Olahraga bisa menyebabkan penuaan dini, hindari 6 kesalahan ini!

lead image

Hindari 6 kesalahan olahraga ini yang dapat membuat kulit Anda terlihat tua.

Apakah Bunda termasuk orang yang gemar berolahraga? Bila iya, sebaiknya hati-hati ya Bun. Sebab ada beberapa dampak negatif olahraga yang justru dapat merugikan tubuh.

Dampak negatif olahraga

Olahraga memang telah terbukti dapat membuat seseorang lebih sehat dan terhindar dari sejumlah penyakit serius. Misalnya seperti penyakit obesitas, nyeri sendi, stress, gangguan pencernaan, bahkan kanker.

Namun sayangnya, beberapa kesalahan olahraga justru dapat merugikan tubuh. Salah satunya ialah membuat kulit terlihat lebih tua.

Seorang spesialis bedah kosmetik dari Australia, dr. Van Park mengatakan bahwa olahraga yang terlalu keras dapat membuat stress sehingga tubuh memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon kortisol ini dapat memicu depresi, melemahnya ingatan, berat badan naik, insomnia, dan penuaan dini.

Meskipun dibutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi meningkatnya hormon ini dipercaya dapat merusak kolagen dan elastisitas kulit. Sehingga, kulit pun terlihat lebih tua.

Beberapa kesalahan olahraga yang membuat kulit terlihat lebih tua

dampak negatif olahraga

Hindari beberapa kesalahan olahraga ini:

a. Terlalu lama di gym

Melakukan olahraga secara rutin memang baik untuk kesehatan. Namun ingat, sebaiknya jangan berlebihan dan memberikan hari istirahat untuk tubuh. Jangan terlalu lama berada di dalam gym.

“Olahraga yang intens, berkepanjangan dan kurang tidur akan melepaskan dan meningkatkan kadar kortisol dalam darah,” ujar terapis olahraga dan rehabilitasi Jav Asaro kepada webmd.com.

Hal ini dapat menyebabkan dampak negatif olahraga yang membuat elastisitas kulit berkurang, bercak, dan keriput dini.

“Untuk mengurangi peradangan jenis ini, termasuk setidaknya satu hari istirahat per minggu. Ini adalah jenis hari-hari lain yang harus Anda lewatkan di gym,” tambahnya.

b. Fokus pada latihan kardio

Dampak negatif olahraga

Kardio memang baik untuk meningkatkan detak jantung. Namun latihan angkat beban juga diperlukan.

Satu survei Abbott-AARP menemukan bahwa banyak orang Amerika yang berusia 50 tahun ke atas tidak memiliki kekuatan yang memadai. “Sementara banyak orang dewasa dalam survei olahraga yang kami laporkan, kardio benar-benar lebih disukai. Hanya sekitar seperempat dari orang-orang yang mengangkat beban,” kata ahli diet terdaftar Abbot, Tiffany Dewitt.

“Bukti benar-benar menunjukkan bahwa melakukan latihan itu dapat membantu Anda mempertahankan otot Anda,” tambahnya.

Kegiatan sederhana ini dapat mencegah seseorang terlihat lebih tua karena kehilangan otot yang berkaitan dengan masalah usia.

c. Mengabaikan latihan otot pelvis

dampak negatif olahraga orgasme wanita

Latihan otot pelvis memang bukan hal pertama yang kerap kali terpikirkan ketika hendak melakukan olahraga. Namun salah satu olahraga jenis ini sangat penting.

“Otot dasar panggul negatif dapat berakhir dengan perut bundar lunak yang banyak wanita kembangkan setelah usia paruh baya, serta inkontinensia urin,” kata Guy Andrews, MA, CSCS, kepada Prevention.

Untuk itu jaga agar otot pelvis tetap ketat dengan tiga set kegel.

Artikel terkait: Apa itu Senam Kegel dan Bagaimana Cara Melakukannya?

d. Postur tubuh yang buruk

Selalu pertahankan postur tubuh yang baik dan benar dalam kegiatan sehari-hari. Terlebih saat olahraga mengangkat beban.

Sebab seiring berjalannya waktu tubuh akan mengikuti kebiasaan postur setiap hari. Bila saat olahraga mengangkat beban tubuh terlalu sering dalam posisi yang salah, maka tubuh akan terus menerus membungkuk dan menimbulkan keriput-keriput halus.

Hal ini lah yang kemudian membuat tubuh terlihat semakin tua.

Dampak negatif olahraga

e. Melewatkan latihan interval berintensitas tinggi (HIIT)

Latihan interval berintensitas tinggi (HIIT) sangat membantu dalam melawan tanda-tanda penuaan. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism.

Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa orang tua yang berpartisipasi dalam HIIT melihat peningkatan 69% dalam kapasitas mitokondria. Dimana hal tersebut membantu tubuh menciptakan energi serta peningkatan sensitivitas insulin yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes.

Cobalah tiga hari bersepeda HIIT dan dua hari treadmill berjalan setiap minggu. Ini adalah perbedaan antara pelatihan HIIT dan cardio.

f. Tidak pernah melepas stress

Sekali-kali cobalah lakukan yoga atau seni bela diri. Salah satu metode sederhana ini untuk menghilangkan stres dan kecemasan. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko terlihat lebih tua.

*** 
Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi: Reader’s Digest, Boldsky

Baca juga:

8 Olahraga Ibu Hamil yang Aman untuk Bantu Persalinan Normal

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.