TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!

Bacaan 4 menit
Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!

Mencegah, menanggulangi, dan mengobati penyakit HIV/AIDS sejatinya merupakan tanggung jawab BPJS) Kesehatan. Lantas bisakah berobat HIV dengan BPJS?

Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang hingga kini masih jadi momok masyarakat. Sebab, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia tiap tahunnya selalu meningkat. Terlebih, penyakit kelamin menular ini juga belum ditemukan obatnya. Mencegah, menanggulangi, dan mengobati penyakit HIV/AIDS di Indonesia, sejatinya merupakan tanggung jawab dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan bisakah berobat HIV dengan BPJS?

Baca Juga: 900 Anak di Pakistan positif HIV, kenali gejalanya pada anak-anak berikut ini!

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS?

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS?

Melansir dari Valid News, menurut Kepala BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya yang sudah ditanggung program pemerintah termasuk di antaranya HIV/AIDS. Meski begitu, BPJS Kesehatan tetap memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang terkena penyakit bawaan dari HIV/AIDS.

Misalnya, penyakit HIV yang mengakibatkan kelainan hematologis dan imunologis, tidak diklasifikasikan di tempat lain, penyakit HIV yang mengakibatkan kandidiasis,  konseling HIV, penyakit HIV yang mengakibatkan kandidiasis; B200- penyakit HIV yang menyebabkan infeksi mikobakteri, dan penyakit HIV yang menyebabkan infeksi mikobakteri.

Upaya Pemerintah Menanggulangi HIV/AIDS

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan memberikan jaminan kesehatan terkait penyakit menular ini dengan menerapkan strategi akselerasi Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan (STOP).

  • Suluh yaitu memberikan edukasi seluas-luasnya terhadap masyarakat agar paham HIV
  • Temukan, yaitu melakukan pengetesan status HIV dengan percepatan tes dini HIV
  • Obati, yaitu sekurang-kurangnya 90% pasien dengan HIV/AIDS atau ODHA diberikan terapi ARV 
  • Pertahankan, yaitu mempertahankan status penderita HIV agar tidak berpotensi menularkan

Baca Juga: 4 Alasan Pentingnya Edukasi HIV/AIDS kepada Anak, Parents Jangan Abai!

Kasus HIV di Indonesia 

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!

Kasus pertama yang dikonfirmasi HIV di Indonesia adalah pada tahun 1986, dimana dilaporkan kasus seorang perempuan di sebuah rumah sakit menderita HIV. Lalu disusul pada tahun 1987, seorang wisatawan asal Belanda meninggal di Bali karena HIV.

Ketua Panli HIV AIDS PIMS, Samsuridjal Djauzi bahwa pengobatan dengan ARV memberikan dampak yang signifikan untuk menekan jumlah kematian. Samsuridjal juga menjelaskan penderita biasanya datang dalam stadium lanjut. 

“Dari situlah mulai kasus meningkat, dan biasanya adalah pasien datang dalam keadaan sakit berat, sudah dalam infeksi oportunistik entah itu TBC, infeksi otak, entah penyakit lain, kemudian diperiksa HIV dan diketahui positif,” katanya.

ARV atau Antiretroviral hingga saat ini masih menjadi andalan dalam mengobati HIV/AIDS. Obat ini merupakan salah satu program pemerintah yang diberikan kepada penderitanya. Masyarakat yang telah dikonfirmasi statusnya sebagai HIV dapat mengakses obat ini lewat fasilitas kesehatan pemerintah. 

ODHA atau orang dengan HIV/AIDS mendapatkan jaminan pengobatan kesehatan ini langsung dari pemerintah dan bukan dari lembaga lain seperti BPJS.

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Pemeriksaan dan Penyakit Bawaan HIV yang Ditanggung BPJS

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS?

Dalam hal menanggulangi HIV/AIDS, BPJS berkewajiban untuk melakukan sosialisasi layanan pencegahan, salah satunya adalah pemeriksaan yang berhubungan dengan HIV. Jenis pemeriksaaan itu antara lain:

  • Tes CD4 (komponen sel darah putih yang membentuk sistem kekebalan tubuh)
  • Viral load (VL atau jumlah virus yang terdeteksi)

Kedua jenis pemeriksaan ini dapat dilakukan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain. Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya yang sudah menjadi tanggungan pemerintah.

“BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya yang sudah ditanggung program pemerintah karena ini masuk uang negara. Misal, obat TBC sudah ada dalam program pemerintah, maka BPJS Kesehatan tidak boleh menanggungnya,” tuturnya menjelaskan.

Penyakit Bawaan HIV/AIDS yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!

Kendatipun demikian, penyakit bawaan yang menyertai HIV dapat menjadi tanggungan lembaga tersebut. Beberapa jenis penyakit bawaan HIV yang dijamin BPJS Kesehatan:

  • Anemia tidak spesifik
  • Dispepsia (gangguan pencernaan)
  • Gastroentritis dan colitis asal tidak ditentukan
  • Hipokalemia
  • Hipoosmolalitas dan hyponatremia
  • Pemeriksaan lanjutan setelah perawatan lain untuk kondisi lain
  • Anemia pada penyakit kronis lainnya yang diklasifikasikan di tempat lain
  • TB paru, tanpa konfirmasi bakteriologis atau histologis
  • Penyakit HIV yang menyebabkan kelainan hematologis dan imunologis, tidak diklasifikasikan di tempat lain
  • Penyakit HIV yang menyebabkan kandidiasis
  • Gangguan metabolism protein plasma, tidak diklasifikasikan di tempat lain
  • Hipertensi esensial (primer)
  • Konseling HIV
  • Bronhitis, tidak ditentukan sebagai akut atau kronis
  • Demam tidak ditentukan
  • Mual, muntah
  • Gangguan lain dari keseimbangan elektrolit dan cairan tidk diklasifikasikan di tempat lain
  • Infeksi saluran pernapasan atas akut tidak spesifik
  • Penyakit HIV yang menyebabkan kandidiasis; B200 – penyakit HIV yang menyebabkan infeksi mikrobakteri  
  • Penyakit HIV yang menyebabkan infeksi mikrobakteri  

Baca Juga:

Ciuman bisa menularkan HIV, mitos atau fakta?

Waspada! Ini 7 gejala HIV yang sering tidak disadari

Bolehkah Ibu dengan HIV Menyusui Bayinya? Ini Penjelasannya

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

lolita

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bisakah Berobat HIV dengan BPJS? Berikut Penjelasannya!
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti