Bayi jarang menangis, haruskah merasa khawatir? Ini penjelasannya

Bayi jarang menangis, haruskah merasa khawatir? Ini penjelasannya

Meski tergolong normal tetapi jangan pernah menganggap remeh bayi yang jarang menangis

Pada umumnya, bayi akan sering menangis tanpa alasan yang bisa dimengerti oleh orangtua. Terutama di awal-awal masa kehidupannya. Sebab tangisan adalah satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Namun bagaimanakah bila bayi jarang menangis? Apakah ada sesuatu yang salah?

Penyebab bayi jarang menangis

bayi jarang menangis

Ketika bayi menangis berarti ia sedang ingin memberi tahu bahwa ia merasa lapar, tak nyaman, bosan, atau hanya sekedar ingin dipeluk saja. Di sinilah peran orangtua dibutuhkan untuk memahami arti dari tangisan mereka. 

Namun Parents tak perlu khawatir bila bayi jarang menangis. Dilansir dari Alo Dokter, memang ada beberapa bayi yang jarang menangis dan terkesan tidak rewel. Hal ini bisa disebabkan karena sifat dan temperamen setiap bayi yang unik dan berbeda. 

Biasanya sifat dan temperamen bayi mulai terlihat di minggu-minggu awal kehidupannya. Dari sini Parents bisa melihat apakah bayi memang tipe yang jarang menangis atau hal tersebut jutsru menunjukan suatu masalah kesehatan yang lebih serius.

Artikel terkait: 6 Alasan Bayi Menangis

Kenali temperamen bayi

bayi jarang menangis

Temperamen merupakan reaksi yang ditunjukan bayi terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Ada beberapa poin yang bisa Parents gunakan untuk mengenali temperamen bayi. 

a. Tingkat aktivitas: Apakah bayi sering gelisang dan aktif atau cenderung lebih tenang dan santai?

b. Adaptasi: Bagaimana respon bayi saat berada di situasi baru? Apakah dia terlihat senang atau tidak? Bila bayi marah atau menangis, apakah dia cepat pulih kembali?

c. Sensitivitas: Seberapa sensitif bayi terhadap paparan cahaya terang, suara, dan baju baru yang bahannya berbeda dari biasanya?

d. Ketekunan: Apakah bayi cenderung bermain dengan satu jenis mainan dalam waktu yang lama ataukah dia lebih suka berganti-ganti mainan?

e. Mood: Apakah dalam kehidupan sehari-hari bayi tampak senang, murung, dan mudah marah?

f. Keteraturan: Apakah bayi makan dan tidur dalam waktu yang kurang lebih sama, atau berbeda-beda setiap hari?

g. Intensitas: Seberapa kencang tangisan atau teriakan bayi ketika dia sedang senang atau marah? Apakah bayi tampak mudah bergaul dengan orang baru atau pemalu?

h. Pengalihan perhatian: Apakah bila bayi lapar, Anda dapat menghentikan tangisannya sementara dengan memberikan dot atau berbicara secara lembut padanya?

Artikel terkait: 7 Momen perilaku bayi yang bikin kesal namun gemas

bayi jarang menangis 2

Dari poin-poin tersebut Parents dapat melihat temperamen bayi. Perlu diingat, bahwa bayi yang lahir secara prematur lebih susah mengekspresikan perasaan dan kebutuhan mereka. 

Bayi yang lahir prematur sangat sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan selama beberapa bulan di awal kehidupannya. Selain itu, bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg juga kurang responsif jika dibandingkan bayi lainnya. 

Oleh karena itu, Parents tak perlu terlalu khawatir bila bayi jarang menangis. Mungkin saja hal tersebut merupakan temperamen bawaan bayi sejak lahir.

Namun bila Parents mendapati perubahan tempramen bayi lain dari biasanya, tak ada salahnya bila Parents memeriksakan bayi ke dokter. Sebab bayi jarang menangis juga bisa menunjukan suatu gejala masalah kesehatan yang cukup serius seperti Hipotiroid. 

Artikel terkait: Bayi menangis susah ditenangkan? Penelitian berikut memberikan solusinya!

Bayi jarang menangis bisa jadi gejala Hipotiroid

bayi jarang menangis 1

Hipotiroid merupakan salah satu gangguan fungsi tiroid yang terjadi karena kelenjar tiroid kurang aktif dalam memproduksi hormon tiroid. Hormon ini memegang peranan penting untuk perkembangan susunan saraf pusat di otak, mengatur suhu tubuh, metabolisme, dan mengatur jantung, otot, serta organ tubuh lainnya untuk berfungsi dengan baik. 

Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja termasuk bayi. Hipotiroid yang dialami bayi baru lahir disebut dengan hipotiroid kongenital. 

Kebanyakan bayi baru lahir dengan hipotiroid kongenital tidak menunjukan gejala apapun. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa hormon tiroid ibu atau fungsi tiroid residual.

Selengkapnya: Waspada hipotiroid pada bayi, ini tanda dan gejalanya!

bayi jarang menangis

Namun bayi yang mengalami hipotiroid kongenital biasanya akan jarang menangis. Selain itu ada pula beberapa gejala hipotiroid kongenital lainnya, seperti:

  • Pusar bodong
  • Muka sembab dan bengkak
  • Rambut kasar tebal yang menipis di dahi
  • Lesu
  • Masalah makan
  • Bibir tebal
  • Kulit kering
  • Lidah besar dan keluar
  • Tubuh pendek
  • Kesulitan bicara
  • Konstipasi

Segera periksakan bayi ke dokter bila dia menunjukan beberapa gejala di atas. Sebab bila tidak segera diatasi, hipotiroid dapat menyebabkan gangguan untuk pertumbuhan fisik dan mental bayi. 

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi: Alo Dokter, Kompas.com, Verywellhealth

Baca juga

id.theasianparent.com/13-alasan-kenapa-bayi-menangis-walapun-sudah-disusui/?utm_medium=web&utm_source=search&utm_campaign=elastic

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner