Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegah Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegah Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Depresi postpartum sering terjadi kepada ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Depresi postpartum pada ibu adalah kondisi ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan merasakan kesedihan, bersalah, serta bentuk umum depresi lainnya dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini biasanya terjadi pada ibu yang baru pertama kami memiliki anak. Namun, tak menutup kemungkinan terjadi juga pada ibu yang telah beberapa kali melahirkan.

Depresi postpartum terjadi dikarenakan kelahiran bayi itu sendiri. Kelahiran bayi memang dapat memicu timbulnya perasaan dan emosi yang kuat bagi sang ibu, mulai dari rasa senang dan bahagia, hingga rasa takut.

Artikel Terkait: Bunda, kenali 4 tanda depresi paska melahirkan atau postpartum depression ini

Gejala Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegah Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Sebelum seorang ibu mencapai keadaan depresi postpartum, ada keadaan yang dinamakan baby blues syndrome. Ini merupakan gangguan perubahan mood pada ibu setelah melahirkan.

Depresi postpartum sendiri memiliki gejala yang mirip dengan baby blues syndrome, tetapi dengan durasi yang lebih lama serta intensitas yang lebih berat. Adapun gejala umum dari depresi postpartum yang sering dialami ibu, di antaranya:

  • Gangguan perubahan mood
  • Perasaan cemas
  • Rasa sedih
  • Sensitif secara emosional terhadap sesuatu
  • Merasa bersalah
  • Menangis berlebihan
  • Penurunan konsentrasi
  • Gangguan makan
  • Gangguan tidur, sulit tidur (insomnia) atau terlalu banyak tidur
  • Menjauh dari keluarga
  • Kesulitan dalam merawat bayi

Artikel Terkait: Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

Penyebab Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegah Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

Secara umum sebenarnya tidak ada penyebab depresi postpartum. Namun, permasalahan psikis dan perubahan kondisi fisik pada ibu setelah melahirkan memiliki peran dalam memicu terjadinya depresi postpartum.

1. Perubahan Fisik

Terdapat perubahan hormon yang sangat besar dalam tubuh ibu setelah persalinan (terutama hormon perempuan yang disebut estrogen dan progesteron). Tidak hanya itu, hormon tubuh lain, seperti yang diproduksi oleh tiroid juga mengalami perubahan sebagai akibat penyesuaian dari perubahan tersebut. Hormon tiroid ini berperan dalam memberikan perubahan mood setelah melahirkan.

2. Permasalahan Psikis

Memiliki bayi (terutama untuk yang pertama kali) cukup sering menyebabkan ibu menjadi cemas serta merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya dalam merawat bayi yang baru lahir. Perasaan-perasaan seperti ini apabila terjadi secara berkepanjangan, maka dapat menyebabkan ibu berada di dalam keadaan depresi.

Komplikasi Depresi Postpartum 

depresi postpartum pada ibu

Apabila tidak ditangani dengan tepat, lama-kelamaan depresi postpartum dapat mengganggu hubungan antara anak dengan ibu, serta menyebabkan permasalahan di dalam keluarga. Tentu Bunda tidak ingin ini terjadi, bukan?

Depresi postpartum dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti:

  •  Bagi Ibu

Depresi postpartum yang dibiarkan terus-menerus serta tidak diberikan penanganan yang tepat dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Hal ini akan meningkatkan risiko ibu terkena gangguan depresi kronik dan depresi-depresi besar yang lainnya

  •  Bagi Ayah

Depresi postpartum dapat menimbulkan efek yang berkepanjangan dalam keluarga. Jika sang ibu mengalami depresi postpartum, maka ini juga dapat meningkatkan risiko depresi pada ayah

  • Bagi Anak

Anak dengan ibu yang mengalami depresi postpartum bukan tidak mungkin memiliki gangguan emosi dan perilaku. Misalnya gangguan makan dan tidur, mudah menangis, serta keterlambatan di dalam bicara

Pengobatan Depresi Postpartum

depresi postpartum pada ibu

Jika Bunda merasakan tanda dan gejala dari depresi postpartum, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Penting sekali bagi Bunda untuk segera menghubungi dokter apabila gejala tidak hilang dalam dua minggu.

Atau ketika gejala semakin memburuk, semakin sulit untuk merawat bayi, semakin sulit untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari, bahkan hingga Bunda memiliki pemikiran untuk mencelakai bayi.

Apabila depresi postpartum sudah terjadi, untuk pengobatannya sering melibatkan psikoterapi atau menggunakan obat-obatan, atau bisa juga kombinasi dari keduanya.

1. Psikoterapi

Melalui psikoterapi akan memungkinkan Parents untuk dapat bertemu langsung dengan psikiater atau psikolog, kemudian membicarakan seluruh masalah yang mendasari terjadinya depresi ini. Psikoterapi bertujuan untuk mencari jalan keluar bagaimana menyikapi suatu masalah, sehingga tidak menyebabkan beban tersendiri bagi ibu.

2. Obat Antidepresan

Jika dibutuhkan, obat-obatan antidepresan dapat diberikan oleh dokter. Bagi ibu yang sedang menyusui bayi, obat antidepresan umumnya tidak akan menimbulkan efek samping bagi bayi, meskipun dapat masuk ke dalam ASI.

Artikel Terkait: Waspada gejala Postpartum Psychosis, keinginan untuk menyakiti bayi

Pencegahan Depresi Postpartum pada Ibu yang Baru Melahirkan

depresi postpartum pada ibu

Untuk mencegah terjadinya depresi postpartum, maka sebaiknya segera beritahukan kepada dokter jika sebelumnya Bunda memiliki riwayat gangguan kejiwaan seperti kecemasan atau depresi. Konsultasi dengan dokter dapat Bunda lakukan saat melakukan pengecekan rutin kehamilan.

  • Selama kehamilan – Dokter akan mengobservasi gejala dan tanda dari depresi pada ibu, karena selama kehamilan ada beberapa ibu yang mungkin memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi ringan.
  • Setelah bayi lahir – Setelah bayi lahir dokter akan merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda depresi atau baby blues syndrome pada sang ibu.

Demikian informasi seputar depresi postpartum pada ibu. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Ayah Juga Bisa Alami Depresi Postpartum

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner