anak ADHD di atas bisa muncul di mana pun. Penting untuk diketahui, pola anak seperti di atas memang harus ditemui di semua tempat, baik di lingkungan sekolah atau rumah. “Jadi check list ini juga harus diberikan pada gurunya agar bisa ikut memantau anak ketika di sekolah.”

ciri anak adhd

Jangan salah memberikan label pada anak

Dipaparkan Vera, bahwa untuk mendiagnosis anak ADHD atau tidak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih dulu.

“Kita, psikolog anak punya kriteria untuk menentukan, misalnya ada 12 kriteria, nah ini kita harus menunjukan 6 ciri. Orangtua juga biasanya akan diminta untuk mengamati anak dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan, setidaknya 6 bulan terus diamati. Biasanya, saya akan memberikan list yang untuk di check list para orangtua.”

Oleh karena itu Vera menyarankan, jika orangtua sudah melihat beberapa ciri anak ADHD, segera konsultasikan dengan psikolog atau datang ke klinik tumbuh kembang. Dengan begitu, penanganan yang bisa diberikan dengan tepat.

“Mulai dari terapi, mencari tahu juga bagaimana penanganan di sekolah untuk mengetahui apakah memang anak tersebut perlu penanganan diberikan program khusus, atau bahkan memang memerlukan pendampingan khusus di sekolah.”

ADHD sendiri sampai sekarang belum diketahui apa penyebabnya. Namun, Vera mengatakan anak ADHD bisa terjadi karena multi faktor, mulai dari genetik, bisa juga karena lingkungan, misalnya masalah yang didapatkan ketika anak masih ada di dalam kandungan sehingga memengaruhi dengan sensori anak dan cara kerja otaknya.

“Anak ADHD memang tidak bisa disembuhkan secara total, namun dengan penanganan yang tepat, kondisinya bisa diminimalisir. Sehingga anak pun punya kontrol perilaku yang jauh lebih baik,” tegas Vera diakhir pembicaraan.

 

Baca juga:

Penelitian: Diet Mediterania Mengurangi Risiko dan Gejala Anak ADHD

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner