TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jangan langsung dimarahi, anak malas belajar bisa jadi tanda disleksia

Bacaan 4 menit
Jangan langsung dimarahi, anak malas belajar bisa jadi tanda disleksia

Hati-hati memberikan label pada anak, siapa tahu keterlambatan yang ia alami merupakan pertanda dirinya mengalami disleksia.

Jangan langsung memarahi anak ketika dia sulit membaca, menulis, atau mengeja. Bisa jadi hal tersubut bukan dikarenakan dia malas belajar, namun memperlihatkan salah satu gejala disleksia.

Apa itu disleksia?

gejala disleksia 2

Disleksia merupakan gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, dan mengeja. Meskipun begitu, penderita disleksia memiliki kecerdasan dan penglihatan yang normal. Umumnya, anak yang mengalami disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Kondisi ini juga tergolong gangguan saraf pada bagian otak yang memproses bahasa. Tak hanya pada anak-anak, gangguan ini juga dijumpai pada anak-anak atau orang dewasa.

Gejala disleksia

Sayangnya, gejala disleksia sulit dikenali sampai anak mulai sekolah. Biasanya seorang guru yang pertama kali akan memperhatikan gejala-gejala tersebut. Terutama jika anak kesulitan membaca, mengeja, dan mengikuti instruksi di kelas.

Gejala disleksia juga bisa berubah pada berbagai usia dan tahap kehidupan. Beberapa anak biasanya akan memiliki kekuatan yang unik dan menghadapi tantangan yang berbeda.

Namun secara umum, ada beberapa gejala awal yang mungkin mengindikasikan adanya gangguan belajar pada anak.

Gejala disleksia pada anak pra-sekolah

  • Terlambat bicara
  • Mempelajari kata-kata baru secara perlahan
  • Masalah membentuk kata-kata dengan benar, seperti membalikkan suara dalam kata-kata atau kata-kata membingungkan yang terdengar sama
  • Masalah mengingat atau menamai huruf, angka, dan warna
  • Kesulitan belajar sajak atau bermain sajak

Gejala disleksia pada anak usia sekolah

gejala disleksia 1

  • Kemampuan membaca jauh di bawah level anak-anak seusianya
  • Masalah memproses dan memahami apa yang dia dengar
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat atau membentuk jawaban atas pertanyaan
  • Masalah mengingat urutan hal-hal
  • Kesulitan melihat dan kadang-kadang mendengar tentang persamaan atau perbedaan dalam huruf dan kata-kata
  • Ketidakmampuan mengucapkan pengucapan kata yang tidak dikenal
  • Kesulitan mengeja
  • Menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan membaca atau menulis
  • Menghindari kegiatan yang melibatkan membaca

Gejala disleksia pada remaja dan orang dewasa

  • Kesulitan membaca, termasuk membaca dengan keras
  • Membaca dan menulis dengan lambat
  • Masalah pengejaan
  • Menghindari kegiatan yang melibatkan membaca
  • Salah mengucapkan nama atau kata-kata. Masalah memilih kata
  • Bermasalah memahami lelucon atau ungkapan yang memiliki makna yang tidak mudah dipahami dari kata-kata tertentu
  • Anak mengalami kesulitan meringkas sebuah cerita
  • Si kecil kesulitan belajar bahasa asing
  • Dia sulit untuk menghafal
  • Kesulitan mengerjakan soal matematika

Artikel terkait: Mengangumkan! Anak umur 4 tahun ini telah membaca 1000 buku 

Penyebab disleksia

Hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab disleksia. Namun kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan hubungan keluarga atau gen yang memengaruhi kinerja otak dalam membaca dan berbahasa.

Selain itu, ada pula beberapa hal yang dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya disleksia:

  • Riwayat keluarga dengan disleksia atau ketidakmampuan belajar lainnya
  • Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah
  • Paparan selama kehamilan untuk nikotin, obat-obatan, alkohol atau infeksi yang dapat mengubah perkembangan otak pada janin
  • Perbedaan individu di bagian otak yang memungkinkan membaca

Komplikasi disleksia

gejala disleksia 6

Disleksia dapat menyebabkan sejumlah masalah, seperti:

a. Kesulitan membaca

Membaca adalah keterampilan dasar bagi sebagian besar mata pelajaran sekolah. Seorang anak dengan disleksia berada pada posisi yang kurang menguntungkan di sebagian besar kelas dan mungkin dapat mengalami kesulitan mengimbangi teman sebaya.

b. Masalah sosial

Jika tidak dilakukan intervensi yang tepat, disleksia dapat menimbulkan rendahnya harga diri, menurunnya rasa percaya diri, masalah perilaku, kecemasan, agresi, dan penarikan diri dari teman, orangtua dan guru.

c. Masalah saat dewasa

Ketidakmampuan membaca dan memahami dapat mencegah anak mencapai potensinya ketika dia tumbuh. Ini dapat memiliki konsekuensi pendidikan, sosial, dan ekonomi jangka panjang.

d. Risiko ADHD

Anak-anak yang menderita disleksia berisiko lebih tinggi mengalami gangguan attention-deficit / hyperactivity (ADHD), dan sebaliknya. ADHD dapat menyebabkan kesulitan mempertahankan perhatian serta hiperaktif dan perilaku impulsif yang dapat membuat disleksia lebih sulit untuk diobati.

Kapan harus ke dokter?

Disleksia termasuk ke dalam salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun dengan deteksi dan penanganan sejak dini, kondisi ini dapat meningkatkan kemampuan penderita dalam membaca.

Untuk itu, sebaiknya segera konsultasi pada dokter bila Anda melihat salah satu atau beberapa gejala disleksia pada anak. Dengan begitu, dokter dapat memberikan pertolongan yang tepat sesuai kebutuhannya.

Referensi: Mayo Clinic, WebMD, Alo Dokter

Baca juga

Kapan usia ideal anak belajar membaca? Ini pendapat ahli dan lakukan 5 stimulasi ini

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Jangan langsung dimarahi, anak malas belajar bisa jadi tanda disleksia
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti