TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Merasa Ditelantarkan, Kakak Beradik Anak Korban Kecelakaan Pesawat Gugat Ibu Kandung

Bacaan 4 menit
Merasa Ditelantarkan, Kakak Beradik Anak Korban Kecelakaan Pesawat Gugat Ibu Kandung

Dua orang kakak beradik asal Medan yang merupakan anak korban kecelakaan pesawat menggugat ibu kandungnya sebesar Rp12 miliar. Berikut kronologisnya.

Kehilangan salah satu anggota keluarga akibat kecelakaan yang bersifat mendadak memang berat, ditambah harus melanjutkan hidup sebagai pencari nafkah utama. Tak banyak orang yang berhasil menjalankan tugas sebagai orangtua tunggal, termasuk dalam kasus anak korban kecelakaan pesawat yang gugat ibu kandung sebesar Rp12 miliar.

Masih ingat dengan kecelakaan pesawat Mandala Air RI-091 di tahun 2005 silam? Kecelakaan tersebut terjadi di Medan, karena pesawat lepas landas secara tidak sempurna dari Bandara Polonia Medan dan menabrak tiang listrik kemudian jatuh menimpa rumah warga.

Pesawat Boeing 737-200 tersebut mengangkut 112 orang penumpang dan 5 orang awak kabin. Setelah jatuh, pesawat itu meledak beberapa kali dan terbakar. Jumlah korban jiwa dari kejadian tersebut adalah 100 orang di pesawat dan 49 orang di darat.

Artikel Terkait: Sengketa Tanah, Anak Gugat Ibu Kandung ke Pengadilan, Ini Kronologisnya

Anak Korban Kecelakaan Pesawat Mandala Air Gugat Ibu Kandung 12 Miliar Rupiah

anak korban kecelakaan pesawat gugat ibu kandung

Lando Fortericho Sinurat (23) dan Lidya Sri Thalita Br Sinurat (21) merupakan kakak beradik anak dari Fery Donald Sinurat yang meninggal pada kecelakaan pesawat Mandala Air tahun 2005. Keduanya diketahui melayangkan gugatan kepada ibu kandungnya, Ria Desi Br Sinurat, ke Pengadilan Negeri Medan.

Tak tanggung-tanggung, keduanya menuntut jumlah uang hingga Rp12 miliar. Lando dan Lidya menguggat lantaran sang ibu kandung dianggap menelantarkan keduanya.

Setelah kehilangan sang ayah di tahun 2005, Lando dan Lidya diasuh oleh Ria seorang diri. Pada tahun 2006 Ria menjadi honorer pengganti sang ayah di kantor Kementerian Kominfo, dan di tahun 2014 Ria diangkat menjadi seorang PNS.

“Awalnya kehidupan mereka akur tidak ada masalah. Mereka rukun dan damai,” ungkap kuasa hukum Lando dan Lidya, Bukit Sitompul.

Akan tetapi, kehidupan keluarga mereka mulai bermasalah pada saat sang anak sulung, Lando, duduk di bangku kelas 3 SMA. Ria diketahui menjalin hubungan dengan seorang lelaki. Namun, hubungan keduanya ditentang oleh Lando dan Lidya.

Meski diprotes, laki-laki tersebut tetap bertandang ke rumah mereka dan bahkan sempat digrebek karena bertamu pada dini hari. Belakangan diketahui laki-laki tersebut sudah berkeluarga. Lantaran terlanjur malu, Ria kabur meninggalkan rumah dan anak-anaknya.

Artikel Terkait: Anak Gugat Ayah yang Berusia 85 Tahun, Bagaimana Mengatasi Konflik Orangtua dan Anak?

Merasa Ditelantarkan oleh Sang Ibu

Merasa Ditelantarkan, Kakak Beradik Anak Korban Kecelakaan Pesawat Gugat Ibu Kandung

Setelah sang ibu pergi, Lando dan Lidya tinggal bersama nenek mereka yang rumahnya tak jauh. Sementara rumah mereka disewakan oleh Ria kepada orang lain.

“Sejak penggerebekan, tergugat (Ria) kurang lebih selama 5 tahun telah mengabaikan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai orangtua, baik sebagai ibu yang melahirkan, maupun menggantikan posisi ayah penggugat yang telah meninggal dunia,” kata Bukit, seperti dikutip dari Viva.

Ria sendiri membantah tuduhan dirinya telah menelantarkan anak, karena ia merasa memberi uang sebesar Rp2 juta per bulan dari tahun 2018 hingga 2020. Namun menurut Bukit, meski sudah memberikan uang, Lando dan Lidya hidup tanpa kasih sayang ibunya.

