Mengatasi kerak topi pada kepala bayi baru lahir

Mengatasi kerak topi pada kepala bayi baru lahir

Kerak topi merupakan gangguan kulit yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Kenali tanda-tanda dan cara perawatannya, agar Craddle Cap ini segera hilang.

Kerak topi atau craddle cap merupakan gangguan kulit yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Kerak topi merupakan gangguan kulit dari jenis dermatitis seborhoeik, berupa peradangan pada kulit kepala dan wajah bayi.

Penyebab terjadinya gangguan kulit ini ditengarai  akibat terlalu banyak sebum yang diproduksi dan kemudian sel di dalam sebum tersebut membuat kulit bereaksi, sehingga timbul peradangan.

Gejala kerak topi pada bayi baru lahir

gangguan kulit2

Beberapa gejala umum yang mudah kita kenali adalah:

  • Terdapat bercak berminyak, bersisik, dan berkerak pada kulit kepala bayi baru lahir. Kerak ini akhirnya bisa menjadi serpihan yang bisa mengelupas.
  • Meskipun terdapat bercak dan tampak mengganggu, namun hal ini tidak akan mengganggu kenyamanan si kecil
  • Terkadang timbul ruam merah pada alis di dekat hidung ataupun pada lipatan-lipatan kulit di area selain wajah

Perawatan kerak topi pada bayi baru lahir

gangguan kulit1

Untuk merawat gangguan kulit ini, Anda bisa mengoleskan minyak zaitun sambil melakukan pemijatan ringan. Anda bisa juga mendapatkan cream khusus untuk perawatan kerak topi ini di apotek-apotek terdekat.

Cara lain untuk mengatasi ini yakni dengan menggunakan shampoo bayi, baby oil, atau mineral oil. Caranya:

  • Basuh kepala bayi dengan lembut menggunakan shampoo bayi, sehingga sisik pada kulit kepala bayi menjadi lebih lembut dan lebih mudah dilepaskan
  • Oleskan baby oil atau mineral oil  pada kerak di kulit kepala bayi dan biarkan selama 10-15 menit, lalu lepaskan kerak dengan sikat halus, kemudian bilas rambut bayi dengan shampoo bayi.

Anda harus ekstra hati-hati saat menghilangkan kerak dari kepala bayi, karena pada usia ini, ubun-ubun bayi masih lunak.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat melakukan perawatan pada gangguan kulit ini adalah:

  • Hindari penggunaan air hangat saat membasuh area yang terdapat kerak topi agar tidak memicu peradangan kelenjar minyak.
  • Lakukan pembersihan kerak topi dengan lembut untuk menghindari iritasi kulit
  • Hindari pemberian bedak pada area gangguan kulit ini agar kerak tidak bertambah tebal
  • Jangan pakaikan topi untuk menutupi keraknya karena dapat membuat area ini semakin lembab.

Anda tidak perlu panik karena gangguan kulit ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa minggu dan akan menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Gangguan ini umumnya sudah tidak akan muncul pada bayi berusia 8 bulan ke atas.

Artikel terkait: Kondisi bayi termasuk normal atau tidak? Ketahui 7 faktanya di sini!

Kondisi kulit ruam pada bayi baru lahir

gangguan kulit3

Kulit bayi yang baru lahir rentan terhadap segala jenis ruam. Untungnya, sebagian besar ruam ini tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. WebMD menyebutkan beberapa jenis ruam yang umum muncul pada bayi baru lahir:

  1. Pink pimples

Beberapa orang menyebut kondisi ini terjadi karena paparan hormon saat berada di dalam rahim ibu. Kondisi ini tidak perlu perawatan dan bisa hilang seiring waktu.

  1. Erythema toxicum

Ini adalah ruam bayi baru lahir yang paling umum. Ruam terlihat seperti bercak merah dengan batas yang tidak jelas dan sedikit timbul. Ruam mungkin memiliki titik putih atau kuning kecil di tengahnya.

  1. Kulit kering

Kulit kering dan mengelupas dapat terlihat pada hampir semua bayi, terutama pada bayi yang lahir agak terlambat. Namun, Parents tidak perlu khawatir sebab lapisan kulit di bawahnya normal, lembut, dan lembab.

  1. Milia

Benjolan putih kecil di hidung dan wajah (milia) disebabkan oleh kelenjar minyak yang tersumbat. Ketika kelenjar minyak bayi membesar dan terbuka dalam beberapa hari atau minggu, benjolan putih menghilang.

  1. Salmon patches

Ini adalah kumpulan pembuluh darah, mungkin disebabkan oleh hormon ibu, yang akan memudar dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan.

  1. Penyakit kuning

Penyakit ini adalah warna kuning pada kulit dan mata bayi karena kelebihan bilirubin. Jika kadar bilirubin menjadi cukup tinggi, lampu biru atau putih mungkin difokuskan pada kulit bayi untuk menurunkannya.

  1. Bintik-bintik Mongolia

Bintik-bintik Mongolia sangat umum di setiap bagian tubuh bayi berkulit gelap. Warnanya abu-abu biru (hampir terlihat seperti memar), dan bisa kecil atau besar. Bintik-bintik ini tidak berbahaya dan biasanya menghilang saat usia sekolah.

***

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga

Mengapa Bentuk Kepala Bayi Baru Lahir Seringkali Tampak Tak Normal?

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Tyas

app info
get app banner