12 Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan

Pelbagai larangan dan saran yang diberikan saat hamil, ternyata terbukti hanya berupa mitos yang tidak benar. Apa sajakah itu? Temukan 12 fakta dan mitos tentang kehamilan dalam artikel berikut.

Selama hamil, kita sering mendengar pelbagai nasehat yang orang tuturkan untuk kita, Ada beberapa yang benar, namun banyak pula yang tidak. Berikut adalah 12 fakta benar dan salah tentang kehamilan.

Makan lebih sedikit namun sering, akan mengurangi mual dan muntah pada awal kehamilan.

Makan lebih sedikit namun sering, akan mengurangi mual dan muntah pada awal kehamilan.

Pernyataan 1: Morning sickness tidak dapat dihindari oleh seorang ibu hamil.

Tidak benar. Mual termasuk karakteristik normal yang biasa terjadi di awal kehamilan. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat dihindari atau dikendalikan. Mual dan muntah yang terjadi di awal kehamilan terkait dengan jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan waktu makanan tersebut dikonsumsi.

Menghindari makanan berlemak, digoreng, dan berbumbu tajam akan membantu ibu hamil terhindar dari mual dan muntah di pagi hari. Sebagai gantinya, cobalah menkonsumsi makanan berat (sarapan lengkap) dalam beberapa tahap.

Cara ini terbukti ampuh untuk mengatasi mual dan muntah di pagi hari. Untuk cemilan, cobalah pilih aneka makanan lunak seperti roti panggang (toast) dan crackers.

2 bulan kemudian tanda-tanda kehamilan mulai terasa

Tanda-tanda kehamilan yang umum dialami : mual-mual

 

Alkohol saat hamil, boolehkah?

Alkohol saat hamil, boolehkah?

Pernyataan 2: Sesekali ibu hamil boleh mengkonsumsi sedikit alkohol.

Salah. Dalam jumlah berapapun, alkohol tidak baik untuk ibu hamil. Mengkonsumsi apapun yang mengandung alkohol, dapat meningkatkan resiko gangguan pada janin.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang dapat memastikan jumlah alkohol yang dapat menganggu kesehatan janin. Jadi, akan lebih baik bila ibu hamil menjauhi alkohol guna menghindari resiko FAS (Fetal Alcohol Syndrome) pada bayi.

Melakukan tes kesehatan untuk mengetahui kesiapan kehamilan, idealnya dilakukan 6 bulan sebelum konsepsi.

Melakukan tes kesehatan untuk mengetahui kesiapan kehamilan, idealnya dilakukan 6 bulan sebelum konsepsi.

Pernyataan 3: Cek kesehatan harus dilakukan paling tidak 5 tahun sebelum merencanakan kehamilan.

Salah. Cek kesehatan, sebaiknya dilakukan paling tidak 6 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Calon ibu yang mengkonsultasikan kesehatannya sebelum konsepsi akan memperbesar kemungkinan menjalani kehamilan yang sehat dan memiliki bayi yang sehat pula.

Karena saat konsultasi, calon ibu dapat mengetahui kemungkinan adanya gangguan kesehatan dalam tubuhnya, yang mungkin beresiko untuk kehamilan nanti.

Selain itu, calon ibu juga akan memperoleh informasi faktor apa saja yang mungkin beresiko bagi kesehatan bayi. Satu hal lagi, pada kenyataannya, tubuh wanita memerlukan waktu paling tidak 3 bulan untuk mendapatkan tubuh yang siap hamil.

Ibu hamil boleh olah raga?

Ibu hamil boleh olah raga?

Pernyataan 4: Ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas fisiknya, termasuk olah raga.

Salah. Selama seorang ibu dinyatakan sehat oleh dokter tidak masalah baginya untuk tetap aktif beraktivitas termasuk olah raga. Hanya saja, jika biasanya bisa langsung “tancap gas”, mulailah aktivitas dengan perlahan. Tetaplah berolah raga karena olah raga dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Sakit punggung, rasa lelah berlebihan, dan pemulihan pasca persalinan yang cepat termasuk keuntungan yang akan diperoleh ibu hamil yang aktif berolah raga. Meskipun begitu, tetap konsultasikan jenis aktivitas dan olah raga yang ibu jalani agar dokter mampu mengontrol kesehatan ibu setiap saat.

Pernyataan 5: Tekanan darah tinggi yang disebakan oleh kehamilan disebut preeclampsia.

Benar. Preeklampsia, atau gestational hypertension merujuk pada kondisi naiknya tekanan darah yang diakibatkan oleh kehamilan. Walau begitu, ibu tidak perlu kawatir, masih banyak ibu yang memiliki bayi sehat meski ia menderita tekanan darah tinggi selama hamil. Kuncinya hanya satu, rajin konsultasi dokter dan patuhi jadwal pemeriksaan yang telah ditetapkan.

Makanan yang mengandung folic acid

Makanan yang mengandung asam folat / folic acid

Pernyataan 6: Asam folat (folic acid) adalah salah satu vitamin terpenting yang harus dikonsumsi ibu hamil.

Benar. Ibu hamil membutuhkan 400-800 micrograms asam folat (folic acid) setiap hari. Jadi bila Anda saat ini sedang merancanakan kehamilan dan sangat aktif secara seksual, sehingga kemungkinan hamil sangat besar, wajib mengkonsumsi asam folat setiap hari.

Asam folat merupakan kelompok vitamin B, yang membantu pertumbuhan dan pembentukan otak anak dan tulang belakang, selain itu juga mampu mencegah terjadinya kelainan tulang belakang.

Baca di sini untuk mengetahui jenis makanan yang mengandung asam folat.

Pernyataan 7: Karena ibu hamil makan untuk dirinya dan janinnya, maka ia memutuhkan tambahan makanan setara dengan 1000 kalori per hari.

Salah. Selama hamil, yang ibu butuhkan adalah tambahan nutrisi untuk membantu janin tumbuh optimal. Ibu hamil memang makan untuk 2 orang, tapi tidak berarti ia membutuhkan kalori 2 kali lebih banyak dari biasanya. Kebanyakan wanita hamil hanya memerlukan tambahan kalori tidak lebih dari 300 kalori per hari.

Pernyataan 8: Berat badan ibu hamil paling tidak harus bertambah sebanyak 11-13,6 kg selama hamil.

Salah. Kenaikan berat badan ibu hamil berbeda satu dengan yang lainnya. Kenaikan berat tubuh tergantung dari Massa Indeks Tubuh (BMI) masing-masing ibu sebelum hamil. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) memberikan panduan seperti tabel di bawah ini;

Tabel pertambahan berat badan ibu selama hamil (Sumber: MedicineNet.com)

Tabel pertambahan berat badan ibu selama hamil
(Sumber: MedicineNet.com)

Salah satu tanda kehamilan yang sehat adalah pertambahan berat badan. Untuk itulah ibu hamil harus selalu menimbang berat badannya setiap kali memerikasakan kehamilan. Biasanya dokter akan menyarankan penambahan berat badan sebesar 0.91-1.81kg pada trimester pertama, dan 1.36-1.81kg pada trimester kedua dan ketiga.

Pernyataan 9: Penambahan berat badan ibu hamil adalah karena lemak yang bertumpuk dalam tubuh ibu.

Salah, Penambahan berat badan ibu tidak terjadi karena adanya kelebihan lemak. Pertambahan tersebut karena adanya janin, plaseta, cairan amnion (ketuban), pertumbuhan uterus, membesarnya payudara, cairan tubuh yang bertambah, protein dan lemak.

Tabel pertambahan berat bagian tubuh ibu hamil (Sumber: MedicineNet.com)

Tabel pertambahan berat bagian tubuh ibu hamil (Sumber: MedicineNet.com)

 

Selama dokter tidak menyatakan kehamilan Anda bermasalah, seks tetap aman dilakukan selama hamil.

Selama dokter tidak menyatakan kehamilan Anda bermasalah, seks tetap aman dilakukan selama hamil.

Pernyataan 10: Hubungan seks selama hamil akan membahayakan janin.

Salah. Selama kehamilan tidak bermasalah, maka hubungan seks tetap dapat dilakukan.  Orgasme dan intercourse, tidak akan membahayakan janin. Janin dilindungi oleh uterus dan cairan ketuban yang akan membuatnya tetap aman di dalam kandungan ibu.

Pernyataan 11: Sterch mark tidak dapat dihindari selama hamil.

Salah. Menurut George Kroumpouzos, MD, PhD, dermatologist di South Shore Medical Center, Norwell, Massachusetts, hampir 90% wanita hamil akan mengalami stretch mark sebagai reaksi dari pertambahan besarnya  perut ibu selama hamil. Olah raga teratur dan penggunaan lotion atau krim yang mengandung Alpha-hydroxy acid, akan membantu ibu untuk mencegah terjadinya parut pada perut selama hamil.

Minuman dingin membuat bayi di dalam kandungan jadi besar, benarkah?

Minuman dingin membuat bayi di dalam kandungan jadi besar, benarkah?

Pernyataan 12: ibu hamil tidak boleh minum es atau air dingin karena dapat menebabkan kehamilan besar atau sulit lahir.

Salah. Alasan sebaiknya ibu hamil tidak minum air dingin adalah karena air dingin akan membuat ibu membakar lebih banyak kalori guna menstabilkan suhu tubuh ibu. Jika kalori dibakar berlebih maka ibu dapat merasa mudah lelah dan kehilangan tenaga. Selain itu, minum air dingin setelah makan akan menganggu penyerapan zat makanan di dalam tubuh.

Air dingin dan es biasanya juga dikonsumsi dengan tambahan gula. Gula inilah yang dikawatirkan akan memberi tambahan gula berlebih pada ibu. dan menyebabkan permasalahan baru; seperti diabetes, dan ukuran bayi yang besar.

Disarikan dari MedicineNet.com dan beberapa sumber lain.

Baca juga Romantis Tanpa Seks Saat Hamil