“Kalau hanya 2 juta rupiah per bulan dikirimnya untuk memenuhi penggugat dan adiknya itu tidaklah cukup, karena masih banyak kebutuhan yang harusnya dipenuhi ibunya, karena saat itu penggugat sedang masa kuliah,” lanjutnya.

Angka 12 miliar dalam gugatan Lando dan Lidya adalah angka untuk kerugian materiel dan imateriel. Mereka berharap mendapat keadilan dan membuka hati ibunya untuk bertanggung jawab terhadap anaknya.

Artikel Terkait: Dikabarkan 4 Anak Yatim Terlantar di Sumedang, Ini Klarifikasi Ibu Mereka

Sebenarnya Seperti Apa Penelantaran terhadap Anak?

Merasa Ditelantarkan, Kakak Beradik Anak Korban Kecelakaan Pesawat Gugat Ibu Kandung

Melansir dari Hukum Online, penelantaran anak diatur dalah Penjelasan Pasal 13 ayat (1) huruf C UU Perlindungan Anak. Yang disebut sebagai penelantaran adalah tindakan atau perbuatan mengabaikan dengan sengaja kewajiban untuk memelihara, merawat, atau mengurus anak sebagaimana mestinya.

Sedangkan bila mengutip dari Health Day, kegagalan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak seperti berikut ini dapat dikategorikan sebagai penelantaran anak.

  • Kebutuhan fisik
  • Nutrisi yang memadai
  • Meninggalkan anak tanpa pengawasan
  • Mengabaikan pendidikan
  • Pengabaian psikologis atau emosional

Dalam kasus Lando dan Lidya, sang ibu diketahui meninggalkan mereka berdua dan sempat tidak memberikan kebutuhan finansial selama beberapa tahun sebelum akhirnya memberi 2 juta rupiah per bulan di tahun 2018. Tindakan yang dilakukan oleh Ria tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan penelantaran anak.

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Albany, 30,6% dari anak terlantar akan mengalami gangguan stres pascatrauma yang dapat berlangsung seumur hidupnya. Studi dari Rumah Sakit Jiwa Negara Bagian New York juga membuktikan bahwa korban penelataran anak empat kali lebih mungkin memiliki gangguan kepribadian selama masa dewasa awal.

Gangguan kepribadian yang berisiko muncul tersebut meliputi gejala depresi, paranoia, agresi pasif, ketergantungan obat terlarang, hingga gangguan antisosial. Namun, orang yang mengalami penelantaran di masa kanak-kanak bisa saja pulih sepenuhnya jika diintervensi sejak dini oleh professional.

Trauma masa lalu kemungkinan akan sulit untuk disembuhkan jika tak melalui penanganan yang tepat oleh ahlinya. Semoga kasus seperti anak korban kecelakaan pesawat gugat ibu kandung karena merasa ditelantarkan ini tak lagi terulang di masa depan, ya, Parents.

Baca Juga:

9 Cara Sembuhkan Trauma Masa Kecil pada Orang Dewasa

Riset: trauma masa kecil mempengaruhi kesehatan saat dewasa!

Bukan Berteriak! Ini Cara Marah yang Sehat pada Anak Tanpa Menimbulkan Trauma

Cerita mitra kami
Dukung PP Tunas, Betadine Hadirkan Bocil Approved Competition Push Bike Race untuk Bentuk Anak Jadi Generasi Berani
Dukung PP Tunas, Betadine Hadirkan Bocil Approved Competition Push Bike Race untuk Bentuk Anak Jadi Generasi Berani
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Merasa Ditelantarkan, Kakak Beradik Anak Korban Kecelakaan Pesawat Gugat Ibu Kandung
Bagikan:
  • 20 Film Keluarga Netflix untuk Ditonton di Akhir Pekan, Yuk Ajak Si Kecil

    20 Film Keluarga Netflix untuk Ditonton di Akhir Pekan, Yuk Ajak Si Kecil

  • Arti Masyaallah Tabarakallah Allahumma Barik dan Penggunaanya

    Arti Masyaallah Tabarakallah Allahumma Barik dan Penggunaanya

  • Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, Syafahallah Lengkap dan Doa Orang Sakit

    Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, Syafahallah Lengkap dan Doa Orang Sakit

  • 20 Film Keluarga Netflix untuk Ditonton di Akhir Pekan, Yuk Ajak Si Kecil

    20 Film Keluarga Netflix untuk Ditonton di Akhir Pekan, Yuk Ajak Si Kecil

  • Arti Masyaallah Tabarakallah Allahumma Barik dan Penggunaanya

    Arti Masyaallah Tabarakallah Allahumma Barik dan Penggunaanya

  • Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, Syafahallah Lengkap dan Doa Orang Sakit

    Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahullah, Syafahallah Lengkap dan Doa Orang Sakit

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti