TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

“Lahiran caesar, istri saya dapat cibiran dari keluarga,” curhatan seorang suami

Bacaan 5 menit
“Lahiran caesar, istri saya dapat cibiran dari keluarga,” curhatan seorang suami

Hati-hati! Memberikan komentar negatif pada ibu yang baru saja melahirkan bisa memicu depresi. Kisah pengemudi taksi online ini menjadi buktinya.

Hati-hati saat memberikan komentar pada ibu yang baru saja melahirkan karena tanpa disadari bisa menjadi pemicu stres setelah melahirkan!

Mungkin, sampai saat ini kalimat atau pertanyaan seperti, “Kok melahirkan caesar, sih? Kenapa, takut sakit ya?” masih sering didengar.  Atau mungkin komentar yang lebih pedas lagi layaknya, “Melahirkan dengan caesar itu rasanya ya, belum jadi ibu. Nggak bisa merasakan bagaimana nikmatnya melahirkan secara normal?”

Percaya atau tidak, komentar ini bisa nyatanya sangat memengaruhi kondisi mental ibu melahirkan. Bahkan berisiko membuat sang ibu mengalami baby blues atau postpartum depression (depresi pasca melahirkan) 

Artikel terkait: Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

stres setelah melahirkan

Komentar negatif bisa memicu stres setelah melahirkan

Masih tidak percaya jika komentar negatif bisa memicu stres setelah melahirkan?

Belum lama ini, seorang pengemudi taksi online baru saja menceritakan kisah haru sekaligus penuh inspirasi terkait dengan hal ini. Ia menceritakan bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti kerja secara full time dan memilih menjadi pengemudi taksi online lantaran ingin menemani istrinya yang mengalami depresi. 

Siapa sangka, kondisi sang istri ini dipicu lantaran dirinya mendapatkan cemoohan dari lingkungan terdekatnya karena melahirkan lewat operasi caesar. Lebih menyedihkan lagi, komentar negatif tersebut keluar dari bibir orangtua, mertua dan sanak family.

Padahal, bukankah keluarga terdekat seharusnya bisa menjadi support system yang bisa diandalkan oleh ibu yang baru saja melahirkan?

Lagipula, keputusan untuk melahirkan caesar pun dikarenakan alasan medis, untuk menyelamatkan ibu dan bayinya. 

Artikel terkait: “Suami, jangan tinggalkan istri setelah bertengkar,” pesan seorang ibu yang depresi pasca melahirkan

Kisah yang ditulis oleh Nidta Jameelah dan diunggah di laman Facebook Komunitas Bisa Menulis ini pun akhirnya menjadi viral di sosial media.

Berikut kutipan lengkapnya :

“Kalau yang sakit badannya masih enak, Mas. Istri saya sakit pikirannya.” Pak Supir melanjutkan. “Gara-gara lahiran secar itu, Mas. Sama ibu saya, mbak-mbak saya, tetangga, ipar-ipar itu nggak disupport malah dikomentari  karena nggak bisa lahiran normal. Padahal istri saya sudah bukaan lengkap sehari semalam sudah sakit di rumah bidan. Tapi bayi nggak turun-turun, terus dirujuk ke Binasehat. Kata Fahmi (dokter obgyn), air ketuban sudah keruh harus segera operasi. Namanya saya panik ya, Mas. Nggak tega juga lihat istri gulang guling kesakitan, saya langsung iya. Pake askes dari kantor. Orangtua dan mertua saya kabari. Saya sholat isya itu sudah dinihari di mushola, setelah istri masuk ruang operasi. Pas saya selesai sholat, orangtua dan mertua saya sudah nunggu di depan ruang operasi, Mas. Pas sudah keluar anaknya, lega mas. Alhamdulillah cowok. Besoknya istri baru bisa keluar dari ruang post operasi. Bukannya memberi support, tapi istri disambut dengan ‘kenapa kok secar? Nggak kuat ngeden? Jarang gerak? Kurang iman’ dan lain sebagainya, oleh Ibu saya bahkan oleh ibu mertua saya. Dari situ istri saya hanya diam, saya pegang tangannya, menguatkan. Siangnya, ipar-ipar itu pada datang, Mas. Tambah lagi hujatannya. Kali ini yang dihujat masalah ‘ngabisin uang’ karena secar biayanya mahal. Tapi nyawa istri lagi bertaruh, Mas. Masak sempat saya mikir uang. Setelah keluarga pulang, tinggal kami berdua di kamar perawatan, istri saya nangis senggugukan Mas. Ingat perkataan ibu saya, katanya. Ibu saya memang bilang, belum jadi ibu kalau belum ngerasakan ngeden. Padahal istri saya itu udah mau pingsan, Mas karena ngeden ga bisa-bisa. Saya cuma bisa nyabarain dan ngadem-ngademi.”

Stres setelah melahirkan bisa membuat ibu menyakiti diri sendiri dan bayinya

Penting untuk diingat bahwa kondisi baby blues biasanya terjadi selama kurun waktu 7-14 hari setelah melahirkan, sementara PPD akan berlangsung lebih lama. Oleh karena itu kondisi ini perlu penanganan yang lebih serius karena bisa berdampak signifikan pada sang ibu, bayi, serta keluarga.

Hal ini pun diakui oleh sang pengemudi taksi online. Semula, ia tidak memahami kondisi istrinya mengapa bisa tega dengan anaknya sendiri. Alih-alih membantu sang istri, ia pun mengaku naik pitam. 

“Puncaknya waktu si kecil umur 1 bulan setengah, si kecil nangis tengah malam, minta nenen. Istri saya ngamuk kaya orang kesetanan, lalu anak saya dibanting di kasur matras di bawah yang saya pakai tidur. Saya ngamuk, kok bisa kaya gitu sama anaknya.” 

stres setelah melahirkan

 

Istri saya makin ngamuk, mulai malam itu dia resmi nggak mau nenenin si kecil. Saya ngambek. Nggak saya sapa itu berhari-hari. Sampe pas minggu subuh-subuh saya habis sholat, istri saya ‘njegur’ di bak mandi dengan kran dihidupkan. Kebetulan bak mandi saya itu tinggi, Mas. Kalau orang duduk, dan baknya penuh, itu sampe di atas kepala airnya. Saya ngamuk sejadi-jadinya. Saya katain istri saya stress, edan, gila dan sebagainya. Saya tetap merasa benar. Sampai lama-lama istri saya jadi tambah parah level stressnya. Saya googling, tanya sana sini, kok, katanya suruh bawa ke poli jiwa di Jember Klinik. Senin, anak saya titipkan ke ibu saya karena mertua saya sudah sepuh dan rumahnya agak jauh, Mas. Saya bawa ke poli jiwa sesuai arahan teman-teman. Ternyata kata dokternya istri saya kena baby blues. Kaget saya. Saya nggak paham sama kaya gituan. Tapi dokternya kooperatif, semuanya dijelaskan dengan rinci. Istri saya dijadualkan konsultasi beberapa kali. Saya lakoni. Kata dokternya, istri saya sering diberi komentar sama Ibu saya dengan kata-kata yang menyakitkan, cenderung menyalahkan, menghujat. Dan istri saya kebawa perasaan, dan akhirnya sampai seperti ini. Kata dokter, istri saya butuh pendampingan oleh orang-orang yang mensupport dia.”

Demi memberikan dukungan pada sang istri, pengemudi taksi online yang tidak diketahui siapa namanya tersebut akhirnya memutuskan untuk resign. Tak hanya itu, demi kesehatan mental sang istri, sementara waktu ia bahkan melarang orangtua dan mertua untuk bertemu istrinya.

Beruntung, selelah menjalani proses terapi selama 8 bulan, sang istri pun lambat laun mengalami kemajuan karena sudah tidak pernah berusaha menyakiti diri sendiri dan anaknya.

Belajar dari kisah pengemudi taksi online ini, tentu semakin menegaskan bahwa komentar negatif yang dilontarkan bisa memicu stres setelah melahirkan. Ibu yang baru saja melahirkan sebenarnya hanya memerlukan dukungan dari lingkungan terdekatnya. Bukan hinaan, cacian, atau tuduhan yang justru hanya bisa memicu lahirnya postpartum depression.

Toh, pada dasarnya melahirkan secara nomal ataupun caesar, seorang ibu tetaplah menjadi seorang ibu. Biar bagaimana pun melahirkan normal ataupun caesar tentu saja akan menyisakan kisah dan perjuangannya sendiri.  

Benar bukan?

 

 

 

Baca juga: 

Tangani sebelum terlambat, kenali gejala depresi ibu hamil berikut ini

 

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • “Lahiran caesar, istri saya dapat cibiran dari keluarga,” curhatan seorang suami
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti